<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prancis: Barat Tidak Sedang Perang dengan Rusia</title><description>Paris menegaskan bahwa pengiriman perlengkapan militer bukanlan keikutsertaan dalam perang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/27/18/2754022/prancis-barat-tidak-sedang-perang-dengan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/27/18/2754022/prancis-barat-tidak-sedang-perang-dengan-rusia"/><item><title>Prancis: Barat Tidak Sedang Perang dengan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/27/18/2754022/prancis-barat-tidak-sedang-perang-dengan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/27/18/2754022/prancis-barat-tidak-sedang-perang-dengan-rusia</guid><pubDate>Jum'at 27 Januari 2023 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/27/18/2754022/prancis-bantah-barat-sedang-perang-dengan-rusia-Q4rigEERmd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/27/18/2754022/prancis-bantah-barat-sedang-perang-dengan-rusia-Q4rigEERmd.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>


PARIS &amp;ndash; Langkah Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Inggris untuk memasok Ukraina dengan tank tempur bukan berarti NATO sedang berperang dengan Rusia, demikian ditegaskan Kementerian Luar Negeri Prancis. Pernyataan itu disampaikan menyusul pidato dari Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock di Parlemen Eropa awal pekan ini.
BACA JUGA:&amp;nbsp;AS Pasok 31 Tank Tempur M1 Abrams ke Ukraina, Presiden Zelensky: Langkah Penting Menuju Kemenangan
&quot;Kami tidak berperang dengan Rusia dan tidak ada mitra kami (yang berperang dengan Rusia),&quot; kata juru Bicara Kementerian Anne-Claire Legendre pada Kamis, (26/1/2023) sebagaimana dilansir dari RT.
&quot;Pengiriman peralatan militer... bukan merupakan perang bersama.&quot;
Sehari sebelumnya, Washington mengumumkan akan mengirim lebih dari 30 tank M1 Abrams ke Kiev, sementara Berlin mengatakan akan menyumbangkan lebih dari selusin panzer Leopard 2 dan tidak menghalangi Polandia dan anggota UE dan NATO lainnya yang ingin turut mengirimkan tank mereka ke Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Menlu Jerman: Uni Eropa Perang Lawan Rusia, Bukan Satu Sama Lain
Berusaha menggalang dukungan untuk pengiriman tank, pada Selasa, (24/1/2023) Baerbock mengatakan kepada Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) bahwa anggota Uni Eropa harus mengambil langkah yang sejalan karena &amp;ldquo;sedang berperang melawan Rusia, bukan melawan satu sama lain&amp;rdquo;.Diminta untuk mengklarifikasi komentarnya, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa Rusia telah melancarkan &quot;perang agresi&quot; terhadap Ukraina dan bahwa hukum internasional &quot;jelas&quot; bahwa dukungan Berlin untuk &quot;hak individu untuk membela diri, dijamin oleh Piagam PBB, tidak menjadikan Jerman sebagai pihak dalam konflik.&amp;rdquo;
Pada Rabu, (25/1/2023) Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne mengatakan kepada parlemen di Paris bahwa pemerintahnya &quot;melanjutkan analisis&quot; atas proposal untuk mengirim tank Leclerc ke Ukraina. Prancis telah menjanjikan kepada Kiev sejumlah &amp;ldquo;tank ringan&amp;rdquo; AMX-10 awal bulan ini.
Sementara itu, Menlu Prancis Catherine Colonna mengunjungi Ukraina pada Kamis, bertemu dengan sejawatnya Dmitry Kuleba di Odessa untuk &amp;ldquo;menunjukkan dukungan jangka panjang Prancis&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;menilai kebutuhan mendesak Ukraina di sektor kemanusiaan dan militer untuk memberikan tanggapan yang nyata,&amp;rdquo; menurut siaran pers dari Kementerian Luar Negeri.</description><content:encoded>


PARIS &amp;ndash; Langkah Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Inggris untuk memasok Ukraina dengan tank tempur bukan berarti NATO sedang berperang dengan Rusia, demikian ditegaskan Kementerian Luar Negeri Prancis. Pernyataan itu disampaikan menyusul pidato dari Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock di Parlemen Eropa awal pekan ini.
BACA JUGA:&amp;nbsp;AS Pasok 31 Tank Tempur M1 Abrams ke Ukraina, Presiden Zelensky: Langkah Penting Menuju Kemenangan
&quot;Kami tidak berperang dengan Rusia dan tidak ada mitra kami (yang berperang dengan Rusia),&quot; kata juru Bicara Kementerian Anne-Claire Legendre pada Kamis, (26/1/2023) sebagaimana dilansir dari RT.
&quot;Pengiriman peralatan militer... bukan merupakan perang bersama.&quot;
Sehari sebelumnya, Washington mengumumkan akan mengirim lebih dari 30 tank M1 Abrams ke Kiev, sementara Berlin mengatakan akan menyumbangkan lebih dari selusin panzer Leopard 2 dan tidak menghalangi Polandia dan anggota UE dan NATO lainnya yang ingin turut mengirimkan tank mereka ke Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Menlu Jerman: Uni Eropa Perang Lawan Rusia, Bukan Satu Sama Lain
Berusaha menggalang dukungan untuk pengiriman tank, pada Selasa, (24/1/2023) Baerbock mengatakan kepada Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) bahwa anggota Uni Eropa harus mengambil langkah yang sejalan karena &amp;ldquo;sedang berperang melawan Rusia, bukan melawan satu sama lain&amp;rdquo;.Diminta untuk mengklarifikasi komentarnya, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa Rusia telah melancarkan &quot;perang agresi&quot; terhadap Ukraina dan bahwa hukum internasional &quot;jelas&quot; bahwa dukungan Berlin untuk &quot;hak individu untuk membela diri, dijamin oleh Piagam PBB, tidak menjadikan Jerman sebagai pihak dalam konflik.&amp;rdquo;
Pada Rabu, (25/1/2023) Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne mengatakan kepada parlemen di Paris bahwa pemerintahnya &quot;melanjutkan analisis&quot; atas proposal untuk mengirim tank Leclerc ke Ukraina. Prancis telah menjanjikan kepada Kiev sejumlah &amp;ldquo;tank ringan&amp;rdquo; AMX-10 awal bulan ini.
Sementara itu, Menlu Prancis Catherine Colonna mengunjungi Ukraina pada Kamis, bertemu dengan sejawatnya Dmitry Kuleba di Odessa untuk &amp;ldquo;menunjukkan dukungan jangka panjang Prancis&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;menilai kebutuhan mendesak Ukraina di sektor kemanusiaan dan militer untuk memberikan tanggapan yang nyata,&amp;rdquo; menurut siaran pers dari Kementerian Luar Negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
