<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulut, Ini Analisis BMKG</title><description>Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulut, Ini Analisis BMKG
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/18/337/2748649/gempa-magnitudo-7-1-guncang-melonguane-sulut-ini-analisis-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/18/337/2748649/gempa-magnitudo-7-1-guncang-melonguane-sulut-ini-analisis-bmkg"/><item><title>Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulut, Ini Analisis BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/18/337/2748649/gempa-magnitudo-7-1-guncang-melonguane-sulut-ini-analisis-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/18/337/2748649/gempa-magnitudo-7-1-guncang-melonguane-sulut-ini-analisis-bmkg</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/337/2748649/gempa-magnitudo-7-1-guncang-melonguane-sulut-ini-analisis-bmkg-4kzeOjeR8I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa (Ilustrasi/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/337/2748649/gempa-magnitudo-7-1-guncang-melonguane-sulut-ini-analisis-bmkg-4kzeOjeR8I.jpg</image><title>Gempa (Ilustrasi/MPI)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Rabu (18/1/2023) pukul 13.06 WIB.

Berdasarkan analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,80&amp;deg; Lintang Utara (LU); 127,11&amp;deg; Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi 141 kilometer arah tenggara Melonguane pada kedalaman 64 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah dipicu oleh deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku.

&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&quot; kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Namun, BMKG memastikan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Dampak gempa ini dirasakan di daerah Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, Tidore dengan skala intensitas III-IV MMI.

BACA JUGA:Mengouane Sulut Diguncang 2 Kali Gempa Susulan Usai Gempa Besar M7,1&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selanjutnya daerah Minahasa, Manado, Minahasa Utara, Bitung, Ternate, Sofifi, Halmahera Timur, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Bolaang Mongondow, Banggai Kepulauan dengan skala intensitas III MMI, Kota Gorontalo dengan skala intensitas II MMI.


Hingga pukul 14.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 10 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,8 sampai 5,3.

&quot;Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Rabu (18/1/2023) pukul 13.06 WIB.

Berdasarkan analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,80&amp;deg; Lintang Utara (LU); 127,11&amp;deg; Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi 141 kilometer arah tenggara Melonguane pada kedalaman 64 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah dipicu oleh deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku.

&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&quot; kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Namun, BMKG memastikan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Dampak gempa ini dirasakan di daerah Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, Tidore dengan skala intensitas III-IV MMI.

BACA JUGA:Mengouane Sulut Diguncang 2 Kali Gempa Susulan Usai Gempa Besar M7,1&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selanjutnya daerah Minahasa, Manado, Minahasa Utara, Bitung, Ternate, Sofifi, Halmahera Timur, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Bolaang Mongondow, Banggai Kepulauan dengan skala intensitas III MMI, Kota Gorontalo dengan skala intensitas II MMI.


Hingga pukul 14.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 10 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,8 sampai 5,3.

&quot;Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
