<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Prajurit TNI Tolak Kenaikan Pangkat Setelah Bebaskan Masyarakat dari KKB, Alasannya Bikin Terharu</title><description>Panglima TNI memberi apresiasi kepada kelima prajurit tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/25/337/2752273/5-prajurit-tni-tolak-kenaikan-pangkat-setelah-bebaskan-masyarakat-dari-kkb-alasannya-bikin-terharu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/25/337/2752273/5-prajurit-tni-tolak-kenaikan-pangkat-setelah-bebaskan-masyarakat-dari-kkb-alasannya-bikin-terharu"/><item><title>5 Prajurit TNI Tolak Kenaikan Pangkat Setelah Bebaskan Masyarakat dari KKB, Alasannya Bikin Terharu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/25/337/2752273/5-prajurit-tni-tolak-kenaikan-pangkat-setelah-bebaskan-masyarakat-dari-kkb-alasannya-bikin-terharu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/25/337/2752273/5-prajurit-tni-tolak-kenaikan-pangkat-setelah-bebaskan-masyarakat-dari-kkb-alasannya-bikin-terharu</guid><pubDate>Rabu 25 Januari 2023 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/337/2752273/5-prajurit-tni-tolak-kenaikan-pangkat-setelah-bebaskan-masyarakat-dari-kkb-alasannya-bikin-terharu-faxFgGulcr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/337/2752273/5-prajurit-tni-tolak-kenaikan-pangkat-setelah-bebaskan-masyarakat-dari-kkb-alasannya-bikin-terharu-faxFgGulcr.jpg</image><title>ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pada November 2017, 58 prajurit TNI menerima kenaikan pangkat luar biasa atas peran mereka dalam pembebasan membebaskan 1.300 masyarakat Tembagapura, Papua yang disandera KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Namun, di antara puluhan prajurit itu, lima di antaranya menolak kenaikan pangkat tersebut.
Kelima prajurit itu adalah: Kapten Inf Sandra SP, berposisi sebagai Danki (Komandan Kompi) Intai Tempur,  Lettu Inf Shofa Amrin Fajrin, berposisi sebagai Komandan Bantuan Kompi Senapan B, Lettu Inf Agung Damar P, berposisi sebagai Danunit (Komandan Unit) 2/1/1/13 Kopassus, Lettu Inf Sukma Putra Aditya, berposisi sebagai Danunit 2 Bakduk 812 Sat-81 Kopassus, dan Lettu Inf Akhmad Zainuddin, berposisi sebagai Danyon (Komandan Batalyon) Taipur 1/A.
Menurut Jenderal Gatot Nurmantyo yang menjabat sebagai Panglima TNI kala itu, kelima prajurit itu menolak kenaikan pangkat lantaran merasa tidak pantas. Menurut mereka keberhasilan tersebut merupakan hasil upaya anak-anak buah mereka.Para prajurit tersebut juga menambahkan bahwa memimpin operasi sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Di sisi lain, kelima prajurit tersebut juga mengaku siap bertanggung jawab jika operasi mengalami kegagalan.
Mendengar alasan itu, Jenderal Gatot merasa terharu. Meski kelima prajurit itu akhirnya tidak menerima kenaikan pangkat, mereka tetap mendapat apresiasi dari Panglima TNI.
Baca Berita Selengkapnya;&amp;nbsp;5 Prajurit Elite dari Kostrad hingga Kopassus Ini Menolak Kenaikan Pangkat</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pada November 2017, 58 prajurit TNI menerima kenaikan pangkat luar biasa atas peran mereka dalam pembebasan membebaskan 1.300 masyarakat Tembagapura, Papua yang disandera KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Namun, di antara puluhan prajurit itu, lima di antaranya menolak kenaikan pangkat tersebut.
Kelima prajurit itu adalah: Kapten Inf Sandra SP, berposisi sebagai Danki (Komandan Kompi) Intai Tempur,  Lettu Inf Shofa Amrin Fajrin, berposisi sebagai Komandan Bantuan Kompi Senapan B, Lettu Inf Agung Damar P, berposisi sebagai Danunit (Komandan Unit) 2/1/1/13 Kopassus, Lettu Inf Sukma Putra Aditya, berposisi sebagai Danunit 2 Bakduk 812 Sat-81 Kopassus, dan Lettu Inf Akhmad Zainuddin, berposisi sebagai Danyon (Komandan Batalyon) Taipur 1/A.
Menurut Jenderal Gatot Nurmantyo yang menjabat sebagai Panglima TNI kala itu, kelima prajurit itu menolak kenaikan pangkat lantaran merasa tidak pantas. Menurut mereka keberhasilan tersebut merupakan hasil upaya anak-anak buah mereka.Para prajurit tersebut juga menambahkan bahwa memimpin operasi sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Di sisi lain, kelima prajurit tersebut juga mengaku siap bertanggung jawab jika operasi mengalami kegagalan.
Mendengar alasan itu, Jenderal Gatot merasa terharu. Meski kelima prajurit itu akhirnya tidak menerima kenaikan pangkat, mereka tetap mendapat apresiasi dari Panglima TNI.
Baca Berita Selengkapnya;&amp;nbsp;5 Prajurit Elite dari Kostrad hingga Kopassus Ini Menolak Kenaikan Pangkat</content:encoded></item></channel></rss>
