<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Populer di Indonesia, Lato-Lato Ternyata Dilarang Keras di Negara-Negara Ini</title><description>Lato-lato ternyata dilarang di negara-negara ini, apa alasannya?</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/13/18/2745696/populer-di-indonesia-lato-lato-ternyata-dilarang-keras-di-negara-negara-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/13/18/2745696/populer-di-indonesia-lato-lato-ternyata-dilarang-keras-di-negara-negara-ini"/><item><title>Populer di Indonesia, Lato-Lato Ternyata Dilarang Keras di Negara-Negara Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/13/18/2745696/populer-di-indonesia-lato-lato-ternyata-dilarang-keras-di-negara-negara-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/13/18/2745696/populer-di-indonesia-lato-lato-ternyata-dilarang-keras-di-negara-negara-ini</guid><pubDate>Jum'at 13 Januari 2023 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/13/18/2745696/populer-di-indonesia-lato-lato-ternyata-dilarang-keras-di-negara-negara-ini-qLu0qlCW97.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/13/18/2745696/populer-di-indonesia-lato-lato-ternyata-dilarang-keras-di-negara-negara-ini-qLu0qlCW97.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Lato-lato kini tengah menjadi permainan populer di Indonesia. Tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun terlihat memainkan permainan yang menimbulkan suara berisik yang khas itu.
Tidak hanya di Indonesia, lato-lato ternyata pernah populer di mancanegara pada era 1960 hingga 1970-an. Menurut Groovy History, di luar negeri, lato-lato dikenal dengan berbagai nama mulai dari click-clacks, knockers, Ker-Bangers dan Clackers.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Disdik Bekasi Imbau Siswa Tak Bawa Lato-Lato ke Sekolah

Namun, meski digandrungi anak-anak, lato-lato ternyata juga dilarang di sejumlah negara di dunia. Bukan karena suara berisiknya yang bisa membuat kesal dan menguji kesabaran, tetapi karena lato-lato dianggap berbahaya bagi penggunanya dan orang di sekitar.
Berikut beberapa negara yang melarang lato-lato, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber:
BACA JUGA:&amp;nbsp;Main Lato-Lato Bikin Tangan Memar, Seriuskah Dampaknya?&amp;nbsp;

Amerika Serikat
Pada 1970-an Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan bahaya publik terkait lato-lato atau clanker. Peringatan itu diumumkan menyusul setidaknya empat cidera akibat clanker yang &amp;ldquo;meledak&amp;rdquo; atau terlepas.
Setelah beberapa tahun, lato-lato dikategorikan sebagai &amp;ldquo;bahaya mekanis&amp;rdquo; dan dilarang hingga akhirnya hilang dari pasaran di Amerika Serikat. Beberapa lato-lato yang masih dijual di kemudian hari disita oleh pihak berwenang.Inggris Raya
Seperti juga di Amerika Serikat, lato-lato juga sangat populer di Inggris Raya dan Kanada pada 1970-an, dan seperti di Amerika Serikat, mainan ini juga akhirnya dilarang di Negeri Raja Charles itu. Di Inggris Raya lato-lato dilarang karena potensi bahaya yang ditimbulkan, mulai dari pecah atau meledak, yang dapat menimbulkan kebutaan, hingga menyebabkan cedera pergelangan tangan.
Mesir
Di Mesir lato-lato menjadi populer pada 2017 dan membuat marah pihak berwenang di negara itu, bukan karena potensi bahayanya. Pada saat ini, lato-lato sudah dibuat menggunakan plastik sehingga kemungkinan mainan ini pecah menjadi kepingan yang bisa membutakan mata sangat minim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMi8xLzE2MDY1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, di Mesir lato-lato mendapat nama lain yaitu &amp;ldquo;Sisi&amp;rsquo;s Balls&amp;rdquo;, yang bisa diterjemahkan menjadi &amp;ldquo;buah zakar Sisi&amp;rdquo;, merujuk pada Presiden Abdel Fatah el Sisi. Nama ini membuat lato-lato dianggap menghina oleh pemerintah dan ribuan mainan itu segera disita oleh pihak berwenang.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Lato-lato kini tengah menjadi permainan populer di Indonesia. Tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun terlihat memainkan permainan yang menimbulkan suara berisik yang khas itu.
Tidak hanya di Indonesia, lato-lato ternyata pernah populer di mancanegara pada era 1960 hingga 1970-an. Menurut Groovy History, di luar negeri, lato-lato dikenal dengan berbagai nama mulai dari click-clacks, knockers, Ker-Bangers dan Clackers.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Disdik Bekasi Imbau Siswa Tak Bawa Lato-Lato ke Sekolah

Namun, meski digandrungi anak-anak, lato-lato ternyata juga dilarang di sejumlah negara di dunia. Bukan karena suara berisiknya yang bisa membuat kesal dan menguji kesabaran, tetapi karena lato-lato dianggap berbahaya bagi penggunanya dan orang di sekitar.
Berikut beberapa negara yang melarang lato-lato, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber:
BACA JUGA:&amp;nbsp;Main Lato-Lato Bikin Tangan Memar, Seriuskah Dampaknya?&amp;nbsp;

Amerika Serikat
Pada 1970-an Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan bahaya publik terkait lato-lato atau clanker. Peringatan itu diumumkan menyusul setidaknya empat cidera akibat clanker yang &amp;ldquo;meledak&amp;rdquo; atau terlepas.
Setelah beberapa tahun, lato-lato dikategorikan sebagai &amp;ldquo;bahaya mekanis&amp;rdquo; dan dilarang hingga akhirnya hilang dari pasaran di Amerika Serikat. Beberapa lato-lato yang masih dijual di kemudian hari disita oleh pihak berwenang.Inggris Raya
Seperti juga di Amerika Serikat, lato-lato juga sangat populer di Inggris Raya dan Kanada pada 1970-an, dan seperti di Amerika Serikat, mainan ini juga akhirnya dilarang di Negeri Raja Charles itu. Di Inggris Raya lato-lato dilarang karena potensi bahaya yang ditimbulkan, mulai dari pecah atau meledak, yang dapat menimbulkan kebutaan, hingga menyebabkan cedera pergelangan tangan.
Mesir
Di Mesir lato-lato menjadi populer pada 2017 dan membuat marah pihak berwenang di negara itu, bukan karena potensi bahayanya. Pada saat ini, lato-lato sudah dibuat menggunakan plastik sehingga kemungkinan mainan ini pecah menjadi kepingan yang bisa membutakan mata sangat minim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMi8xLzE2MDY1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, di Mesir lato-lato mendapat nama lain yaitu &amp;ldquo;Sisi&amp;rsquo;s Balls&amp;rdquo;, yang bisa diterjemahkan menjadi &amp;ldquo;buah zakar Sisi&amp;rdquo;, merujuk pada Presiden Abdel Fatah el Sisi. Nama ini membuat lato-lato dianggap menghina oleh pemerintah dan ribuan mainan itu segera disita oleh pihak berwenang.
</content:encoded></item></channel></rss>
