<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Presiden Ditanya Tukang Cukur Rambut</title><description>Pertanyaan tukang cukur membuat sang presiden kesal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/29/337/2754849/humor-gus-dur-ketika-presiden-ditanya-tukang-cukur-rambut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/29/337/2754849/humor-gus-dur-ketika-presiden-ditanya-tukang-cukur-rambut"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Presiden Ditanya Tukang Cukur Rambut</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/29/337/2754849/humor-gus-dur-ketika-presiden-ditanya-tukang-cukur-rambut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/29/337/2754849/humor-gus-dur-ketika-presiden-ditanya-tukang-cukur-rambut</guid><pubDate>Minggu 29 Januari 2023 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/28/337/2754849/humor-gus-dur-ketika-presiden-ditanya-tukang-cukur-rambut-N0lyzMetBp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: ist.)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/28/337/2754849/humor-gus-dur-ketika-presiden-ditanya-tukang-cukur-rambut-N0lyzMetBp.jpg</image><title>KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: ist.)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok yang memiliki segudang humor yang kerap membuat orang terpingkal. Tidak hanya lucu, humor Gus Dur juga sarat makna dan pesan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Siapa yang Bayar Demonstran?

Dilansir dari NUonline, dalam sebuah ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada September 1992, Gus Dur menceritakan tentang seorang presiden yang memiliki tukang cukur langganan yang dia kunjungi tiga bulan sekali.
Setiap kali presiden itu datang, si tukang cukur selalu bertanya tentang sukesi.
&amp;ldquo;Bagaimana pak suksesi, sudah ada penggantinya?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&amp;rdquo;Belum,&amp;rdquo; jawab presiden itu, kemudian mengubah topik obrolan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Aktivis Ditegur Intel KGB Rusia

Tiga bulan kemudian presiden itu kembali mengujungi si tukang cukur.
&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya pak?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&quot;Belum,&amp;rdquo; jawab presiden itu dan kembali mengubah topik.
Tiga bulan berikutnya terjadi dialog antara pemimpin dan tukang cukur.
&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya belum?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
Terus mendapatkan pertanyaan yang sama, si presiden akhirnya naik pitam.
&amp;ldquo;Kamu ini bagaimana sih selalu tanya soal pengganti saya. Kamu tidak suka dengan saya tetap menjadi pemimpin ya?&amp;rdquo; si presiden balik bertanya dengan nada tinggi.
Dengan tenang tukang cukur itu pun menjawab.
&amp;ldquo;Bukan begitu pak, kalau saya tanya bapak sudah ada penggantinya atau belum, bulu kuduk bapak berdiri. Jadi saya gampang motongnya,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok yang memiliki segudang humor yang kerap membuat orang terpingkal. Tidak hanya lucu, humor Gus Dur juga sarat makna dan pesan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Siapa yang Bayar Demonstran?

Dilansir dari NUonline, dalam sebuah ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada September 1992, Gus Dur menceritakan tentang seorang presiden yang memiliki tukang cukur langganan yang dia kunjungi tiga bulan sekali.
Setiap kali presiden itu datang, si tukang cukur selalu bertanya tentang sukesi.
&amp;ldquo;Bagaimana pak suksesi, sudah ada penggantinya?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&amp;rdquo;Belum,&amp;rdquo; jawab presiden itu, kemudian mengubah topik obrolan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Aktivis Ditegur Intel KGB Rusia

Tiga bulan kemudian presiden itu kembali mengujungi si tukang cukur.
&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya pak?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&quot;Belum,&amp;rdquo; jawab presiden itu dan kembali mengubah topik.
Tiga bulan berikutnya terjadi dialog antara pemimpin dan tukang cukur.
&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya belum?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
Terus mendapatkan pertanyaan yang sama, si presiden akhirnya naik pitam.
&amp;ldquo;Kamu ini bagaimana sih selalu tanya soal pengganti saya. Kamu tidak suka dengan saya tetap menjadi pemimpin ya?&amp;rdquo; si presiden balik bertanya dengan nada tinggi.
Dengan tenang tukang cukur itu pun menjawab.
&amp;ldquo;Bukan begitu pak, kalau saya tanya bapak sudah ada penggantinya atau belum, bulu kuduk bapak berdiri. Jadi saya gampang motongnya,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
