<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembunuhan Berantai di Bekasi, Pelaku Diduga Bunuh Lebih dari 9 Orang</title><description>Kasus pembunuhan berantai di Bekasi, pelaku diduga telah membunuh lebih dari 9 orang.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/19/338/2749701/pembunuhan-berantai-di-bekasi-pelaku-diduga-bunuh-lebih-dari-9-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/19/338/2749701/pembunuhan-berantai-di-bekasi-pelaku-diduga-bunuh-lebih-dari-9-orang"/><item><title>Pembunuhan Berantai di Bekasi, Pelaku Diduga Bunuh Lebih dari 9 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/19/338/2749701/pembunuhan-berantai-di-bekasi-pelaku-diduga-bunuh-lebih-dari-9-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/19/338/2749701/pembunuhan-berantai-di-bekasi-pelaku-diduga-bunuh-lebih-dari-9-orang</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 01:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Syahrial</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/338/2749701/pembunuhan-berantai-di-bekasi-pelaku-diduga-bunuh-lebih-dari-9-orang-KxFLhU2C0P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satu keluarga tewas diracun di Bekasi. (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/338/2749701/pembunuhan-berantai-di-bekasi-pelaku-diduga-bunuh-lebih-dari-9-orang-KxFLhU2C0P.jpg</image><title>Satu keluarga tewas diracun di Bekasi. (MPI)</title></images><description>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Polisi terus mengusut kasus pembunuhan terhadap satu keluarga dengan menggunakan racun di Bekasi, Jawa Barat. Dalam kasus ini, polisi menetapkan tersangka Wowon Erawan dengan dua kawannya Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, diketahui ada 9 orang korban dari Wowon dkk tersebut. Namun, pihaknya menduga korban Wowon dkk lebih dari 9 orang.

Pasalnya, kata Hengki, saksi mengatakan masih ada temannya yang berhubungan dengan Wowon dkk.

&quot;Ini terus kami selidiki secara berkesinambungan, karena dari beberapa saksi yang menyatakan masih ada teman kami belum jelas di mana,&quot; ujar Hengki kepada wartawan, Kamis (19/1/2023).

Selain itu, Hengki menambahkan, pihaknya masih terus menelusuri korban penipuan dari Wowon dkk. Ia juga masih menyelidiki terkait dugaan pelaku lain dari Wowon dkk.

&quot;Penyelidikan belum selesai, kami akan telusuri korban penipuan dan lain orangnya ada di mana, apakah di luar negeri atau di Indonesia,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:Terkait Pembunuhan Berantai di Bekasi, Polisi Temukan 3 Jenazah di Cianjur

&quot;Kami masih dalami apakah masih ada korban lain kemudian apakah mungkin ada partner in crime yang lain,&quot; ujarnya.


Sebelumnya, sembilan orang menjadi korban pembunuhan berantai serial killer. Para korban diduga ada yang dicekik dan diberi racun pestisida yang biasa digunakan untuk memberantas hama.

&amp;ldquo;Hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan unsur kimiawi berbahaya atau racun di dalam kopi yang diseduh di ruang belakang dekat sumur, muntahan kamar depan dan tengah,&quot; kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kamis (19/1/2023).
</description><content:encoded>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Polisi terus mengusut kasus pembunuhan terhadap satu keluarga dengan menggunakan racun di Bekasi, Jawa Barat. Dalam kasus ini, polisi menetapkan tersangka Wowon Erawan dengan dua kawannya Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, diketahui ada 9 orang korban dari Wowon dkk tersebut. Namun, pihaknya menduga korban Wowon dkk lebih dari 9 orang.

Pasalnya, kata Hengki, saksi mengatakan masih ada temannya yang berhubungan dengan Wowon dkk.

&quot;Ini terus kami selidiki secara berkesinambungan, karena dari beberapa saksi yang menyatakan masih ada teman kami belum jelas di mana,&quot; ujar Hengki kepada wartawan, Kamis (19/1/2023).

Selain itu, Hengki menambahkan, pihaknya masih terus menelusuri korban penipuan dari Wowon dkk. Ia juga masih menyelidiki terkait dugaan pelaku lain dari Wowon dkk.

&quot;Penyelidikan belum selesai, kami akan telusuri korban penipuan dan lain orangnya ada di mana, apakah di luar negeri atau di Indonesia,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:Terkait Pembunuhan Berantai di Bekasi, Polisi Temukan 3 Jenazah di Cianjur

&quot;Kami masih dalami apakah masih ada korban lain kemudian apakah mungkin ada partner in crime yang lain,&quot; ujarnya.


Sebelumnya, sembilan orang menjadi korban pembunuhan berantai serial killer. Para korban diduga ada yang dicekik dan diberi racun pestisida yang biasa digunakan untuk memberantas hama.

&amp;ldquo;Hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan unsur kimiawi berbahaya atau racun di dalam kopi yang diseduh di ruang belakang dekat sumur, muntahan kamar depan dan tengah,&quot; kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kamis (19/1/2023).
</content:encoded></item></channel></rss>
