<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gempa M5,2 Guncang Muarabinuangeun, Begini Hasil Analisis BMKG</title><description>Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/07/340/2760321/gempa-m5-2-guncang-muarabinuangeun-begini-hasil-analisis-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/07/340/2760321/gempa-m5-2-guncang-muarabinuangeun-begini-hasil-analisis-bmkg"/><item><title> Gempa M5,2 Guncang Muarabinuangeun, Begini Hasil Analisis BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/07/340/2760321/gempa-m5-2-guncang-muarabinuangeun-begini-hasil-analisis-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/07/340/2760321/gempa-m5-2-guncang-muarabinuangeun-begini-hasil-analisis-bmkg</guid><pubDate>Selasa 07 Februari 2023 08:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/07/340/2760321/gempa-m5-2-guncang-muarabinuangeun-begini-hasil-analisis-bmkg-RORt4cGf66.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/07/340/2760321/gempa-m5-2-guncang-muarabinuangeun-begini-hasil-analisis-bmkg-RORt4cGf66.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy8xLzE2MjE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gempa bermagnitudo (M) 5,2 mengguncang Muarabinuangeun, Banten, Selasa (7/2/2023), sekira pukul 07:35 WIB.
Gempa tersebut terjadi di selatan Lebak, Banten.
Adapun hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter  update dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,40&amp;deg; LS ; 105,90&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 km BaratDaya Bayah, Banten pada kedalaman 41 km.
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).
Baca juga:&amp;nbsp;Getaran Gempa M5,2 Muarabinuangeun Terasa sampai DKI Jakarta
Gempa dirasakan di daerah Bayah, Banjarsari, dan Tamanjaya dengan skala intensitas III-IV MMI. Lalu daerah Serang, Pandenglang, Panggarangan, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang dan Cinangka dengan skala intensitas III MMI.
Baca juga:&amp;nbsp;Dua Gempa Cukup Besar Guncang Banten Pagi Ini, M5,2 dan M5,7!
Kemudian di Tangerang Selatan, Bogor, Sukabumi, Tangerang, Cianjur dan Bandung Barat dengan skala intensitas II-III MMI. Gempa juga terasa di DKI Jakarta, Depok, Cibubur dengan skala intensitas II MMI.&quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; katanya.
Daryono menerangkan bahwa dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
&quot;Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,&quot; terangnya.
&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun&amp;nbsp; tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; imbuh dia.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy8xLzE2MjE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gempa bermagnitudo (M) 5,2 mengguncang Muarabinuangeun, Banten, Selasa (7/2/2023), sekira pukul 07:35 WIB.
Gempa tersebut terjadi di selatan Lebak, Banten.
Adapun hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter  update dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,40&amp;deg; LS ; 105,90&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 km BaratDaya Bayah, Banten pada kedalaman 41 km.
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).
Baca juga:&amp;nbsp;Getaran Gempa M5,2 Muarabinuangeun Terasa sampai DKI Jakarta
Gempa dirasakan di daerah Bayah, Banjarsari, dan Tamanjaya dengan skala intensitas III-IV MMI. Lalu daerah Serang, Pandenglang, Panggarangan, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang dan Cinangka dengan skala intensitas III MMI.
Baca juga:&amp;nbsp;Dua Gempa Cukup Besar Guncang Banten Pagi Ini, M5,2 dan M5,7!
Kemudian di Tangerang Selatan, Bogor, Sukabumi, Tangerang, Cianjur dan Bandung Barat dengan skala intensitas II-III MMI. Gempa juga terasa di DKI Jakarta, Depok, Cibubur dengan skala intensitas II MMI.&quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; katanya.
Daryono menerangkan bahwa dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
&quot;Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,&quot; terangnya.
&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun&amp;nbsp; tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; imbuh dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
