<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satu Keluarga Diduga Keracunan di Bekasi, Polisi Bakal Periksa Lambung Korban</title><description>Terkait satu keluarga diduga keracunan di Bekasi, polisi bakal memeriksa lambung korban.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/16/338/2747480/satu-keluarga-diduga-keracunan-di-bekasi-polisi-bakal-periksa-lambung-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/16/338/2747480/satu-keluarga-diduga-keracunan-di-bekasi-polisi-bakal-periksa-lambung-korban"/><item><title>Satu Keluarga Diduga Keracunan di Bekasi, Polisi Bakal Periksa Lambung Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/16/338/2747480/satu-keluarga-diduga-keracunan-di-bekasi-polisi-bakal-periksa-lambung-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/16/338/2747480/satu-keluarga-diduga-keracunan-di-bekasi-polisi-bakal-periksa-lambung-korban</guid><pubDate>Senin 16 Januari 2023 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/16/338/2747480/satu-keluarga-diduga-keracunan-di-bekasi-polisi-bakal-periksa-lambung-korban-aDxTO6oHKN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi sekeluarga ditemukan tergeletak diduga keracunan di Bekasi. (Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/16/338/2747480/satu-keluarga-diduga-keracunan-di-bekasi-polisi-bakal-periksa-lambung-korban-aDxTO6oHKN.jpg</image><title>Lokasi sekeluarga ditemukan tergeletak diduga keracunan di Bekasi. (Dok MPI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNC8xLzE2MDczNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Tim gabungan bakal memeriksa lambung korban satu keluarga yang diduga keracunan di Bantargebang, Bekasi. Dalam peristiwa ini, 3 dari 5 orang dinyatakan tewas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pemeriksaan lambung dilakukan untuk mencari tahu kandungan apa yang ada sehingga mereka bisa keracunan.

&quot;Kemudian, juga yang ada pada lambungnya nah ini kan butuh waktu. Nanti, untuk hasilnya sampai berapa lama kesempatan pertama non teknis ya. Nanti kami kan sampaikan apa yang menjadi penyebabnya. Ini menjadi teknis untuk menentukan proses penyidikan,&quot; kata Trunoyudo, Senin (16/1/2023).

Sampel makanan terakhir hingga minuman yang dikonsumsi para korban pada hari kejadian juga akan diperiksa. Hingga kini, hasil pemeriksaan belum rampung.

BACA JUGA:Satu Keluarga Diduga Keracunan di Bekasi, Polisi Olah TKP Ulang

&quot;Jadi, kami masih butuh waktu untuk mendapatkan hasil dari laboratorium. Yang diambil kan sample-samplenya jelas sudah disampaikan termasuk apa yang dimakan terakhir dan makanan apa yang ada di rumah serta minuman,&quot; ujarnya.


Sebelumnya, satu keluarga ditemukan tidak sadarkan diri di rumah kontrakan kawasan Bantargebang, Bekasi pada Kamis (12/1/2023).

Para korban yang terdiri dari empat orang dewasa dan satu orang anak-anak itu, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan.

Trunoyudo menjelaskan bahwa para korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan mulut mengeluarkan busa di rumah kontrakan yang baru mereka huni sepekan terakhir.

Terkini, tiga orang dalam satu keluarga itu dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan, dua korban lainnya masih dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bantargebang.

&quot;Kondisi keduanya sudah menunjukkan perubahan yang lebih baik dibandingkan saat pertama kali dibawa,&quot; ucap Trunoyudo.
</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNC8xLzE2MDczNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Tim gabungan bakal memeriksa lambung korban satu keluarga yang diduga keracunan di Bantargebang, Bekasi. Dalam peristiwa ini, 3 dari 5 orang dinyatakan tewas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pemeriksaan lambung dilakukan untuk mencari tahu kandungan apa yang ada sehingga mereka bisa keracunan.

&quot;Kemudian, juga yang ada pada lambungnya nah ini kan butuh waktu. Nanti, untuk hasilnya sampai berapa lama kesempatan pertama non teknis ya. Nanti kami kan sampaikan apa yang menjadi penyebabnya. Ini menjadi teknis untuk menentukan proses penyidikan,&quot; kata Trunoyudo, Senin (16/1/2023).

Sampel makanan terakhir hingga minuman yang dikonsumsi para korban pada hari kejadian juga akan diperiksa. Hingga kini, hasil pemeriksaan belum rampung.

BACA JUGA:Satu Keluarga Diduga Keracunan di Bekasi, Polisi Olah TKP Ulang

&quot;Jadi, kami masih butuh waktu untuk mendapatkan hasil dari laboratorium. Yang diambil kan sample-samplenya jelas sudah disampaikan termasuk apa yang dimakan terakhir dan makanan apa yang ada di rumah serta minuman,&quot; ujarnya.


Sebelumnya, satu keluarga ditemukan tidak sadarkan diri di rumah kontrakan kawasan Bantargebang, Bekasi pada Kamis (12/1/2023).

Para korban yang terdiri dari empat orang dewasa dan satu orang anak-anak itu, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan.

Trunoyudo menjelaskan bahwa para korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan mulut mengeluarkan busa di rumah kontrakan yang baru mereka huni sepekan terakhir.

Terkini, tiga orang dalam satu keluarga itu dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan, dua korban lainnya masih dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bantargebang.

&quot;Kondisi keduanya sudah menunjukkan perubahan yang lebih baik dibandingkan saat pertama kali dibawa,&quot; ucap Trunoyudo.
</content:encoded></item></channel></rss>
