<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Kiai Buang Air Kecil Bayar Rp10.000</title><description>Ketika hendak bayar, sang kiai terkejut saat melihat biaya yang terpampang.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/22/337/2750668/humor-gus-dur-ketika-kiai-buang-air-kecil-bayar-rp10-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/22/337/2750668/humor-gus-dur-ketika-kiai-buang-air-kecil-bayar-rp10-000"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Kiai Buang Air Kecil Bayar Rp10.000</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/22/337/2750668/humor-gus-dur-ketika-kiai-buang-air-kecil-bayar-rp10-000</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/22/337/2750668/humor-gus-dur-ketika-kiai-buang-air-kecil-bayar-rp10-000</guid><pubDate>Minggu 22 Januari 2023 05:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/21/337/2750668/humor-gus-dur-ketika-kiai-buang-air-kecil-bayar-rp10-000-f7anTF862l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/21/337/2750668/humor-gus-dur-ketika-kiai-buang-air-kecil-bayar-rp10-000-f7anTF862l.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bertujuan membuat orang tertawa terbahak-bahak hingga meredakan ketegangan politik pada saat itu.
Salah satunya adalah kisah lucu dan penuh humor tentang seorang kiai yang pertama kali jalan-jalan ke Jakarta yang dikutip dari Buku &amp;lsquo;Fatwa dan Canda Gus Dur&amp;rsquo;.
Alkisah, suatu ketika seorang kiai pertama kali dalam hidupnya jalan-jalan ke Kota Jakarta. Tak kuat lama menahan buang air kecil, akhirnya dia memutuskan untuk buang air kecil di WC umum yang ada di terminal.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kok Kiai Bisa Berbuat Salah?
Ketika hendak bayar, sang kiai terkejut saat melihat biaya yang terpampang.
&quot;Masa kencing harus bayar Rp1.000, sedangkan ongkos macul bedukan saja cuma Rp10.000!,&amp;rdquo; terang sang kiai sambil menyodorkan uang Rp10.000 kepada si penjaga WC.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cerita 3 Anak Presiden Korup
&quot;Maaf Pak tidak ada kembaliannya,&quot; kata tukang jaga WC.



&quot;Ya tukarkan dong kembaliannya! Ke mana kek, masak saya harus kencing sampai pas biayanya Rp10.000, sengsara saya!&quot; ujar sang kiai kesal.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bertujuan membuat orang tertawa terbahak-bahak hingga meredakan ketegangan politik pada saat itu.
Salah satunya adalah kisah lucu dan penuh humor tentang seorang kiai yang pertama kali jalan-jalan ke Jakarta yang dikutip dari Buku &amp;lsquo;Fatwa dan Canda Gus Dur&amp;rsquo;.
Alkisah, suatu ketika seorang kiai pertama kali dalam hidupnya jalan-jalan ke Kota Jakarta. Tak kuat lama menahan buang air kecil, akhirnya dia memutuskan untuk buang air kecil di WC umum yang ada di terminal.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kok Kiai Bisa Berbuat Salah?
Ketika hendak bayar, sang kiai terkejut saat melihat biaya yang terpampang.
&quot;Masa kencing harus bayar Rp1.000, sedangkan ongkos macul bedukan saja cuma Rp10.000!,&amp;rdquo; terang sang kiai sambil menyodorkan uang Rp10.000 kepada si penjaga WC.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cerita 3 Anak Presiden Korup
&quot;Maaf Pak tidak ada kembaliannya,&quot; kata tukang jaga WC.



&quot;Ya tukarkan dong kembaliannya! Ke mana kek, masak saya harus kencing sampai pas biayanya Rp10.000, sengsara saya!&quot; ujar sang kiai kesal.

</content:encoded></item></channel></rss>
