<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemimpin Chechnya dan Bos Wagner Kritik Keras Larangan Tentara Rusia Berjanggut</title><description>Tentara Chechnya sebagian besar Muslim yang memelihara janggut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/20/18/2749806/pemimpin-chechnya-dan-bos-wagner-kritik-keras-larangan-tentara-rusia-berjanggut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/20/18/2749806/pemimpin-chechnya-dan-bos-wagner-kritik-keras-larangan-tentara-rusia-berjanggut"/><item><title>Pemimpin Chechnya dan Bos Wagner Kritik Keras Larangan Tentara Rusia Berjanggut</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/20/18/2749806/pemimpin-chechnya-dan-bos-wagner-kritik-keras-larangan-tentara-rusia-berjanggut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/20/18/2749806/pemimpin-chechnya-dan-bos-wagner-kritik-keras-larangan-tentara-rusia-berjanggut</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/18/2749806/pemimpin-chechnya-dan-bos-wagner-kritik-keras-larangan-tentara-rusia-berjanggut-JUL25F3aLh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/18/2749806/pemimpin-chechnya-dan-bos-wagner-kritik-keras-larangan-tentara-rusia-berjanggut-JUL25F3aLh.jpg</image><title>Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8yMy8xLzE0NzM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov pada Kamis, (20/1/2023) mengkritik larangan tentara Rusia untuk memelihara janggut. Kadyrov bergabung dengan kepala tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin dalam kritik terbaru mereka terhadap kepemimpinan militer Rusia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kritik Militer Rusia, Pemimpin Chechnya Akan Kirim Anak-anaknya Bertempur di Ukraina

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita RBC pada Rabu, (19/1/2023) Viktor Sobolev, seorang pensiunan letnan jenderal dan anggota parlemen Rusia, membela larangan janggut, ponsel pontar pribadi dan tablet sebagai &quot;bagian dasar dari disiplin militer&quot;.
Kadyrov, yang berjanggut, menanggapi komentar Sobolev dengan mengkritiknya melalui pesan di Telegram. Kadyrov, yang pasukannya memainkan peran besar di Ukraina, menulis: &quot;Rupanya, Letnan Jenderal Viktor Sobolev memiliki banyak waktu luang... karena dia tidak punya pekerjaan lain selain membaca ulang kode etik militer&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Mengenal Ramzan Kadyrov, Pemimpin Chechnya Pendukung Putin Serang Ukraina

Pemimpin Chechnya itu juga menyebut komentar Sobolev sebagai &quot;provokasi yang jelas&quot;, dengan mengatakan bahwa sebagian besar tentaranya yang beragama Islam memelihara janggut sebagai bagian dari kewajiban agama mereka.
Sementara itu, Pimpinan Grup Wagner Prigozhin, menyebut komentar Sobolev &quot;tidak masuk akal&quot; dan ketinggalan zaman.

Kadyrov dan Prigozhin, yang pasukannya di Ukraina beroperasi sebagian besar secara mandiri dari komando tertinggi, menjadi lebih blak-blakan dalam kritik mereka terhadap kepemimpinan militer Rusia sejak tentara Moskow mengalami serangkaian kekalahan beruntun di musim gugur.
Kedua pria itu telah membentuk aliansi diam-diam, memperkuat kritik satu sama lain terhadap petinggi militer dan menyerukan penuntutan perang yang lebih gencar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8yMy8xLzE0NzM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov pada Kamis, (20/1/2023) mengkritik larangan tentara Rusia untuk memelihara janggut. Kadyrov bergabung dengan kepala tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin dalam kritik terbaru mereka terhadap kepemimpinan militer Rusia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kritik Militer Rusia, Pemimpin Chechnya Akan Kirim Anak-anaknya Bertempur di Ukraina

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita RBC pada Rabu, (19/1/2023) Viktor Sobolev, seorang pensiunan letnan jenderal dan anggota parlemen Rusia, membela larangan janggut, ponsel pontar pribadi dan tablet sebagai &quot;bagian dasar dari disiplin militer&quot;.
Kadyrov, yang berjanggut, menanggapi komentar Sobolev dengan mengkritiknya melalui pesan di Telegram. Kadyrov, yang pasukannya memainkan peran besar di Ukraina, menulis: &quot;Rupanya, Letnan Jenderal Viktor Sobolev memiliki banyak waktu luang... karena dia tidak punya pekerjaan lain selain membaca ulang kode etik militer&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Mengenal Ramzan Kadyrov, Pemimpin Chechnya Pendukung Putin Serang Ukraina

Pemimpin Chechnya itu juga menyebut komentar Sobolev sebagai &quot;provokasi yang jelas&quot;, dengan mengatakan bahwa sebagian besar tentaranya yang beragama Islam memelihara janggut sebagai bagian dari kewajiban agama mereka.
Sementara itu, Pimpinan Grup Wagner Prigozhin, menyebut komentar Sobolev &quot;tidak masuk akal&quot; dan ketinggalan zaman.

Kadyrov dan Prigozhin, yang pasukannya di Ukraina beroperasi sebagian besar secara mandiri dari komando tertinggi, menjadi lebih blak-blakan dalam kritik mereka terhadap kepemimpinan militer Rusia sejak tentara Moskow mengalami serangkaian kekalahan beruntun di musim gugur.
Kedua pria itu telah membentuk aliansi diam-diam, memperkuat kritik satu sama lain terhadap petinggi militer dan menyerukan penuntutan perang yang lebih gencar.</content:encoded></item></channel></rss>
