<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singgung Kader PDIP Berkhianat, Megawati: Mundur Saja</title><description>Singgung Kader PDIP Berkhianat, Megawati: Mundur Saja
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743378/singgung-kader-pdip-berkhianat-megawati-mundur-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743378/singgung-kader-pdip-berkhianat-megawati-mundur-saja"/><item><title>Singgung Kader PDIP Berkhianat, Megawati: Mundur Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743378/singgung-kader-pdip-berkhianat-megawati-mundur-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743378/singgung-kader-pdip-berkhianat-megawati-mundur-saja</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2023 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/337/2743378/singgung-kader-pdip-berkhianat-megawati-mundur-saja-by0bxaTTQG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/337/2743378/singgung-kader-pdip-berkhianat-megawati-mundur-saja-by0bxaTTQG.jpg</image><title>Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum (Ketum) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpesan kepada seluruh kader untuk mendengarkan pidatonya dengan hati dan kepala. Jangan hanya mendengar, tetapi seperti tuli. Menurutnya, hati dan otak harus ada keterikatan.


&amp;ldquo;Jangan hanya denger pidato Ibu tapi budek (tuli), masukan ke sini (hati), bonding (ikatan) antara ini (hati) dengan ini (kepala), satu,&amp;rdquo; kata Megawati saat berpidato pada HUT Ke-50 PDIP di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).


Megawati melanjutkan, satu itu dari hati, ke kepala dan langsung ke atas atau ke Allah SWT. PDIP bisa menjadi seperti ini pada hari ini, karena diberi oleh Allah SWT, sehingga harus ingat pada Allah SWT.


&amp;ldquo;Satu itu terus mancur ke atas. Kita diparingi sama Gusti Allah lho, bisa jadi begini,&amp;rdquo; pesannya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC8xLzE2MDQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Presiden RI ke-5 ini mengingatkan, jangan sampai ada kader yang dipecat partai. Jangan sampai dirinya harus menandatangani surat pemecatan karena itu sudah ada dalam aturan.

&amp;ldquo;Kalau saya dengan segala hormat saya anak buah yang sudah di dalam aturan partainya harus sampai tingkat pemecatan saya teken jret. Jangan bikin tangan ibu ini untuk membuat itu (memecat),&amp;rdquo; tutur Mega.

Karena itu, ia melanjutkan, saat ini dirinya telah membuat aturan baru di PDIP. Kalau sudah tidak sejalan dengan aturan PDIP sebaiknya mengundurkan diri dari PDIP. Tapi, banyak yang tidak mau mundur.

BACA JUGA:HUT Ke-50 PDIP, Megawati: Kangen Tidak Sama Ibu?

&amp;ldquo;Lah sekarang saya bikin aturan baru, supaya ya sudah kalau kamu gitu mundur aja, dia enggak mau,&amp;rdquo; ungkapnya.

Mega menceritakan, dulu ia pernah mendapatkan banyak sekali gugatan dari kader PDIP, saat Pramono Anung menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP. Mereka dipecat karena ada yang tidak menjalankan partai, bahkan ada juga yang berkhianat dan pelanggaran lainnya.


&amp;ldquo;Dulu Pak Jokowi, saya tuh gugatannya segini (tangannya menunjukkan seperti ada tumpukan berkas) sama Pak Sekjen Pak Pramono Anung, karena atas nama partai toh. Karena mereka benar-benar ada yang tidak menjalankan aturan partai, ada yang berkhianat dan lain sebagainya,&amp;rdquo; terang Mega.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum (Ketum) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpesan kepada seluruh kader untuk mendengarkan pidatonya dengan hati dan kepala. Jangan hanya mendengar, tetapi seperti tuli. Menurutnya, hati dan otak harus ada keterikatan.


&amp;ldquo;Jangan hanya denger pidato Ibu tapi budek (tuli), masukan ke sini (hati), bonding (ikatan) antara ini (hati) dengan ini (kepala), satu,&amp;rdquo; kata Megawati saat berpidato pada HUT Ke-50 PDIP di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).


Megawati melanjutkan, satu itu dari hati, ke kepala dan langsung ke atas atau ke Allah SWT. PDIP bisa menjadi seperti ini pada hari ini, karena diberi oleh Allah SWT, sehingga harus ingat pada Allah SWT.


&amp;ldquo;Satu itu terus mancur ke atas. Kita diparingi sama Gusti Allah lho, bisa jadi begini,&amp;rdquo; pesannya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC8xLzE2MDQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Presiden RI ke-5 ini mengingatkan, jangan sampai ada kader yang dipecat partai. Jangan sampai dirinya harus menandatangani surat pemecatan karena itu sudah ada dalam aturan.

&amp;ldquo;Kalau saya dengan segala hormat saya anak buah yang sudah di dalam aturan partainya harus sampai tingkat pemecatan saya teken jret. Jangan bikin tangan ibu ini untuk membuat itu (memecat),&amp;rdquo; tutur Mega.

Karena itu, ia melanjutkan, saat ini dirinya telah membuat aturan baru di PDIP. Kalau sudah tidak sejalan dengan aturan PDIP sebaiknya mengundurkan diri dari PDIP. Tapi, banyak yang tidak mau mundur.

BACA JUGA:HUT Ke-50 PDIP, Megawati: Kangen Tidak Sama Ibu?

&amp;ldquo;Lah sekarang saya bikin aturan baru, supaya ya sudah kalau kamu gitu mundur aja, dia enggak mau,&amp;rdquo; ungkapnya.

Mega menceritakan, dulu ia pernah mendapatkan banyak sekali gugatan dari kader PDIP, saat Pramono Anung menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP. Mereka dipecat karena ada yang tidak menjalankan partai, bahkan ada juga yang berkhianat dan pelanggaran lainnya.


&amp;ldquo;Dulu Pak Jokowi, saya tuh gugatannya segini (tangannya menunjukkan seperti ada tumpukan berkas) sama Pak Sekjen Pak Pramono Anung, karena atas nama partai toh. Karena mereka benar-benar ada yang tidak menjalankan aturan partai, ada yang berkhianat dan lain sebagainya,&amp;rdquo; terang Mega.

</content:encoded></item></channel></rss>
