<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sulawesi Utara Dua Kali Gempa, Kekuatan M4,5 dan M4,1</title><description>Pertama, gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 dilaporkan terjadi pada pukul 21.01 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/23/340/2751597/sulawesi-utara-dua-kali-gempa-kekuatan-m4-5-dan-m4-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/23/340/2751597/sulawesi-utara-dua-kali-gempa-kekuatan-m4-5-dan-m4-1"/><item><title>Sulawesi Utara Dua Kali Gempa, Kekuatan M4,5 dan M4,1</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/23/340/2751597/sulawesi-utara-dua-kali-gempa-kekuatan-m4-5-dan-m4-1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/23/340/2751597/sulawesi-utara-dua-kali-gempa-kekuatan-m4-5-dan-m4-1</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/340/2751597/sulawesi-utara-dua-kali-gempa-kekuatan-m4-5-dan-m4-1-0xYaMUHwrF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/340/2751597/sulawesi-utara-dua-kali-gempa-kekuatan-m4-5-dan-m4-1-0xYaMUHwrF.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, terjadi dua kali gempa bumi yang berpusat di Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada malam hari ini.
Pertama, gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 dilaporkan terjadi pada pukul 21.01 WIB. Adapun, pusat gempa berada di 112 kilometer Tenggara Melonguane, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 10 kilometer.
&quot;#Gempa Mag:4.5, 23-Jan-2023 21:01:53WIB, Lok:3.08LU, 127.10BT (112 km Tenggara MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:10 Km #BMKG,&quot; demikian dikutip dari akun resmi Twitter @infoBMKG, Senin (23/1/2023).
Tak berselang lama, gempa berkekuatan Magnitudo 4,1 kembali mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 21.08 WIB. BMKG melaporkan, pusat gempa berada di 124 kilometer Tenggara Melonguane, Sulawesi Utara.
BACA JUGA:Pasca-Erupsi, Gunung Anak Krakatau Alami 6 Kali Gempa Letusan&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;#Gempa Mag:4.1, 23-Jan-2023 21:08:59WIB, Lok:2.95LU, 127.06BT (124 km Tenggara MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:10 Km #BMKG,&quot; masih dikutip dari akun resmi Twitter @infoBMKG.
BMKG memberikan disclaimer terkait kekuatan gempa pada info awal tersebut. Sebab, parameter gempa dapat berubah dan belum sepenuhnya akurat kecuali setelah dianalisis ulang seismolog.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, terjadi dua kali gempa bumi yang berpusat di Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada malam hari ini.
Pertama, gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 dilaporkan terjadi pada pukul 21.01 WIB. Adapun, pusat gempa berada di 112 kilometer Tenggara Melonguane, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 10 kilometer.
&quot;#Gempa Mag:4.5, 23-Jan-2023 21:01:53WIB, Lok:3.08LU, 127.10BT (112 km Tenggara MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:10 Km #BMKG,&quot; demikian dikutip dari akun resmi Twitter @infoBMKG, Senin (23/1/2023).
Tak berselang lama, gempa berkekuatan Magnitudo 4,1 kembali mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 21.08 WIB. BMKG melaporkan, pusat gempa berada di 124 kilometer Tenggara Melonguane, Sulawesi Utara.
BACA JUGA:Pasca-Erupsi, Gunung Anak Krakatau Alami 6 Kali Gempa Letusan&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;#Gempa Mag:4.1, 23-Jan-2023 21:08:59WIB, Lok:2.95LU, 127.06BT (124 km Tenggara MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:10 Km #BMKG,&quot; masih dikutip dari akun resmi Twitter @infoBMKG.
BMKG memberikan disclaimer terkait kekuatan gempa pada info awal tersebut. Sebab, parameter gempa dapat berubah dan belum sepenuhnya akurat kecuali setelah dianalisis ulang seismolog.</content:encoded></item></channel></rss>
