<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ketika Jokowi Bercerita Bingungnya WHO saat Pertama Pandemi Covid-19   </title><description>Presiden Jokowi bercerita bingungnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ketika dalam memberikan arahan kepada negara-negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/26/337/2753269/ketika-jokowi-bercerita-bingungnya-who-saat-pertama-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/26/337/2753269/ketika-jokowi-bercerita-bingungnya-who-saat-pertama-pandemi-covid-19"/><item><title> Ketika Jokowi Bercerita Bingungnya WHO saat Pertama Pandemi Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/26/337/2753269/ketika-jokowi-bercerita-bingungnya-who-saat-pertama-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/26/337/2753269/ketika-jokowi-bercerita-bingungnya-who-saat-pertama-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2023 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/26/337/2753269/ketika-jokowi-bercerita-bingungnya-who-saat-pertama-pandemi-covid-19-ZTEXLcksrR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/26/337/2753269/ketika-jokowi-bercerita-bingungnya-who-saat-pertama-pandemi-covid-19-ZTEXLcksrR.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNi8zNC8xNjE1MTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Jokowi bercerita bingungnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ketika dalam memberikan arahan kepada negara-negara terkait pandemi covid-19.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (26/1/2023).
&quot;Kita ingat awal-awal dari WHO disampaikan saya akan bertanya pada mereka, 'presiden ga usah pakai masker, awal-awal yang pakai masker hanya yang batuk-batuk yang kena saja'. enggak ada seminggu semua harus pakai masker, ternyata mereka bingung kita juga bingung,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya, Kamis (26/1/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Waspada! Covid-19 Varian Kraken Sudah Masuk ke Indonesia Lewat WN Polandia
Kebingungan, kata Jokowi, juga muncul pada saat semua negara mencari alat pelindung diri (APD) dimana kala itu pandemi Covid-19 mencapai puncaknya. Jokowi pun baru menyadari bahwa Indonesia bisa memproduksi APD dan dikirim ke negara-negara lain.
&quot;Begitu sampai pada puncaknya semua negara cari APD, semuanya kita juga cari kemana-mana, eh ternyata kita sendiri bisa berproduksi dan di kirim ke negara-negara lain saling memang posisinya posisi semuanya bingung,&quot; kata Jokowi.
BACA JUGA:Menkes Budi Jelaskan Rencana Vaksin Covid-19 Berbayar&amp;nbsp;Meski begitu, kata Jokowi, semua pihak menjalankan manajemen mikro dan makro secara baik. Karena alasan tertekan juga, menurutnya, semua pihak dapat bekerja secara efektif.
&quot;Jadi ini sebagai pengaman ternyata kalau kita pengen semua kita ini bekerja memang harus ditekan dulu, ditekan oleh persoalan, ditekan oleh problem ditekan oleh tantangan,&quot; kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah bekerja keras selama 3 tahun dalam menangani pandemi maupun mengatasi ekonomi.
&quot;Sebuah tantangan yang sangat berat, sebuah persoalan yang sangat-sangat berat yang kita hadapi saat itu dan tidak ada standarnya, tidak ada pakemnya karena memang kita semuanya belum memiliki pengalaman dalam menangani pandemi ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNi8zNC8xNjE1MTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Jokowi bercerita bingungnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ketika dalam memberikan arahan kepada negara-negara terkait pandemi covid-19.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (26/1/2023).
&quot;Kita ingat awal-awal dari WHO disampaikan saya akan bertanya pada mereka, 'presiden ga usah pakai masker, awal-awal yang pakai masker hanya yang batuk-batuk yang kena saja'. enggak ada seminggu semua harus pakai masker, ternyata mereka bingung kita juga bingung,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya, Kamis (26/1/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Waspada! Covid-19 Varian Kraken Sudah Masuk ke Indonesia Lewat WN Polandia
Kebingungan, kata Jokowi, juga muncul pada saat semua negara mencari alat pelindung diri (APD) dimana kala itu pandemi Covid-19 mencapai puncaknya. Jokowi pun baru menyadari bahwa Indonesia bisa memproduksi APD dan dikirim ke negara-negara lain.
&quot;Begitu sampai pada puncaknya semua negara cari APD, semuanya kita juga cari kemana-mana, eh ternyata kita sendiri bisa berproduksi dan di kirim ke negara-negara lain saling memang posisinya posisi semuanya bingung,&quot; kata Jokowi.
BACA JUGA:Menkes Budi Jelaskan Rencana Vaksin Covid-19 Berbayar&amp;nbsp;Meski begitu, kata Jokowi, semua pihak menjalankan manajemen mikro dan makro secara baik. Karena alasan tertekan juga, menurutnya, semua pihak dapat bekerja secara efektif.
&quot;Jadi ini sebagai pengaman ternyata kalau kita pengen semua kita ini bekerja memang harus ditekan dulu, ditekan oleh persoalan, ditekan oleh problem ditekan oleh tantangan,&quot; kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah bekerja keras selama 3 tahun dalam menangani pandemi maupun mengatasi ekonomi.
&quot;Sebuah tantangan yang sangat berat, sebuah persoalan yang sangat-sangat berat yang kita hadapi saat itu dan tidak ada standarnya, tidak ada pakemnya karena memang kita semuanya belum memiliki pengalaman dalam menangani pandemi ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
