<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Kiamat Asteroid Tidak Musnahkan Nenek Moyang Kita, Bagaimana Cara Mereka Bertahan?</title><description>Sekira 252 juta tahun yang lalu dunia dihadapi oleh kiamat kecil yang hampir memusnahkan seluruh populasi.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743769/6-fakta-kiamat-asteroid-tidak-musnahkan-nenek-moyang-kita-bagaimana-cara-mereka-bertahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743769/6-fakta-kiamat-asteroid-tidak-musnahkan-nenek-moyang-kita-bagaimana-cara-mereka-bertahan"/><item><title>6 Fakta Kiamat Asteroid Tidak Musnahkan Nenek Moyang Kita, Bagaimana Cara Mereka Bertahan?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743769/6-fakta-kiamat-asteroid-tidak-musnahkan-nenek-moyang-kita-bagaimana-cara-mereka-bertahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/10/337/2743769/6-fakta-kiamat-asteroid-tidak-musnahkan-nenek-moyang-kita-bagaimana-cara-mereka-bertahan</guid><pubDate>Rabu 11 Januari 2023 07:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/337/2743769/6-fakta-kiamat-asteroid-tidak-musnahkan-nenek-moyang-kita-bagaimana-cara-mereka-bertahan-2NyTC4aot5.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/337/2743769/6-fakta-kiamat-asteroid-tidak-musnahkan-nenek-moyang-kita-bagaimana-cara-mereka-bertahan-2NyTC4aot5.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sekira 252 juta tahun yang lalu dunia dihadapi oleh kiamat kecil yang hampir memusnahkan seluruh populasi.

Dikutip dari BBC, Asteroid seluas 10km menghantam wilayah pesisir - saat ini diketahui sebagai wilayah Meksiko - dengan kekuatan lebih dari semiliar bom nuklir yang mengakhiri Zaman Kapur secara dramatis.

Bagaimana nenek moyang kita bisa selamat dari bencana super dahsyat itu? Berikut fakta yang berhasil dihimpun:

1. Membunuh 95% Populasi

Kemusnahan Terbesar seperti ini pernah terjadi 252 juta silam, lebih mematikan (meskipun tidak terlalu mendadak), membunuh 95% kehidupan di lautan dan 70% di daratan.

Batu langit yang mengakhiri Zaman Kapur telah memusnahkan dinosaurus terkenal seperti Tyrannosaurus dan Triceratops, serta makhluk yang kurang dikenal tetapi aneh seperti Anzu, atau &quot;ayam dari neraka&quot;.

Ada pula dinosaurus berparuh bebek, dinosaurus leher panjang, dinosaurus berkulit tebal seperti baja - dan, dengan sangat cepat, semuanya mati.

2. Bencana Paling Buruk

Steve Brusatte dan rekan-rekannya, yang menulis riset bertajuk The Rise and Reign of the Mammals di Universitas Edinburgh.

Satu hal yang ditekankan oleh Brusatte adalah saat asteroid menghantam bumi, adalah hari paling buruk untuk kehidupan bagi siapa pun, termasuk mamalia, burung (dinosaurus unggas), dan reptil.

&quot;Ini bukan asteroid normal, ini adalah asteroid terbesar yang pernah menghantam Bumi, setidaknya sejak setengah miliar tahun terakhir,&quot; kata Brusatte. &quot;Usaha bertahan hidup mamalia hampir sama seperti dinosaurus.&quot;

3. Kepunahan Massal Melahirkan Babak Baru

Kepunahan massal melahirkan babak baru untuk diversifikasi besar-besaran yang akhirnya memunculkan paus biru, cheetah, dormice, platipus, dan tentu saja, kita.

Namun, pertama-tama, rintangan kecil: hutan di dunia telah musnah dilalap api, dan langit penuh dengan abu, menghalangi sinar matahari dan mencegah tumbuhan berfotosintesis. Ekosistem runtuh &quot;seperti sistem yang rapuh&quot;, kata Busatte.

Permukaan Bumi kemudian menjadi lebih panas dari oven dalam putaran gelombang panas, dan setelah itu, musim dingin yang tidak menentu dengan suhu rata-rata turun 20C selama lebih dari 30 tahun.

Banyak pemangsa mamalia yang paling berbahaya telah punah, tapi dunia itu sendiri menjadi musuh tak terbayangkan bagi kehidupan yang ada.
4. Rahasia Selamat: Tingkat Preproduksi Cepat

Saat menghadapi kiamat di Bumi, tikus memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan populasinya.

Selain kehamilan, tubuh yang lebih besar biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kematangan seksual - alasan lain kenapa dinosaurus tidak bertahan, khususnya yang berukuran besar.

