<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ayah Brigadir J Tanggapi Pledoi Sambo: Pamer Prestasi tapi Lupa Dia Membunuh Yosua</title><description>Dia (Sambo) pamer semua prestasinya dalam persidangan, tapi dia lupa tidak pamer bagaimana dia membunuh Yosua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/24/337/2752359/ayah-brigadir-j-tanggapi-pledoi-sambo-pamer-prestasi-tapi-lupa-dia-membunuh-yosua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/24/337/2752359/ayah-brigadir-j-tanggapi-pledoi-sambo-pamer-prestasi-tapi-lupa-dia-membunuh-yosua"/><item><title>Ayah Brigadir J Tanggapi Pledoi Sambo: Pamer Prestasi tapi Lupa Dia Membunuh Yosua</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/24/337/2752359/ayah-brigadir-j-tanggapi-pledoi-sambo-pamer-prestasi-tapi-lupa-dia-membunuh-yosua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/24/337/2752359/ayah-brigadir-j-tanggapi-pledoi-sambo-pamer-prestasi-tapi-lupa-dia-membunuh-yosua</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 23:24 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/337/2752359/ayah-brigadir-j-tanggapi-pledoi-sambo-pamer-prestasi-tapi-lupa-dia-membunuh-yosua-MMtpuTQLAH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ferdy Sambo (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/337/2752359/ayah-brigadir-j-tanggapi-pledoi-sambo-pamer-prestasi-tapi-lupa-dia-membunuh-yosua-MMtpuTQLAH.jpg</image><title>Ferdy Sambo (Foto : MPI)</title></images><description>MUAROJAMBI - Ayah mendiang Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat terheran-heran melihat pledoi yang dibacakan Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Pasalnya, semua prestasi dan segala macam kasus besar yang berhasil diungkap dipamerkannya di depan majelis hakim.

&quot;Dia (Sambo) pamer semua prestasinya dalam persidangan, tapi dia lupa tidak pamer bagaimana dia membunuh Yosua dalam persidangan,&quot; ujarnya.

Sedangkan di sisi lain, Samuel menilai, selama pledoi Sambo masih mempertahankan soal ilusi adanya perkosaan.

&quot;Saya heran karena pihak mereka yang mengisukan, padahal laporan polisi mereka tidak ada. Jadi itu termasuk fitnah terhadap almarhum Yosua. Ini yang membuat janggal dipersidangan,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:Bacakan Pleidoi, Ferdy Sambo Sampaikan Pemohonan Maaf ke Jokowi, Kapolri dan Keluarga Brigadir J

Seharusnya, kata dia, kecerdasan Sambo bisa mencegah terjadinya pembunuhan secara sadis terhadap anaknya.

Tidak hanya itu, dalam pembelaannya Sambo mengaku sudah bertugas selama 28 tahun dan sudah mendapatkan banyak penghargaan dan berhasil mengungkap kasus besar. Namun sadis dalam pembunuhan anaknya.&quot;Kalau dia polisi terbaik, tapi mengapa otaknya tidak baik sungguh keji dia hanya memikirkan dirinya sendiri,&quot; imbuh Samuel.

Sebelumnya, saat membacakan pleidoinya, terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo membantah telah merencanakan pembunuhan Brigadir J sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia menegaskan bahwa tak ada pembicaraan maupun niat untuk membunuh Brigadir J saat berbicara dengan Ricky Rizal Wibowo dan Bharada E atau Richard Eliezer di Rumah Saguling.</description><content:encoded>MUAROJAMBI - Ayah mendiang Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat terheran-heran melihat pledoi yang dibacakan Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Pasalnya, semua prestasi dan segala macam kasus besar yang berhasil diungkap dipamerkannya di depan majelis hakim.

&quot;Dia (Sambo) pamer semua prestasinya dalam persidangan, tapi dia lupa tidak pamer bagaimana dia membunuh Yosua dalam persidangan,&quot; ujarnya.

Sedangkan di sisi lain, Samuel menilai, selama pledoi Sambo masih mempertahankan soal ilusi adanya perkosaan.

&quot;Saya heran karena pihak mereka yang mengisukan, padahal laporan polisi mereka tidak ada. Jadi itu termasuk fitnah terhadap almarhum Yosua. Ini yang membuat janggal dipersidangan,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:Bacakan Pleidoi, Ferdy Sambo Sampaikan Pemohonan Maaf ke Jokowi, Kapolri dan Keluarga Brigadir J

Seharusnya, kata dia, kecerdasan Sambo bisa mencegah terjadinya pembunuhan secara sadis terhadap anaknya.

Tidak hanya itu, dalam pembelaannya Sambo mengaku sudah bertugas selama 28 tahun dan sudah mendapatkan banyak penghargaan dan berhasil mengungkap kasus besar. Namun sadis dalam pembunuhan anaknya.&quot;Kalau dia polisi terbaik, tapi mengapa otaknya tidak baik sungguh keji dia hanya memikirkan dirinya sendiri,&quot; imbuh Samuel.

Sebelumnya, saat membacakan pleidoinya, terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo membantah telah merencanakan pembunuhan Brigadir J sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia menegaskan bahwa tak ada pembicaraan maupun niat untuk membunuh Brigadir J saat berbicara dengan Ricky Rizal Wibowo dan Bharada E atau Richard Eliezer di Rumah Saguling.</content:encoded></item></channel></rss>
