<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batasi Waktu Pembagian Gas Kg, Warga dan Pengurus Pangkalan Nyaris Ricuh   </title><description>&amp;nbsp;
Warga tidak terima pengurus pangkalan membatasi waktu pembagian sekitar 2 jam&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/12/340/2745271/batasi-waktu-pembagian-gas-kg-warga-dan-pengurus-pangkalan-nyaris-ricuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/12/340/2745271/batasi-waktu-pembagian-gas-kg-warga-dan-pengurus-pangkalan-nyaris-ricuh"/><item><title>Batasi Waktu Pembagian Gas Kg, Warga dan Pengurus Pangkalan Nyaris Ricuh   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/12/340/2745271/batasi-waktu-pembagian-gas-kg-warga-dan-pengurus-pangkalan-nyaris-ricuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/12/340/2745271/batasi-waktu-pembagian-gas-kg-warga-dan-pengurus-pangkalan-nyaris-ricuh</guid><pubDate>Kamis 12 Januari 2023 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/12/340/2745271/batasi-waktu-pembagian-gas-kg-warga-dan-pengurus-pangkalan-nyaris-ricuh-eJiI2Xy0e8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Azhari</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/12/340/2745271/batasi-waktu-pembagian-gas-kg-warga-dan-pengurus-pangkalan-nyaris-ricuh-eJiI2Xy0e8.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Azhari</title></images><description>

TANJAB BARAT - Pembagian gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan gas di Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung (Tanjab) Barat nyaris ricuh diprotes warga.

Warga tidak terima pengurus pangkalan membatasi waktu pembagian sekitar 2 jam sehingga banyak warga mengaku belum mendapat gas elpiji 3 kg bersubsidi tersebut.
BACA JUGA:Sekeluarga Tergeletak dengan Mulut Berbusa di Bekasi Mengaku Muntaber Sejak Malam&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sandi, salah seorang warga setempat mengaku nyaris tidak mendapatkan pembagian gas elpiji 3 kg.

&quot;Saya ini warga tidak jauh dari sini tapi tidak kebagian. Kami mau masak, katanya alasannya sudah habis,&quot; tandasnya, Kamis (12/1/2023).
BACA JUGA:Sore Ini Gunung Kerinci Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.200 Meter&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Padahal, tambahnya, dirinya sudah membawa kartu KTP sebagai syarat mendapatkan gas elpiji.

Beruntung, setelah terjadi perdebatan dan protes elpiji 3 kg yang diharapkan untuk bisa masak diberikan oleh pengurus pangkalan.

Warga lainnya, Amin mengaku harga di pangkalan mencapai Rp25.000 per tabung 3 kg.

&quot;Saya sendiri tidak tahu harganya bisa mencapai Rp25.000 per tabung 3 kg. Biasanya Rp21.000,&quot; ungkapnya.

Menurutnya, pihak pangkalan sudah melebihi batas penjualan dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah bagi pihak pangkalan.

Sementara pengurus pangkalan gas elpiji 3 kg, Becek, membantah menjual gas melon tersebut hingga mencapai Rp25 ribu.


&quot;Mana orangnya, saya selama ini menjualnya Rp20 ribu sampai Rp21 ribu,&quot; tandasnya.

Dengan kejadian tersebut, warga berharap pihak pangkalan bisa membagikan gas melon secara adil ke masyarakat sekitar.

Untuk diketahui, setiap pangkalan biasanya mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg berkisar 350 sampai 500 tabung gas.

Dengan sebanyak itu, dimungkinkan mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar pangkalan.</description><content:encoded>

TANJAB BARAT - Pembagian gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan gas di Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung (Tanjab) Barat nyaris ricuh diprotes warga.

Warga tidak terima pengurus pangkalan membatasi waktu pembagian sekitar 2 jam sehingga banyak warga mengaku belum mendapat gas elpiji 3 kg bersubsidi tersebut.
BACA JUGA:Sekeluarga Tergeletak dengan Mulut Berbusa di Bekasi Mengaku Muntaber Sejak Malam&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sandi, salah seorang warga setempat mengaku nyaris tidak mendapatkan pembagian gas elpiji 3 kg.

&quot;Saya ini warga tidak jauh dari sini tapi tidak kebagian. Kami mau masak, katanya alasannya sudah habis,&quot; tandasnya, Kamis (12/1/2023).
BACA JUGA:Sore Ini Gunung Kerinci Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.200 Meter&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Padahal, tambahnya, dirinya sudah membawa kartu KTP sebagai syarat mendapatkan gas elpiji.

Beruntung, setelah terjadi perdebatan dan protes elpiji 3 kg yang diharapkan untuk bisa masak diberikan oleh pengurus pangkalan.

Warga lainnya, Amin mengaku harga di pangkalan mencapai Rp25.000 per tabung 3 kg.

&quot;Saya sendiri tidak tahu harganya bisa mencapai Rp25.000 per tabung 3 kg. Biasanya Rp21.000,&quot; ungkapnya.

Menurutnya, pihak pangkalan sudah melebihi batas penjualan dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah bagi pihak pangkalan.

Sementara pengurus pangkalan gas elpiji 3 kg, Becek, membantah menjual gas melon tersebut hingga mencapai Rp25 ribu.


&quot;Mana orangnya, saya selama ini menjualnya Rp20 ribu sampai Rp21 ribu,&quot; tandasnya.

Dengan kejadian tersebut, warga berharap pihak pangkalan bisa membagikan gas melon secara adil ke masyarakat sekitar.

Untuk diketahui, setiap pangkalan biasanya mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg berkisar 350 sampai 500 tabung gas.

Dengan sebanyak itu, dimungkinkan mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar pangkalan.</content:encoded></item></channel></rss>
