<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelompok Pasukan Bayaran Rusia Klaim Rebut Soledar, Bantai 500 Tentara Ukraina</title><description>Grup Wagner juga mengklaim menemukan diduga jasad warga negara Inggris yang hilang di Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2744665/kelompok-pasukan-bayaran-rusia-klaim-rebut-soledar-bantai-500-tentara-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2744665/kelompok-pasukan-bayaran-rusia-klaim-rebut-soledar-bantai-500-tentara-ukraina"/><item><title>Kelompok Pasukan Bayaran Rusia Klaim Rebut Soledar, Bantai 500 Tentara Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2744665/kelompok-pasukan-bayaran-rusia-klaim-rebut-soledar-bantai-500-tentara-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2744665/kelompok-pasukan-bayaran-rusia-klaim-rebut-soledar-bantai-500-tentara-ukraina</guid><pubDate>Kamis 12 Januari 2023 06:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/12/18/2744665/kelompok-pasukan-bayaran-rusia-klaim-rebut-soledar-bantai-500-tentara-ukraina-tF8IhqTxYP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan layar dari video di media sosial menampilkan pertempuran di Soledar, Ukraina timur. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/12/18/2744665/kelompok-pasukan-bayaran-rusia-klaim-rebut-soledar-bantai-500-tentara-ukraina-tF8IhqTxYP.jpg</image><title>Tangkapan layar dari video di media sosial menampilkan pertempuran di Soledar, Ukraina timur. (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW - Kepala perusahaan militer swasta Rusia Grup Wagner pada Rabu, (11/1/2023) mengatakan pasukannya telah mencapai &quot;pembebasan&quot; penuh kota pertambangan Soledar di Ukraina timur, menewaskan sekira 500 tentara pro-Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Di Balik Kelompok Wagner, Tentara Bayaran Putin yang Kobarkan Perang Berdarah di Perbatasan NATO

Beberapa menit sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengejek klaim Rusia sebelumnya untuk menguasai sebagian kota dan mengatakan pertempuran terus berlanjut.&amp;nbsp;
Kepala Wagner Yevgeny Prigozhin pada Selasa, (10/1/2023) mengumumkan pasukannya telah menguasai Soledar tetapi mengatakan pertempuran masih berkecamuk di pusat kota. Pada Rabu, dia tidak menyebutkan tentang bentrokan yang berkelanjutan.
&quot;Saya ingin mengkonfirmasi pembebasan penuh dan pembersihan wilayah Soledar dari unit tentara Ukraina ... Unit Ukraina yang tidak mau menyerah dihancurkan,&quot; katanya dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pimpinan Wagner Bela Video Pembunuhan Brutal Tentara Bayaran yang Dituduh Membelot ke Ukraina

Pasukan Wagner &quot;membunuh sekira 500 orang. Seluruh kota dipenuhi mayat tentara Ukraina.&quot;
Kelompok tentara bayaran itu juga mengatakan telah menemukan jenazah salah satu dari dua pekerja bantuan sukarela Inggris dilaporkan hilang di Ukraina timur.Grup Wagner tidak menyebutkan nama orang yang meninggal itu tetapi mengatakan dokumen milik kedua warga Inggris telah ditemukan di mayat tersebut. Sebuah foto yang dipasang di samping pernyataan itu menunjukkan paspor bertuliskan nama Andrew Bagshaw dan Christopher Parry, dua pekerja yang hilang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC8xLzE2MDA5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Polisi Ukraina mengatakan keduanya meninggalkan kota Kramatorsk menuju kota Soledar pada Jumat, (6/1/2023) pagi dan dilaporkan hilang pada Sabtu, (7/1/2023) malam setelah kontak dengan mereka terputus.
</description><content:encoded>MOSKOW - Kepala perusahaan militer swasta Rusia Grup Wagner pada Rabu, (11/1/2023) mengatakan pasukannya telah mencapai &quot;pembebasan&quot; penuh kota pertambangan Soledar di Ukraina timur, menewaskan sekira 500 tentara pro-Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Di Balik Kelompok Wagner, Tentara Bayaran Putin yang Kobarkan Perang Berdarah di Perbatasan NATO

Beberapa menit sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengejek klaim Rusia sebelumnya untuk menguasai sebagian kota dan mengatakan pertempuran terus berlanjut.&amp;nbsp;
Kepala Wagner Yevgeny Prigozhin pada Selasa, (10/1/2023) mengumumkan pasukannya telah menguasai Soledar tetapi mengatakan pertempuran masih berkecamuk di pusat kota. Pada Rabu, dia tidak menyebutkan tentang bentrokan yang berkelanjutan.
&quot;Saya ingin mengkonfirmasi pembebasan penuh dan pembersihan wilayah Soledar dari unit tentara Ukraina ... Unit Ukraina yang tidak mau menyerah dihancurkan,&quot; katanya dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pimpinan Wagner Bela Video Pembunuhan Brutal Tentara Bayaran yang Dituduh Membelot ke Ukraina

Pasukan Wagner &quot;membunuh sekira 500 orang. Seluruh kota dipenuhi mayat tentara Ukraina.&quot;
Kelompok tentara bayaran itu juga mengatakan telah menemukan jenazah salah satu dari dua pekerja bantuan sukarela Inggris dilaporkan hilang di Ukraina timur.Grup Wagner tidak menyebutkan nama orang yang meninggal itu tetapi mengatakan dokumen milik kedua warga Inggris telah ditemukan di mayat tersebut. Sebuah foto yang dipasang di samping pernyataan itu menunjukkan paspor bertuliskan nama Andrew Bagshaw dan Christopher Parry, dua pekerja yang hilang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC8xLzE2MDA5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Polisi Ukraina mengatakan keduanya meninggalkan kota Kramatorsk menuju kota Soledar pada Jumat, (6/1/2023) pagi dan dilaporkan hilang pada Sabtu, (7/1/2023) malam setelah kontak dengan mereka terputus.
</content:encoded></item></channel></rss>
