<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Balas Pembakaran Alquran, Kelompok Hacker Turki Ancam Bocorkan Data Sensitif Warga Swedia</title><description>Kelompok itu telah mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan siber terhadap institusi Swedia baru-baru ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/01/18/2757027/balas-pembakaran-alquran-kelompok-hacker-turki-ancam-bocorkan-data-sensitif-warga-swedia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/01/18/2757027/balas-pembakaran-alquran-kelompok-hacker-turki-ancam-bocorkan-data-sensitif-warga-swedia"/><item><title>Balas Pembakaran Alquran, Kelompok Hacker Turki Ancam Bocorkan Data Sensitif Warga Swedia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/01/18/2757027/balas-pembakaran-alquran-kelompok-hacker-turki-ancam-bocorkan-data-sensitif-warga-swedia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/01/18/2757027/balas-pembakaran-alquran-kelompok-hacker-turki-ancam-bocorkan-data-sensitif-warga-swedia</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2023 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/01/18/2757027/balas-pembakaran-alquran-kelompok-hacker-turki-ancam-bocorkan-data-sensitif-warga-swedia-2tF5cBUV6d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/01/18/2757027/balas-pembakaran-alquran-kelompok-hacker-turki-ancam-bocorkan-data-sensitif-warga-swedia-2tF5cBUV6d.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC8xLzE2MTM4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
ANKARA - Sebuah tim peretas atau hacker&amp;nbsp;Turki telah mengaku bertanggung jawab atas serentetan serangan terhadap beberapa situs web utama Swedia baru-baru ini. Kelompok itu mengancam akan melakukan pembalasan lebih lanjut jika Swedia terus membakar salinan Alquran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Komunitas Muslim Cegah Rencana Pembakaran Taurat di Swedia

&quot;Jika Anda menodai Alquran sekali lagi, maka kami akan mulai menyebarkan data pribadi sensitif warga Swedia,&quot; kata T&amp;uuml;rk Hack Team kepada media Swedia, sebagaimana dilansir Sputnik. Kelompok itu mengklaim telah memperoleh akses ke &quot;sejumlah besar data&quot; dilengkapi dengan data yang disediakan oleh &quot;kelompok peretas lainnya.&quot;
Sebelumnya, kelompok itu mengeluarkan ancaman besar lainnya ke Twitter.
&quot;Jika Anda membakar Alquran, kami akan membakar server Anda,&quot; tulis grup tersebut.
Seorang juru bicara T&amp;uuml;rk Hack Team menggambarkan mereka sebagai nasionalis, tetapi menolak memiliki hubungan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa Swedia tidak dapat mengharapkan dukungan apa pun dari Ankara setelah pembakaran Alquran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Kapok, Rasmus Paludan Berjanji Bakar Alquran Setiap Jumat Sampai Swedia Bergabung dengan NATO

Pekan lalu, forum peretas Turki dilaporkan dipenuhi dengan seruan untuk serangan dunia maya terhadap otoritas dan bank Swedia sebagai tindakan balas dendam terhadap politisi Denmark-Swedia Rasmus Paludan dari partai pinggiran Garis Keras karena membakar Alquran di luar kedutaan Turki di Stockholm. Sveriges Riksbank, bank sentral negara itu, mengatakan menyadari ancaman tersebut, tetapi menolak untuk mengakui menjadi sasaran.

Pakar Swedia, termasuk profesor Pontus Johnson dari Royal Institute of Technology di Stockholm (KTH), mempertanyakan kompetensi teknis peretas Turki, menolak mereka sebagai &quot;amatir yang digerakkan secara ideologis&quot;.
Hubungan bilateral Swedia-Turki memburuk menyusul serangkaian provokasi, termasuk di mana patung Erdogan digantung di Stockholm dan kontes kartun yang diadakan oleh sebuah surat kabar Swedia untuk mengejek pemimpin Turki itu. Tindakan Pembakaran Alquran oleh Rasmus Paludan tidak hanya memicu kemarah Turki, tetapi juga umat Muslim seluruh dunia.
Gabungan, peristiwa-peristiwa ini bahkan meredam ambisi NATO Swedia, karena Turki menekankan bahwa meratifikasi protokol tentang keanggotaan NATO di Finlandia dan Swedia &quot;dalam kondisi saat ini&quot; tidak mungkin dilakukan. Pada Mei 2022, Swedia mengajukan bersama Finlandia mengajukan permohonan bergabung dengan NATO mengakhiri dua abad posisi non-blok kedua negara tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC8xLzE2MTM4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
ANKARA - Sebuah tim peretas atau hacker&amp;nbsp;Turki telah mengaku bertanggung jawab atas serentetan serangan terhadap beberapa situs web utama Swedia baru-baru ini. Kelompok itu mengancam akan melakukan pembalasan lebih lanjut jika Swedia terus membakar salinan Alquran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Komunitas Muslim Cegah Rencana Pembakaran Taurat di Swedia

&quot;Jika Anda menodai Alquran sekali lagi, maka kami akan mulai menyebarkan data pribadi sensitif warga Swedia,&quot; kata T&amp;uuml;rk Hack Team kepada media Swedia, sebagaimana dilansir Sputnik. Kelompok itu mengklaim telah memperoleh akses ke &quot;sejumlah besar data&quot; dilengkapi dengan data yang disediakan oleh &quot;kelompok peretas lainnya.&quot;
Sebelumnya, kelompok itu mengeluarkan ancaman besar lainnya ke Twitter.
&quot;Jika Anda membakar Alquran, kami akan membakar server Anda,&quot; tulis grup tersebut.
Seorang juru bicara T&amp;uuml;rk Hack Team menggambarkan mereka sebagai nasionalis, tetapi menolak memiliki hubungan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa Swedia tidak dapat mengharapkan dukungan apa pun dari Ankara setelah pembakaran Alquran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Kapok, Rasmus Paludan Berjanji Bakar Alquran Setiap Jumat Sampai Swedia Bergabung dengan NATO

Pekan lalu, forum peretas Turki dilaporkan dipenuhi dengan seruan untuk serangan dunia maya terhadap otoritas dan bank Swedia sebagai tindakan balas dendam terhadap politisi Denmark-Swedia Rasmus Paludan dari partai pinggiran Garis Keras karena membakar Alquran di luar kedutaan Turki di Stockholm. Sveriges Riksbank, bank sentral negara itu, mengatakan menyadari ancaman tersebut, tetapi menolak untuk mengakui menjadi sasaran.

Pakar Swedia, termasuk profesor Pontus Johnson dari Royal Institute of Technology di Stockholm (KTH), mempertanyakan kompetensi teknis peretas Turki, menolak mereka sebagai &quot;amatir yang digerakkan secara ideologis&quot;.
Hubungan bilateral Swedia-Turki memburuk menyusul serangkaian provokasi, termasuk di mana patung Erdogan digantung di Stockholm dan kontes kartun yang diadakan oleh sebuah surat kabar Swedia untuk mengejek pemimpin Turki itu. Tindakan Pembakaran Alquran oleh Rasmus Paludan tidak hanya memicu kemarah Turki, tetapi juga umat Muslim seluruh dunia.
Gabungan, peristiwa-peristiwa ini bahkan meredam ambisi NATO Swedia, karena Turki menekankan bahwa meratifikasi protokol tentang keanggotaan NATO di Finlandia dan Swedia &quot;dalam kondisi saat ini&quot; tidak mungkin dilakukan. Pada Mei 2022, Swedia mengajukan bersama Finlandia mengajukan permohonan bergabung dengan NATO mengakhiri dua abad posisi non-blok kedua negara tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
