<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Raja Yordania, Biden Tekankan Dukungan AS untuk Status Quo Masjid Al Aqsa</title><description>Yordania memegang peran sebagai penjaga situs-situs suci di Yerusalem.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758480/bertemu-raja-yordania-biden-tekankan-dukungan-as-untuk-status-quo-masjid-al-aqsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758480/bertemu-raja-yordania-biden-tekankan-dukungan-as-untuk-status-quo-masjid-al-aqsa"/><item><title>Bertemu Raja Yordania, Biden Tekankan Dukungan AS untuk Status Quo Masjid Al Aqsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758480/bertemu-raja-yordania-biden-tekankan-dukungan-as-untuk-status-quo-masjid-al-aqsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758480/bertemu-raja-yordania-biden-tekankan-dukungan-as-untuk-status-quo-masjid-al-aqsa</guid><pubDate>Jum'at 03 Februari 2023 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/03/18/2758480/bertemu-raja-yordania-biden-tekankan-dukungan-as-untuk-status-quo-masjid-al-aqsa-OE7XFBvazk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joe Biden saat bertemu Raya Yordania Abdullah II di Gedung Putih, Amerika Serikat, Juli 2021. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/03/18/2758480/bertemu-raja-yordania-biden-tekankan-dukungan-as-untuk-status-quo-masjid-al-aqsa-OE7XFBvazk.jpg</image><title>Presiden Joe Biden saat bertemu Raya Yordania Abdullah II di Gedung Putih, Amerika Serikat, Juli 2021. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (2/2/2023) menekankan dukungannya untuk status quo hukum kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Dukungan itu disampaikan Biden dalam pertemuan dengan Raya Yordania Abdullah II di Gedung Putih.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Peringatkan Soal Status Al Aqsa, Raja Yordania Nyatakan Siap Konflik dengan Israel

Biden, Raja Abdullah, dan Putra Mahkota Hussein mengadakan makan siang pribadi di mana Presiden AS itu &quot;menegaskan kembali sifat persahabatan yang erat dan abadi antara Amerika Serikat dan Yordania,&quot; kata Gedung Putih, sebagaimana dilansir AFP.
Mengacu pada ketegangan di sekitar Masjid Al-Aqsa, Biden menegaskan kembali &quot;kebutuhan kritis untuk mempertahankan status quo yang bersejarah&quot;, kata pernyataan itu.
Biden juga mengakui &quot;peran penting Yordania sebagai penjaga tempat-tempat suci Muslim di Yerusalem,&quot; kata Gedung Putih.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pasukan Israel Halangi Dubes Yordania Masuki Masjid Al Aqsa

Mengenai konflik Arab Israel-Palestina, Biden menegaskan kembali posisi AS yang memberikan &quot;dukungan kuat untuk solusi dua negara.&quot; Dia juga berterima kasih kepada Raja Abdullah &quot;atas kemitraannya yang erat dan peran yang dia dan Yordania mainkan sebagai kekuatan untuk stabilitas di Timur Tengah.&quot;Kunjungan Raja Yordania ke Washington terjadi seminggu setelah dia bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Amman.
Kedua pemimpin membahas isu-isu kawasan, khususnya kerja sama strategis, keamanan dan ekonomi antara Israel dan Yordania, yang berkontribusi pada stabilitas kawasan. Menurut siaran pers Yordania, Raja Abdullah menekankan kepada Netanyahu bahwa &quot;status quo sejarah dan hukum di Masjid Al-Aqsa harus dihormati.&quot;
Al Aqsa, atau Temple Mount bagi Yahudi, diserahkan dalam penjagaan Wakaf Yordania setelah penyatuan kembali Yerusalem pada 1967, sesuai keputusan Menteri Pertahanan saat itu Moshe Dayan.
Dalam beberapa waktu belakangan ketegangan telah memuncak di situs itu, terutama setelah kunjungan menteri sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir
</description><content:encoded>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (2/2/2023) menekankan dukungannya untuk status quo hukum kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Dukungan itu disampaikan Biden dalam pertemuan dengan Raya Yordania Abdullah II di Gedung Putih.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Peringatkan Soal Status Al Aqsa, Raja Yordania Nyatakan Siap Konflik dengan Israel

Biden, Raja Abdullah, dan Putra Mahkota Hussein mengadakan makan siang pribadi di mana Presiden AS itu &quot;menegaskan kembali sifat persahabatan yang erat dan abadi antara Amerika Serikat dan Yordania,&quot; kata Gedung Putih, sebagaimana dilansir AFP.
Mengacu pada ketegangan di sekitar Masjid Al-Aqsa, Biden menegaskan kembali &quot;kebutuhan kritis untuk mempertahankan status quo yang bersejarah&quot;, kata pernyataan itu.
Biden juga mengakui &quot;peran penting Yordania sebagai penjaga tempat-tempat suci Muslim di Yerusalem,&quot; kata Gedung Putih.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pasukan Israel Halangi Dubes Yordania Masuki Masjid Al Aqsa

Mengenai konflik Arab Israel-Palestina, Biden menegaskan kembali posisi AS yang memberikan &quot;dukungan kuat untuk solusi dua negara.&quot; Dia juga berterima kasih kepada Raja Abdullah &quot;atas kemitraannya yang erat dan peran yang dia dan Yordania mainkan sebagai kekuatan untuk stabilitas di Timur Tengah.&quot;Kunjungan Raja Yordania ke Washington terjadi seminggu setelah dia bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Amman.
Kedua pemimpin membahas isu-isu kawasan, khususnya kerja sama strategis, keamanan dan ekonomi antara Israel dan Yordania, yang berkontribusi pada stabilitas kawasan. Menurut siaran pers Yordania, Raja Abdullah menekankan kepada Netanyahu bahwa &quot;status quo sejarah dan hukum di Masjid Al-Aqsa harus dihormati.&quot;
Al Aqsa, atau Temple Mount bagi Yahudi, diserahkan dalam penjagaan Wakaf Yordania setelah penyatuan kembali Yerusalem pada 1967, sesuai keputusan Menteri Pertahanan saat itu Moshe Dayan.
Dalam beberapa waktu belakangan ketegangan telah memuncak di situs itu, terutama setelah kunjungan menteri sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir
</content:encoded></item></channel></rss>
