<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bharada E Dijadikan JC, Ayah Brigadir J Harap Tuntutan JPU Bukan Bebas</title><description>Samuel Hutabarat berharap tuntutan JPU bukan harus bebas dari jeratan hukuman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/18/340/2748359/bharada-e-dijadikan-jc-ayah-brigadir-j-harap-tuntutan-jpu-bukan-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/18/340/2748359/bharada-e-dijadikan-jc-ayah-brigadir-j-harap-tuntutan-jpu-bukan-bebas"/><item><title>Bharada E Dijadikan JC, Ayah Brigadir J Harap Tuntutan JPU Bukan Bebas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/18/340/2748359/bharada-e-dijadikan-jc-ayah-brigadir-j-harap-tuntutan-jpu-bukan-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/18/340/2748359/bharada-e-dijadikan-jc-ayah-brigadir-j-harap-tuntutan-jpu-bukan-bebas</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/340/2748359/bharada-e-dijadikan-jc-ayah-brigadir-j-harap-tuntutan-jpu-bukan-bebas-MieSgTL2Oj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/340/2748359/bharada-e-dijadikan-jc-ayah-brigadir-j-harap-tuntutan-jpu-bukan-bebas-MieSgTL2Oj.jpg</image><title>Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MUAROJAMBI - Sidang tuntutan terhadap Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dijadwalkan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (18/1/2023).
Ayah Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat berharap tuntutan JPU bukan harus bebas dari jeratan hukuman.
&quot;Tuntutan untuk Bharada E atau Eliezer memang oleh LPSK dijadikan sebagai justice collaborator (JC), namun bukan harus bebas dari jeratan hukuman,&quot; tegasnya.
Kini, diri dan keluarga besar mendiang Brigadir J hanya bisa menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim sebagai wakil Tuhan di muka bumi.
Baca juga:&amp;nbsp;Hari Ini Giliran Putri Candrawathi dan Bharada E Jalani Sidang Tuntutan
&quot;Kita serahkan ke majelis hakim yang menilai, apakah Elizer cocok sebagai JC atau tidak?&quot; tutur Samuel.
Dengan keputusan yang seadil-adilnya tersebut, mereka berharap arwah anaknya tersebut bisa tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga:&amp;nbsp;Tuntutan Jaksa: Perintah Tembak Bentuk Keinginan Ferdy Sambo Agar Nyawa Brigadir J Dirampas Mati
&quot;Kami keluarga berharap sekali agar arwah Yoshua bisa tenang di alam baka sana,&quot; imbuhnya.
Sebelumnya, JPU mendakwa Bhayangkara Dua Richard Eliezer (Bharada E) melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, tanggal 8 Juli 2022.
Dia didakwa melanggar Pasal 340, subsider Pasal 338 KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Atas perbuatannya tersebut, Bharada E didakwa bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma&amp;rsquo;ruf menghabisi nyawa Brigadir J.
Menurut tim jaksa, Bharada E berperan menembak Yosua atas perintah langsung dari Ferdy Sambo yang waktu itu menjabat Kepala Divisi Propam Polri
Saat itu, Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J dengan mengatakan, &amp;ldquo;Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy, kau tembak!&quot;.
Bharada E lalu menembak menggunakan senjata api jenis Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J. Akibatnya, tubuh Brigadir J terjatuh hingga bersimbah darah.


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MUAROJAMBI - Sidang tuntutan terhadap Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dijadwalkan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (18/1/2023).
Ayah Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat berharap tuntutan JPU bukan harus bebas dari jeratan hukuman.
&quot;Tuntutan untuk Bharada E atau Eliezer memang oleh LPSK dijadikan sebagai justice collaborator (JC), namun bukan harus bebas dari jeratan hukuman,&quot; tegasnya.
Kini, diri dan keluarga besar mendiang Brigadir J hanya bisa menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim sebagai wakil Tuhan di muka bumi.
Baca juga:&amp;nbsp;Hari Ini Giliran Putri Candrawathi dan Bharada E Jalani Sidang Tuntutan
&quot;Kita serahkan ke majelis hakim yang menilai, apakah Elizer cocok sebagai JC atau tidak?&quot; tutur Samuel.
Dengan keputusan yang seadil-adilnya tersebut, mereka berharap arwah anaknya tersebut bisa tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga:&amp;nbsp;Tuntutan Jaksa: Perintah Tembak Bentuk Keinginan Ferdy Sambo Agar Nyawa Brigadir J Dirampas Mati
&quot;Kami keluarga berharap sekali agar arwah Yoshua bisa tenang di alam baka sana,&quot; imbuhnya.
Sebelumnya, JPU mendakwa Bhayangkara Dua Richard Eliezer (Bharada E) melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, tanggal 8 Juli 2022.
Dia didakwa melanggar Pasal 340, subsider Pasal 338 KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Atas perbuatannya tersebut, Bharada E didakwa bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma&amp;rsquo;ruf menghabisi nyawa Brigadir J.
Menurut tim jaksa, Bharada E berperan menembak Yosua atas perintah langsung dari Ferdy Sambo yang waktu itu menjabat Kepala Divisi Propam Polri
Saat itu, Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J dengan mengatakan, &amp;ldquo;Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy, kau tembak!&quot;.
Bharada E lalu menembak menggunakan senjata api jenis Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J. Akibatnya, tubuh Brigadir J terjatuh hingga bersimbah darah.


</content:encoded></item></channel></rss>