&quot;Butuh waktu cukup lama hingga mereka menjadi dewasa. Misalnya T-rex itu butuh waktu 20 tahun untuk menjadi dewasa,&quot; kata Brusatte. &quot;Bukan karena mereka tidak tumbuh dengan cepat, hanya saja banyak dari mereka yang begitu besar sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk berkembang dari bayi hingga menjadi dewasa.&quot;

5. Bertahan di Bawah Tanah

Petunjuk lainnya bagaimana mamalia bertahan setelah hantaman asteroid adalah bentuk tubuhnya yang &quot;sangat aneh&quot;, bisa dilihat dari Paleosen dan seterusnya. Shelley menganalisis tulang pergelangan kaki (tulang kecil, keras, dan padat yang terawetkan dengan baik) untuk melihat betapa miripnya mamalia era Paleosen Awal satu sama lain, dengan mamalia yang hidup hari ini.

&quot;Kami menemukan bahwa mamalia periode Paleosen ini aneh. Mereka berbeda dari mamalia modern,&quot; kata Shelley. &quot;Dan yang menyamakan mereka adalah fakta mereka memiliki morfologi yang sangat tebal dan kuat.&quot;

Mamalia ini memiliki otot besar yang melekat dengan tulang kekar, dan di antara mamalia yang ada sekarang, mereka memiliki kemiripan paling besar dengan spesies yang hidup di bawah tanah, dan menggali tanah, kata Shelley.

&quot;Jadi hipotesis yang muncul adalah hewan yang selamat dari kepunahan ini memiliki kelebihan, karena mereka mampu menggali untuk masuk ke dalam tanah, bertahan dari dampak langsung periode kehancuran, dan api, musim dingin yang berubah cepat, dan bersembunyi di bawah tanah untuk sejenak.&quot;

Karena hewan penyintas adalah - tak ada cara lain untuk mengatakannya - berotot kuat, keturunan mereka juga mewarisi bentuk tubuh yang kuat.

6. Makan Segalanya

Asteroid menghancurkan sebagian besar kehidupan tumbuhan, sumber pertama dari rantai makanan di daratan. Mamalia dengan kemampuan mengubah selera makan menjadi pemakan segalanya, lebih baik dari pada mamalia yang pola makannya lebih khusus.

&quot;Hewan-hewan yang melampaui masa kepunahan pada dasarnya hanya menjadi tidak terlalu terspesialisasi [dalam hal makanan],&quot; kata Shelley. Misalnya, Didelphodon (karinovora kerabat marsupial seukuran kucing) memangsa hewan yang jumlahnya sedikit, dan harus memburu dengan jarak jauh.

&quot;Mereka terlalu banyak kekhususan pada makanan, dan akhirnya kehilangan sumber makanannya,&quot; kata Shelley. &quot;Sedangkan jika Anda adalah hewan kecil, Anda bisa menyesuaikan pola makan dan gaya hidup Anda dengan cepat. Ini merupakan cara yang baik untuk bertahan dari kepunahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekira 252 juta tahun yang lalu dunia dihadapi oleh kiamat kecil yang hampir memusnahkan seluruh populasi.

Dikutip dari BBC, Asteroid seluas 10km menghantam wilayah pesisir - saat ini diketahui sebagai wilayah Meksiko - dengan kekuatan lebih dari semiliar bom nuklir yang mengakhiri Zaman Kapur secara dramatis.

Bagaimana nenek moyang kita bisa selamat dari bencana super dahsyat itu? Berikut fakta yang berhasil dihimpun:

1. Membunuh 95% Populasi

Kemusnahan Terbesar seperti ini pernah terjadi 252 juta silam, lebih mematikan (meskipun tidak terlalu mendadak), membunuh 95% kehidupan di lautan dan 70% di daratan.

Batu langit yang mengakhiri Zaman Kapur telah memusnahkan dinosaurus terkenal seperti Tyrannosaurus dan Triceratops, serta makhluk yang kurang dikenal tetapi aneh seperti Anzu, atau &quot;ayam dari neraka&quot;.

Ada pula dinosaurus berparuh bebek, dinosaurus leher panjang, dinosaurus berkulit tebal seperti baja - dan, dengan sangat cepat, semuanya mati.

2. Bencana Paling Buruk

Steve Brusatte dan rekan-rekannya, yang menulis riset bertajuk The Rise and Reign of the Mammals di Universitas Edinburgh.

Satu hal yang ditekankan oleh Brusatte adalah saat asteroid menghantam bumi, adalah hari paling buruk untuk kehidupan bagi siapa pun, termasuk mamalia, burung (dinosaurus unggas), dan reptil.

