<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Dorong Semua Pihak Atasi Permasalahan Sampah Plastik</title><description>Kolaborasi semua pihak menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah lingkungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/16/337/2747415/pemerintah-dorong-semua-pihak-atasi-permasalahan-sampah-plastik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/16/337/2747415/pemerintah-dorong-semua-pihak-atasi-permasalahan-sampah-plastik"/><item><title>Pemerintah Dorong Semua Pihak Atasi Permasalahan Sampah Plastik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/16/337/2747415/pemerintah-dorong-semua-pihak-atasi-permasalahan-sampah-plastik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/16/337/2747415/pemerintah-dorong-semua-pihak-atasi-permasalahan-sampah-plastik</guid><pubDate>Senin 16 Januari 2023 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rafika Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/16/337/2747415/pemerintah-dorong-semua-pihak-atasi-permasalahan-sampah-plastik-XfyHOmnc22.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/16/337/2747415/pemerintah-dorong-semua-pihak-atasi-permasalahan-sampah-plastik-XfyHOmnc22.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA -Persoalan pengelolaan sampah plastik merupakan tanggung jawab sosial perusahaan dan pemangku kepentingan lain dalam mengatasi masalah lingkungan. Termasuk masalah  sampah plastik, oleh karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah lingkungan.
(Baca juga: Permasalahan Sampah, Pemerintah Optimis Bisa Capai Target Zero Waste 2030)
Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup No 75 Tahun 2019, KLHK mendorong perusahaan untuk mengelola lingkungan dan menerapkan praktek industri ramah lingkungan melalui audit dan pemberian peringkat penghargaan Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap dunia usaha bisa menjaga prestasi yang ada dan bisa menjadi agen perubahan dalam upaya pemberdayaan masyarakat bisa mendorong usaha dan masyarakat menjadi lebih berdaya.
&amp;ldquo;Dari tahun ketahun jumlah peraih Emas dan Hijau makin meningkat, seiring dengan semakin kompleksnya penilaian sesuai dengan tuntutan zaman,&amp;rdquo; ujar Wapres Ma&amp;rsquo;ruf beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menyambut baik peran serta swasta dalam mendukung berbagai upaya pemerintah mengubah paradigma masyarakat dalam mengelola sampah. Salah satunya mendukung program Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia (Gradasi).
Sejak diluncurkan April 2021, hingga akhir tahun lalu, Gradasi telah mengumpulkan sekitar 90 ton sampah dengan melibatkan 100 masjid, 35 gereja, 92 sekolah dan 98 pesantren di wilayah Jawa, Gorontalo, Tapanuli, Lombok dan Labuan Bajo.  Kedepannya, diharapkan dapat turut melibatkan rumah ibadah lain seperti Pura, Klenteng dan Vihara di Indonesia.
&amp;ldquo;Oleh karenanya, kami mengajak semua pihak, swasta serta pemuka agama untuk mengambil bagian dalam proses edukasi pengelolaan sampah di tengah masyarakat,&amp;rdquo;ujar Vivien.
&amp;ldquo;Mengingat masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang religius, bergabungnya masjid dan gereja dalam Gradasi dapat membangun kesadaran lebih bagi masyarakat,&amp;rdquo; tutup Vivien.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah yang terintegrasi.

&amp;ldquo;Kami menyadari hal ini merupakan tantangan bersama yang sangat kompleks. Untuk itu diperlukan kolaborasi lintas sektor dan kontribusi yang nyata dan kuat dari seluruh pihak. Dengan sinergi yang baik, pengelolaan sampah plastik yang komprehensif, ekosistem pengelolaan yang mumpuni serta partisipasi aktif semua pihak, kami yakin bahwa target yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai.&amp;ldquo; kata Arif Mujahidin

Hasil studi LPEM FEB UI mengungkap bahwa gerakan bijak berplastik telah meningkatkan jumlah sampah yang didaur ulang menjadi 17% lebih banyak, sehingga menurunkan jumlah sampah yang tetap berada di TPA sebesar 14% dan mengurangi volume sampah yang berakhir di ekosistem laut. Gerakan ini juga diestimasi berkontribusi menurunkan jumlah sampah yang dibakar dan dapat menghindari emisi hingga mencapai 36.369 ton CO2.</description><content:encoded>JAKARTA -Persoalan pengelolaan sampah plastik merupakan tanggung jawab sosial perusahaan dan pemangku kepentingan lain dalam mengatasi masalah lingkungan. Termasuk masalah  sampah plastik, oleh karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah lingkungan.
(Baca juga: Permasalahan Sampah, Pemerintah Optimis Bisa Capai Target Zero Waste 2030)
Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup No 75 Tahun 2019, KLHK mendorong perusahaan untuk mengelola lingkungan dan menerapkan praktek industri ramah lingkungan melalui audit dan pemberian peringkat penghargaan Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap dunia usaha bisa menjaga prestasi yang ada dan bisa menjadi agen perubahan dalam upaya pemberdayaan masyarakat bisa mendorong usaha dan masyarakat menjadi lebih berdaya.
&amp;ldquo;Dari tahun ketahun jumlah peraih Emas dan Hijau makin meningkat, seiring dengan semakin kompleksnya penilaian sesuai dengan tuntutan zaman,&amp;rdquo; ujar Wapres Ma&amp;rsquo;ruf beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menyambut baik peran serta swasta dalam mendukung berbagai upaya pemerintah mengubah paradigma masyarakat dalam mengelola sampah. Salah satunya mendukung program Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia (Gradasi).
Sejak diluncurkan April 2021, hingga akhir tahun lalu, Gradasi telah mengumpulkan sekitar 90 ton sampah dengan melibatkan 100 masjid, 35 gereja, 92 sekolah dan 98 pesantren di wilayah Jawa, Gorontalo, Tapanuli, Lombok dan Labuan Bajo.  Kedepannya, diharapkan dapat turut melibatkan rumah ibadah lain seperti Pura, Klenteng dan Vihara di Indonesia.
&amp;ldquo;Oleh karenanya, kami mengajak semua pihak, swasta serta pemuka agama untuk mengambil bagian dalam proses edukasi pengelolaan sampah di tengah masyarakat,&amp;rdquo;ujar Vivien.
&amp;ldquo;Mengingat masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang religius, bergabungnya masjid dan gereja dalam Gradasi dapat membangun kesadaran lebih bagi masyarakat,&amp;rdquo; tutup Vivien.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah yang terintegrasi.

&amp;ldquo;Kami menyadari hal ini merupakan tantangan bersama yang sangat kompleks. Untuk itu diperlukan kolaborasi lintas sektor dan kontribusi yang nyata dan kuat dari seluruh pihak. Dengan sinergi yang baik, pengelolaan sampah plastik yang komprehensif, ekosistem pengelolaan yang mumpuni serta partisipasi aktif semua pihak, kami yakin bahwa target yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai.&amp;ldquo; kata Arif Mujahidin

Hasil studi LPEM FEB UI mengungkap bahwa gerakan bijak berplastik telah meningkatkan jumlah sampah yang didaur ulang menjadi 17% lebih banyak, sehingga menurunkan jumlah sampah yang tetap berada di TPA sebesar 14% dan mengurangi volume sampah yang berakhir di ekosistem laut. Gerakan ini juga diestimasi berkontribusi menurunkan jumlah sampah yang dibakar dan dapat menghindari emisi hingga mencapai 36.369 ton CO2.</content:encoded></item></channel></rss>
