<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ikut Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia, Jerman: Tindakan Tak Pantas dan Memicu Perpecahan</title><description>Wagner menyebut tindakan itu diyakini tidak mewakili pandangan mayoritas masyarakat Swedia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/24/18/2751836/ikut-kutuk-pembakaran-alquran-di-swedia-jerman-tindakan-tak-pantas-dan-memicu-perpecahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/24/18/2751836/ikut-kutuk-pembakaran-alquran-di-swedia-jerman-tindakan-tak-pantas-dan-memicu-perpecahan"/><item><title>Ikut Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia, Jerman: Tindakan Tak Pantas dan Memicu Perpecahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/24/18/2751836/ikut-kutuk-pembakaran-alquran-di-swedia-jerman-tindakan-tak-pantas-dan-memicu-perpecahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/24/18/2751836/ikut-kutuk-pembakaran-alquran-di-swedia-jerman-tindakan-tak-pantas-dan-memicu-perpecahan</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/18/2751836/ikut-kutuk-pembakaran-alquran-di-swedia-jerman-tindakan-tak-pantas-dan-memicu-perpecahan-pzBc4qAKoe.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Politikus ekstrem kanan Denmark Rasmus Paludan membakar salinan kitab suci Alquran dalam demonstrasi di Stockholm, Swedia, 21 Januari 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/18/2751836/ikut-kutuk-pembakaran-alquran-di-swedia-jerman-tindakan-tak-pantas-dan-memicu-perpecahan-pzBc4qAKoe.JPG</image><title>Politikus ekstrem kanan Denmark Rasmus Paludan membakar salinan kitab suci Alquran dalam demonstrasi di Stockholm, Swedia, 21 Januari 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8xOC8xLzE0NzE4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BERLIN &amp;ndash; Kecaman atas aksi pembakaran Alquran di Stockholm terus mengalir. Pada Senin, (23/1/2023), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Christian Wagner turut mengutuk pembakaran Alquran tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kecam Aksi Pembakaran Alquran di Swedia, Iran: Ini Contoh Nyata Penyebaran Kebencian

&amp;ldquo;Kami mengutuk tindakan (yang dilakukan) selama akhir pekan. Itu tidak sopan dan sangat tidak pantas, dan kami juga ragu bahwa tindakan ini mewakili pandangan mayoritas masyarakat Swedia,&amp;rdquo; kata Wagner kepada perwakilan media di Berlin, sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Wagner menyebut tindakan pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram Kurs, Rasmus Paludan, yang membakar salinan Alquran di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada Sabtu (21/1/2023) sebagai &quot;provokasi yang bertujuan memicu perpecahan&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Hanya Muslim, Komunitas Kristen dan Yahudi Juga Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia

Kecaman terus mengalir dari seluruh dunia Arab dan Islam atas pembakaran salinan kitab suci Islam itu.
Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk pembakaran Alquran di Stockholm sebagai &amp;ldquo;serangan keji.&amp;rdquo;&amp;ldquo;Kami mengutuk keras serangan keji terhadap kitab suci kami, Alquran, di Swedia hari ini (21 Januari) meskipun kami telah berulang kali memperingatkan sebelumnya,&amp;rdquo; kata Kemlu Turki pada Sabtu.
Menanggapi izin dari pemerintah Swedia atas insiden tersebut, Ankara membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson ke Turki.
Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional juga meminta negara-negara Muslim memanggil duta-duta besar Swedia untuk menuntut permintaan maaf dari pemerintah Swedia atas insiden tersebut.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8xOC8xLzE0NzE4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BERLIN &amp;ndash; Kecaman atas aksi pembakaran Alquran di Stockholm terus mengalir. Pada Senin, (23/1/2023), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Christian Wagner turut mengutuk pembakaran Alquran tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kecam Aksi Pembakaran Alquran di Swedia, Iran: Ini Contoh Nyata Penyebaran Kebencian

&amp;ldquo;Kami mengutuk tindakan (yang dilakukan) selama akhir pekan. Itu tidak sopan dan sangat tidak pantas, dan kami juga ragu bahwa tindakan ini mewakili pandangan mayoritas masyarakat Swedia,&amp;rdquo; kata Wagner kepada perwakilan media di Berlin, sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Wagner menyebut tindakan pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram Kurs, Rasmus Paludan, yang membakar salinan Alquran di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada Sabtu (21/1/2023) sebagai &quot;provokasi yang bertujuan memicu perpecahan&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Hanya Muslim, Komunitas Kristen dan Yahudi Juga Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia

Kecaman terus mengalir dari seluruh dunia Arab dan Islam atas pembakaran salinan kitab suci Islam itu.
Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk pembakaran Alquran di Stockholm sebagai &amp;ldquo;serangan keji.&amp;rdquo;&amp;ldquo;Kami mengutuk keras serangan keji terhadap kitab suci kami, Alquran, di Swedia hari ini (21 Januari) meskipun kami telah berulang kali memperingatkan sebelumnya,&amp;rdquo; kata Kemlu Turki pada Sabtu.
Menanggapi izin dari pemerintah Swedia atas insiden tersebut, Ankara membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson ke Turki.
Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional juga meminta negara-negara Muslim memanggil duta-duta besar Swedia untuk menuntut permintaan maaf dari pemerintah Swedia atas insiden tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
