<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Istri Anggota ISIS Asal Spanyol Dipenjara Ketika Dipulangkan ke Negara Asalnya</title><description>Mereka tiba di Pangkalan Udara Torrejon de Ardoz dekat Madrid pada Senin (9/1/2023) malam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2745139/dua-istri-anggota-isis-asal-spanyol-dipenjara-ketika-dipulangkan-ke-negara-asalnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2745139/dua-istri-anggota-isis-asal-spanyol-dipenjara-ketika-dipulangkan-ke-negara-asalnya"/><item><title>Dua Istri Anggota ISIS Asal Spanyol Dipenjara Ketika Dipulangkan ke Negara Asalnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2745139/dua-istri-anggota-isis-asal-spanyol-dipenjara-ketika-dipulangkan-ke-negara-asalnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/12/18/2745139/dua-istri-anggota-isis-asal-spanyol-dipenjara-ketika-dipulangkan-ke-negara-asalnya</guid><pubDate>Kamis 12 Januari 2023 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/12/18/2745139/dua-istri-anggota-isis-asal-spanyol-dipenjara-ketika-dipulangkan-ke-negara-asalnya-o5Hg80D7Xg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/VOA Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/12/18/2745139/dua-istri-anggota-isis-asal-spanyol-dipenjara-ketika-dipulangkan-ke-negara-asalnya-o5Hg80D7Xg.jpg</image><title>Ilustrasi/VOA Indonesia</title></images><description>JAKARTA - Sebuah pengadilan di Madrid, pada Rabu (11/1/2023), memerintahkan dua perempuan asal Spanyol, yang menikah dengan anggota kelompok teroris ISIS, untuk ditahan atas tuduhan terkait teror setelah mereka diterbangkan kembali dari kamp tahanan di Suriah bersama 13 anak-anak, menurut dokumen hukum.

Mereka tiba di Pangkalan Udara Torrejon de Ardoz dekat Madrid pada Senin (9/1/2023) malam hampir dua bulan setelah pemerintah Spanyol setuju untuk menerbangkan mereka pulang dari kamp Roj yang terkenal di Suriah timur laut yang dikuasai etnis Kurdi.

BACA JUGA:Ledakan Bom di Kabul Tewaskan Setidaknya 5 Orang, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Begitu tiba di pangkalan udara, Yolanda Martinez Cobos dan Luna Fernandez Grande lalu ditahan dan dibawa ke depan hakim pada Rabu (11/1/2023) di Audiencia National, pengadilan kriminal tertinggi Spanyol.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS8xLzE1ODQyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Setelah mendengar pernyataan mereka, hakim memerintahkan agar mereka ditahan dalam penahanan praperadilan tanpa jaminan atas tuduhan &quot;bergabung dengan organisasi teror&quot;, yaitu Daesh, yang merupakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.

BACA JUGA:Pengadilan Libya Hukum Mati 17 Mantan Anggota ISIS

Dalam putusannya, hakim mengatakan terdapat &quot;risiko yang nyata bahwa mereka akan kabur, mengingat tuduhan serius yang ditujukan terhadap mereka,&quot; serta risiko yang &quot;jelas&quot; akan pelanggaran kembali yang mungkin mereka lakukan.
Tetapi sang hakim tidak menangguhkan hak mereka sebagai orang tua mengingat mereka akan berada dalam penjara. Itu berarti &quot;tidak ada potensi risiko mereka kemungkinan terus mengindoktrinasi anak-anak mereka.&quot;



Anak-anak mereka kini dalam perawatan dinas sosial daerah Madrid.

</description><content:encoded>JAKARTA - Sebuah pengadilan di Madrid, pada Rabu (11/1/2023), memerintahkan dua perempuan asal Spanyol, yang menikah dengan anggota kelompok teroris ISIS, untuk ditahan atas tuduhan terkait teror setelah mereka diterbangkan kembali dari kamp tahanan di Suriah bersama 13 anak-anak, menurut dokumen hukum.

Mereka tiba di Pangkalan Udara Torrejon de Ardoz dekat Madrid pada Senin (9/1/2023) malam hampir dua bulan setelah pemerintah Spanyol setuju untuk menerbangkan mereka pulang dari kamp Roj yang terkenal di Suriah timur laut yang dikuasai etnis Kurdi.

BACA JUGA:Ledakan Bom di Kabul Tewaskan Setidaknya 5 Orang, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Begitu tiba di pangkalan udara, Yolanda Martinez Cobos dan Luna Fernandez Grande lalu ditahan dan dibawa ke depan hakim pada Rabu (11/1/2023) di Audiencia National, pengadilan kriminal tertinggi Spanyol.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS8xLzE1ODQyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Setelah mendengar pernyataan mereka, hakim memerintahkan agar mereka ditahan dalam penahanan praperadilan tanpa jaminan atas tuduhan &quot;bergabung dengan organisasi teror&quot;, yaitu Daesh, yang merupakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.

BACA JUGA:Pengadilan Libya Hukum Mati 17 Mantan Anggota ISIS

Dalam putusannya, hakim mengatakan terdapat &quot;risiko yang nyata bahwa mereka akan kabur, mengingat tuduhan serius yang ditujukan terhadap mereka,&quot; serta risiko yang &quot;jelas&quot; akan pelanggaran kembali yang mungkin mereka lakukan.
Tetapi sang hakim tidak menangguhkan hak mereka sebagai orang tua mengingat mereka akan berada dalam penjara. Itu berarti &quot;tidak ada potensi risiko mereka kemungkinan terus mengindoktrinasi anak-anak mereka.&quot;



Anak-anak mereka kini dalam perawatan dinas sosial daerah Madrid.

</content:encoded></item></channel></rss>
