<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korea Utara Lockdown Ibu Kota Pyongyang Akibat Jumlah Kasus 'Penyakit Pernafasan' Naik Signifikan</title><description>Wilayah ibu kota Korea Utara, Pyongyang ditutup (lockdown) selama lima hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/25/18/2752914/korea-utara-lockdown-ibu-kota-pyongyang-akibat-jumlah-kasus-penyakit-pernafasan-naik-signifikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/25/18/2752914/korea-utara-lockdown-ibu-kota-pyongyang-akibat-jumlah-kasus-penyakit-pernafasan-naik-signifikan"/><item><title>Korea Utara Lockdown Ibu Kota Pyongyang Akibat Jumlah Kasus 'Penyakit Pernafasan' Naik Signifikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/25/18/2752914/korea-utara-lockdown-ibu-kota-pyongyang-akibat-jumlah-kasus-penyakit-pernafasan-naik-signifikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/25/18/2752914/korea-utara-lockdown-ibu-kota-pyongyang-akibat-jumlah-kasus-penyakit-pernafasan-naik-signifikan</guid><pubDate>Rabu 25 Januari 2023 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/25/18/2752914/korea-utara-lockdown-ibu-kota-pyongyang-akibat-jumlah-kasus-penyakit-pernafasan-naik-signifikan-NX9gumiwFn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korea Utara lockdown ibu kita Pyongyang. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/25/18/2752914/korea-utara-lockdown-ibu-kota-pyongyang-akibat-jumlah-kasus-penyakit-pernafasan-naik-signifikan-NX9gumiwFn.jpg</image><title>Korea Utara lockdown ibu kita Pyongyang. (Foto: Reuters)</title></images><description>


PYONGYANG - Wilayah ibu kota Korea Utara, Pyongyang ditutup (lockdown) selama lima hari karena meningkatnya jumlah kasus penyakit pernapasan yang tidak disebutkan namanya.
Hal tersebut seperti dilaporkan oleh kantor berita NK News yang berbasis di Seoul pada Rabu (25/1/2023) yang mengutip pemberitahuan resmi pemerintah Korut. Demikian dilansir dari VOA.
Pemberitahuan tersebut tidak menyebutkan soal Covid-19. Tetapi mengatakan bahwa penduduk di kota itu wajib tinggal di rumah sampai akhir Minggu dan harus melakukan pemeriksaan suhu beberapa kali setiap hari.
BACA JUGA:Mengenal Gippeumjo, Pasukan Khusus Kenikmatan Milik Pemimpin Tinggi Korut Termasuk Kim Jong Un
BACA JUGA:Kim Jong-un Dilaporkan Eksekusi Mantan Menlu Korut yang Pernah Sebut Trump Pembohong
Dilaporkan juga jika penduduk Pyongyang tampaknya menimbun barang untuk mengantisipasi tindakan yang lebih ketat. Tidak jelas apakah daerah lain di negara itu telah memberlakukan penutupan wilayah baru.
Sebagai informasi, Korea Utara membenarkan soal adanya wabah Covid-19 yang pertama di negara tersebut pada tahun lalu, tetapi pada Agustus, pemerintah menyatakan kemenangan melawan virus tersebut.
Korut yang merupakan negara tertutup itu tidak pernah mengonfirmasi berapa banyak orang yang tertular covid. Hal tersebut tampaknya disebabkan karena negara itu kekurangan sarana untuk melakukan pengujian secara luas.
Walau begitu, Korea Utara melaporkan jumlah pasien demam setiap harinya, di mana jumlahnya terus naik hingga mencapai sekitar 4,77 juta, dari total populasi negara tersebut yang mencapai sekitar 25 juta. Tetapi, Korea Utara belum melaporkan kasus seperti itu sejak 29 Juli tahun lalu.Di sisi lain, media pemerintah terus melaporkan tindakan anti-pandemi yang dilakukan untuk memerangi penyakit pernapasan, termasuk flu, tetapi belum melaporkan perintah lockdown.
Kantor berita pemerintah negara itu, KCNA, menyatakan Kota Kaesong di dekat perbatasan dengan Korea Selatan, telah meningkatkan kampanye komunikasi publik pada Selasa (24/1/2023) waktu setempat.
&quot;Ssehingga semua pekerja mematuhi peraturan anti-epidemi secara sukarela dalam pekerjaan dan kehidupan mereka,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>


PYONGYANG - Wilayah ibu kota Korea Utara, Pyongyang ditutup (lockdown) selama lima hari karena meningkatnya jumlah kasus penyakit pernapasan yang tidak disebutkan namanya.
Hal tersebut seperti dilaporkan oleh kantor berita NK News yang berbasis di Seoul pada Rabu (25/1/2023) yang mengutip pemberitahuan resmi pemerintah Korut. Demikian dilansir dari VOA.
Pemberitahuan tersebut tidak menyebutkan soal Covid-19. Tetapi mengatakan bahwa penduduk di kota itu wajib tinggal di rumah sampai akhir Minggu dan harus melakukan pemeriksaan suhu beberapa kali setiap hari.
BACA JUGA:Mengenal Gippeumjo, Pasukan Khusus Kenikmatan Milik Pemimpin Tinggi Korut Termasuk Kim Jong Un
BACA JUGA:Kim Jong-un Dilaporkan Eksekusi Mantan Menlu Korut yang Pernah Sebut Trump Pembohong
Dilaporkan juga jika penduduk Pyongyang tampaknya menimbun barang untuk mengantisipasi tindakan yang lebih ketat. Tidak jelas apakah daerah lain di negara itu telah memberlakukan penutupan wilayah baru.
Sebagai informasi, Korea Utara membenarkan soal adanya wabah Covid-19 yang pertama di negara tersebut pada tahun lalu, tetapi pada Agustus, pemerintah menyatakan kemenangan melawan virus tersebut.
Korut yang merupakan negara tertutup itu tidak pernah mengonfirmasi berapa banyak orang yang tertular covid. Hal tersebut tampaknya disebabkan karena negara itu kekurangan sarana untuk melakukan pengujian secara luas.
Walau begitu, Korea Utara melaporkan jumlah pasien demam setiap harinya, di mana jumlahnya terus naik hingga mencapai sekitar 4,77 juta, dari total populasi negara tersebut yang mencapai sekitar 25 juta. Tetapi, Korea Utara belum melaporkan kasus seperti itu sejak 29 Juli tahun lalu.Di sisi lain, media pemerintah terus melaporkan tindakan anti-pandemi yang dilakukan untuk memerangi penyakit pernapasan, termasuk flu, tetapi belum melaporkan perintah lockdown.
Kantor berita pemerintah negara itu, KCNA, menyatakan Kota Kaesong di dekat perbatasan dengan Korea Selatan, telah meningkatkan kampanye komunikasi publik pada Selasa (24/1/2023) waktu setempat.
&quot;Ssehingga semua pekerja mematuhi peraturan anti-epidemi secara sukarela dalam pekerjaan dan kehidupan mereka,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