&quot;Ini bukan asteroid normal, ini adalah asteroid terbesar yang pernah menghantam Bumi, setidaknya sejak setengah miliar tahun terakhir,&quot; kata Brusatte. &quot;Usaha bertahan hidup mamalia hampir sama seperti dinosaurus.&quot;

3. Kepunahan Massal Melahirkan Babak Baru

Kepunahan massal melahirkan babak baru untuk diversifikasi besar-besaran yang akhirnya memunculkan paus biru, cheetah, dormice, platipus, dan tentu saja, kita.

Namun, pertama-tama, rintangan kecil: hutan di dunia telah musnah dilalap api, dan langit penuh dengan abu, menghalangi sinar matahari dan mencegah tumbuhan berfotosintesis. Ekosistem runtuh &quot;seperti sistem yang rapuh&quot;, kata Busatte.

Permukaan Bumi kemudian menjadi lebih panas dari oven dalam putaran gelombang panas, dan setelah itu, musim dingin yang tidak menentu dengan suhu rata-rata turun 20C selama lebih dari 30 tahun.

Banyak pemangsa mamalia yang paling berbahaya telah punah, tapi dunia itu sendiri menjadi musuh tak terbayangkan bagi kehidupan yang ada.
4. Rahasia Selamat: Tingkat Preproduksi Cepat

Saat menghadapi kiamat di Bumi, tikus memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan populasinya.

Selain kehamilan, tubuh yang lebih besar biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kematangan seksual - alasan lain kenapa dinosaurus tidak bertahan, khususnya yang berukuran besar.

&quot;Butuh waktu cukup lama hingga mereka menjadi dewasa. Misalnya T-rex itu butuh waktu 20 tahun untuk menjadi dewasa,&quot; kata Brusatte. &quot;Bukan karena mereka tidak tumbuh dengan cepat, hanya saja banyak dari mereka yang begitu besar sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk berkembang dari bayi hingga menjadi dewasa.&quot;

5. Bertahan di Bawah Tanah

Petunjuk lainnya bagaimana mamalia bertahan setelah hantaman asteroid adalah bentuk tubuhnya yang &quot;sangat aneh&quot;, bisa dilihat dari Paleosen dan seterusnya. Shelley menganalisis tulang pergelangan kaki (tulang kecil, keras, dan padat yang terawetkan dengan baik) untuk melihat betapa miripnya mamalia era Paleosen Awal satu sama lain, dengan mamalia yang hidup hari ini.

&quot;Kami menemukan bahwa mamalia periode Paleosen ini aneh. Mereka berbeda dari mamalia modern,&quot; kata Shelley. &quot;Dan yang menyamakan mereka adalah fakta mereka memiliki morfologi yang sangat tebal dan kuat.&quot;

Mamalia ini memiliki otot besar yang melekat dengan tulang kekar, dan di antara mamalia yang ada sekarang, mereka memiliki kemiripan paling besar dengan spesies yang hidup di bawah tanah, dan menggali tanah, kata Shelley.

&quot;Jadi hipotesis yang muncul adalah hewan yang selamat dari kepunahan ini memiliki kelebihan, karena mereka mampu menggali untuk masuk ke dalam tanah, bertahan dari dampak langsung periode kehancuran, dan api, musim dingin yang berubah cepat, dan bersembunyi di bawah tanah untuk sejenak.&quot;

Karena hewan penyintas adalah - tak ada cara lain untuk mengatakannya - berotot kuat, keturunan mereka juga mewarisi bentuk tubuh yang kuat.

6. Makan Segalanya

Asteroid menghancurkan sebagian besar kehidupan tumbuhan, sumber pertama dari rantai makanan di daratan. Mamalia dengan kemampuan mengubah selera makan menjadi pemakan segalanya, lebih baik dari pada mamalia yang pola makannya lebih khusus.

&quot;Hewan-hewan yang melampaui masa kepunahan pada dasarnya hanya menjadi tidak terlalu terspesialisasi [dalam hal makanan],&quot; kata Shelley. Misalnya, Didelphodon (karinovora kerabat marsupial seukuran kucing) memangsa hewan yang jumlahnya sedikit, dan harus memburu dengan jarak jauh.

&quot;Mereka terlalu banyak kekhususan pada makanan, dan akhirnya kehilangan sumber makanannya,&quot; kata Shelley. &quot;Sedangkan jika Anda adalah hewan kecil, Anda bisa menyesuaikan pola makan dan gaya hidup Anda dengan cepat. Ini merupakan cara yang baik untuk bertahan dari kepunahan.</content:encoded></item></channel></rss>
