<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konfrontasi Regional Harus Dihentikan, China: Asia Pasifik Bukan Medan Tempur Kontes Geopolitik</title><description>Mao menegaskan bahwa China selalu berperan sebagai pembela perdamaian dan stabilitas dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758732/konfrontasi-regional-harus-dihentikan-china-asia-pasifik-bukan-medan-tempur-kontes-geopolitik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758732/konfrontasi-regional-harus-dihentikan-china-asia-pasifik-bukan-medan-tempur-kontes-geopolitik"/><item><title>Konfrontasi Regional Harus Dihentikan, China: Asia Pasifik Bukan Medan Tempur Kontes Geopolitik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758732/konfrontasi-regional-harus-dihentikan-china-asia-pasifik-bukan-medan-tempur-kontes-geopolitik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/03/18/2758732/konfrontasi-regional-harus-dihentikan-china-asia-pasifik-bukan-medan-tempur-kontes-geopolitik</guid><pubDate>Jum'at 03 Februari 2023 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/03/18/2758732/konfrontasi-regional-harus-dihentikan-china-asia-pasifik-bukan-medan-tempur-kontes-geopolitik-MwE66aITag.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Kemlu China Mao Ning (Foto: Antara/FMPRC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/03/18/2758732/konfrontasi-regional-harus-dihentikan-china-asia-pasifik-bukan-medan-tempur-kontes-geopolitik-MwE66aITag.jpg</image><title>Jubir Kemlu China Mao Ning (Foto: Antara/FMPRC)</title></images><description>BEIJING - Juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam jumpa pers harian pada Kamis (2/2/2023) mendesak pengakhiran upaya menghasut konfrontasi regional di kawasan Asia-Pasifik.

&quot;Kawasan Asia-Pasifik bukanlah medan tempur untuk kontes geopolitik dan (kawasan ini) tidak menerima mentalitas Perang Dingin maupun konfrontasi blok,&quot; terangnya, dikutip Antara.
Pernyataan itu disampaikan Mao sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), di mana kedua pihak tersebut menyatakan kekhawatiran tentang perkembangan kerja sama militer China-Rusia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tak Ada Niat Mengancam atau Menantang Negara Lain, China: Mentalitas Perang Dingin Tidak Populer di Asia Pasifik
Mao menegaskan bahwa China selalu berperan sebagai pembela perdamaian dan stabilitas dunia maupun regional, dan hal itu diakui secara luas.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Soal Al Quran Dibakar di Swedia, China: Kepercayaan Umat Islam dan Perasaan Umat Beragama Harus Dihormati
Dia mengatakan gerakan militer dan keamanan Jepang telah diawasi secara ketat oleh para tetangganya di Asia maupun masyarakat internasional.
Dia menambahkan bahwa Jepang harus mengambil pelajaran dari sejarah, yakni dengan tetap berpegang pada jalur pembangunan perdamaian dan memastikan diri tidak merusak kepercayaan antarnegara atau mengganggu perdamaian dan stabilitas regional.
Menanggapi pertanyaan terkait pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg tentang ancaman keamanan dari China, Mao mengatakan bahwa NATO terus berusaha melampaui zona dan ruang lingkup pertahanan tradisionalnya meski mengklaim diri tetap menjadi aliansi pertahanan regional.



Mao juga menicatat bahwa NATO terus memperkuat militer dan kerja sama keamanan dengan negara-negara Asia-Pasifik serta membuat narasi tentang &quot;ancaman China&quot;.



&quot;Perkembangan seperti itu memicu kewaspadaan tinggi di kalangan negara-negara di kawasan,&quot; ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa China telah secara aktif mempromosikan pembicaraan damai dan mengupayakan deeskalasi pada isu-isu utama.



Mao pun menyarankan agar NATO berpikir keras tentang peran apa yang dapat dimainkannya terhadap keamanan di Eropa.





</description><content:encoded>BEIJING - Juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam jumpa pers harian pada Kamis (2/2/2023) mendesak pengakhiran upaya menghasut konfrontasi regional di kawasan Asia-Pasifik.

&quot;Kawasan Asia-Pasifik bukanlah medan tempur untuk kontes geopolitik dan (kawasan ini) tidak menerima mentalitas Perang Dingin maupun konfrontasi blok,&quot; terangnya, dikutip Antara.
Pernyataan itu disampaikan Mao sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), di mana kedua pihak tersebut menyatakan kekhawatiran tentang perkembangan kerja sama militer China-Rusia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tak Ada Niat Mengancam atau Menantang Negara Lain, China: Mentalitas Perang Dingin Tidak Populer di Asia Pasifik
Mao menegaskan bahwa China selalu berperan sebagai pembela perdamaian dan stabilitas dunia maupun regional, dan hal itu diakui secara luas.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Soal Al Quran Dibakar di Swedia, China: Kepercayaan Umat Islam dan Perasaan Umat Beragama Harus Dihormati
Dia mengatakan gerakan militer dan keamanan Jepang telah diawasi secara ketat oleh para tetangganya di Asia maupun masyarakat internasional.
Dia menambahkan bahwa Jepang harus mengambil pelajaran dari sejarah, yakni dengan tetap berpegang pada jalur pembangunan perdamaian dan memastikan diri tidak merusak kepercayaan antarnegara atau mengganggu perdamaian dan stabilitas regional.
Menanggapi pertanyaan terkait pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg tentang ancaman keamanan dari China, Mao mengatakan bahwa NATO terus berusaha melampaui zona dan ruang lingkup pertahanan tradisionalnya meski mengklaim diri tetap menjadi aliansi pertahanan regional.



Mao juga menicatat bahwa NATO terus memperkuat militer dan kerja sama keamanan dengan negara-negara Asia-Pasifik serta membuat narasi tentang &quot;ancaman China&quot;.



&quot;Perkembangan seperti itu memicu kewaspadaan tinggi di kalangan negara-negara di kawasan,&quot; ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa China telah secara aktif mempromosikan pembicaraan damai dan mengupayakan deeskalasi pada isu-isu utama.



Mao pun menyarankan agar NATO berpikir keras tentang peran apa yang dapat dimainkannya terhadap keamanan di Eropa.





</content:encoded></item></channel></rss>
