<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Brasil Pecat Komandan Militer Setelah Penyerbuan Istana Presiden dan Gedung Kongres</title><description>Lula telah mencurigai ada kolusi antara orang-orang dalam militer dengan perusuh loyalis Bolsonaro.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/22/18/2750908/presiden-brasil-pecat-komandan-militer-setelah-penyerbuan-istana-presiden-dan-gedung-kongres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/22/18/2750908/presiden-brasil-pecat-komandan-militer-setelah-penyerbuan-istana-presiden-dan-gedung-kongres"/><item><title>Presiden Brasil Pecat Komandan Militer Setelah Penyerbuan Istana Presiden dan Gedung Kongres</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/22/18/2750908/presiden-brasil-pecat-komandan-militer-setelah-penyerbuan-istana-presiden-dan-gedung-kongres</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/22/18/2750908/presiden-brasil-pecat-komandan-militer-setelah-penyerbuan-istana-presiden-dan-gedung-kongres</guid><pubDate>Minggu 22 Januari 2023 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/22/18/2750908/presiden-brasil-pecat-komandan-militer-setelah-penyerbuan-istana-presiden-dan-gedung-kongres-8bDxO7jRCX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/22/18/2750908/presiden-brasil-pecat-komandan-militer-setelah-penyerbuan-istana-presiden-dan-gedung-kongres-8bDxO7jRCX.jpg</image><title>Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS8xMC8xNTU5NTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BRASILIA - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memecat komandan militer, Jenderal Julio Cesar de Arruda, pada Sabtu, (21/1/2023) kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kerusuhan Brasil, Presiden Lula da Silva Yakin Polisi Militer hingga Angkatan Bersenjata Kolusi dengan Pengunjuk Rasa

Pemecatan Arruda, yang telah menjadi komandan sejak 28 Desember, dilaporkan oleh surat kabar Brasil Folha de S. Paulo dan jaringan TV Globonews pada Sabtu. Penggantinya adalah Jenderal Tomas Miguel Ribeiro Paiva, komandan angkatan darat tenggara, kata sumber itu, sebagaimana dilansir Reuters.
Tentara Brasil dan Kementerian Pertahanan tidak segera mengomentari masalah tersebut.
Lula mengatakan minggu ini bahwa dinas intelijen gagal pada 8 Januari, ketika gedung-gedung pemerintah di Brasilia diserbu oleh pendukung mantan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro.
BACA JUGA:&amp;nbsp;1.500 Pendukung Bolsonaro Ditahan Pasca Kerusuhan di Ibu Kota Brasil

Sebelumnya, Lula mengatakan dia mencurigai kolusi oleh &quot;orang-orang di angkatan bersenjata&quot; dalam pemberontakan, di mana beberapa ribu pendukung Bolsonaro menyerbu dan menggerebek gedung Kongres, istana presiden, dan Mahkamah Agung.
Arruda telah menghadiri pertemuan dengan Lula pada Jumat, (20/1/2023) didampingi oleh Panglima Angkatan Laut, Marcos Sampaio Olsen, dan Panglima Angkatan Udara, Marcelo Kanitz Damasceno.&amp;nbsp;Menteri Pertahanan Jos&amp;eacute; M&amp;uacute;cio Monteiro mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan bahwa kerusuhan 8 Januari bukanlah topik diskusi utama, tetapi menambahkan bahwa setiap keterlibatan personel militer dalam kerusuhan akan dihukum.
Lula baru-baru ini mengatakan bahwa pemerintahnya akan membersihkan loyalis Bolsonaro dari pasukan keamanan. Banyak pengunjuk rasa yang melakukan kerusuhan di Brasilia menyerukan kudeta militer untuk mengembalikan kekuasaan Bolsonaro.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS8xMC8xNTU5NTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BRASILIA - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memecat komandan militer, Jenderal Julio Cesar de Arruda, pada Sabtu, (21/1/2023) kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kerusuhan Brasil, Presiden Lula da Silva Yakin Polisi Militer hingga Angkatan Bersenjata Kolusi dengan Pengunjuk Rasa

Pemecatan Arruda, yang telah menjadi komandan sejak 28 Desember, dilaporkan oleh surat kabar Brasil Folha de S. Paulo dan jaringan TV Globonews pada Sabtu. Penggantinya adalah Jenderal Tomas Miguel Ribeiro Paiva, komandan angkatan darat tenggara, kata sumber itu, sebagaimana dilansir Reuters.
Tentara Brasil dan Kementerian Pertahanan tidak segera mengomentari masalah tersebut.
Lula mengatakan minggu ini bahwa dinas intelijen gagal pada 8 Januari, ketika gedung-gedung pemerintah di Brasilia diserbu oleh pendukung mantan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro.
BACA JUGA:&amp;nbsp;1.500 Pendukung Bolsonaro Ditahan Pasca Kerusuhan di Ibu Kota Brasil

Sebelumnya, Lula mengatakan dia mencurigai kolusi oleh &quot;orang-orang di angkatan bersenjata&quot; dalam pemberontakan, di mana beberapa ribu pendukung Bolsonaro menyerbu dan menggerebek gedung Kongres, istana presiden, dan Mahkamah Agung.
Arruda telah menghadiri pertemuan dengan Lula pada Jumat, (20/1/2023) didampingi oleh Panglima Angkatan Laut, Marcos Sampaio Olsen, dan Panglima Angkatan Udara, Marcelo Kanitz Damasceno.&amp;nbsp;Menteri Pertahanan Jos&amp;eacute; M&amp;uacute;cio Monteiro mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan bahwa kerusuhan 8 Januari bukanlah topik diskusi utama, tetapi menambahkan bahwa setiap keterlibatan personel militer dalam kerusuhan akan dihukum.
Lula baru-baru ini mengatakan bahwa pemerintahnya akan membersihkan loyalis Bolsonaro dari pasukan keamanan. Banyak pengunjuk rasa yang melakukan kerusuhan di Brasilia menyerukan kudeta militer untuk mengembalikan kekuasaan Bolsonaro.</content:encoded></item></channel></rss>
