<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah 7 Tahun yang Lindungi Adiknya dari Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki Berhasil Diselamatkan dan Kondisi Aman</title><description>Safa pun terus memberikan update terbaru tentang kondisi kedua anak tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/08/18/2761207/bocah-7-tahun-yang-lindungi-adiknya-dari-reruntuhan-gempa-dahsyat-turki-berhasil-diselamatkan-dan-kondisi-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/08/18/2761207/bocah-7-tahun-yang-lindungi-adiknya-dari-reruntuhan-gempa-dahsyat-turki-berhasil-diselamatkan-dan-kondisi-aman"/><item><title>Bocah 7 Tahun yang Lindungi Adiknya dari Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki Berhasil Diselamatkan dan Kondisi Aman</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/08/18/2761207/bocah-7-tahun-yang-lindungi-adiknya-dari-reruntuhan-gempa-dahsyat-turki-berhasil-diselamatkan-dan-kondisi-aman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/08/18/2761207/bocah-7-tahun-yang-lindungi-adiknya-dari-reruntuhan-gempa-dahsyat-turki-berhasil-diselamatkan-dan-kondisi-aman</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/18/2761207/gadis-7-tahun-yang-lindungi-adiknya-dari-reruntuhan-gempa-dahsyat-turki-berhasil-diselamatkan-dan-kondisi-aman-tO3FHCEMfz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gadis 7 tahun yang melindungi adiknya dari reruntuhan bangunan akibat gempa dahsyat mengguncang Turki hingga Suriah (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/18/2761207/gadis-7-tahun-yang-lindungi-adiknya-dari-reruntuhan-gempa-dahsyat-turki-berhasil-diselamatkan-dan-kondisi-aman-tO3FHCEMfz.jpg</image><title>Gadis 7 tahun yang melindungi adiknya dari reruntuhan bangunan akibat gempa dahsyat mengguncang Turki hingga Suriah (Foto: Twitter)</title></images><description>SURIAH &amp;ndash; Sebuah foto seorang gadis kecil yang berusaha melindungi adiknya dari reruntuhan puing akibat gempa dahsyat magnitudo 7,8 mengguncang Turki hingga Suriah mendadak viral di platform media sosial (medsos).
Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bernama Mohamad Safa mengunggah foto anak-anak itu ke Twitter dengan klaim bahwa mereka telah berada di bawah puing-puing reruntuhan selama lebih dari 17 jam.
&quot;Gadis berusia 7 tahun yang meletakkan tangannya di atas kepala adik laki-lakinya untuk melindunginya saat mereka berada di bawah reruntuhan selama 17 jam telah berhasil selamat. Saya tidak melihat ada yang berbagi. Jika dia mati, semua orang akan berbagi! Bagikan! positif,&quot; cuit Safa.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Kuasa Menahan Tangis, Sang Ayah Menyaksikan RS Runtuh dengan Anaknya di Dalam Akibat Gempa Dahsyat Turki
Safa pun terus memberikan update terbaru tentang kondisi kedua anak tersebut.
Dia membagikan cuitan jika kedua kakak beradik itu berhasil diselamatkan dan saat ini berada di tempat aman.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Hanya Manusia, Anjing Pelacak Pun Ikut Dikirim dari Sejumlah Negara untuk Bantu Cari Korban Gempa yang Terkubur di Bawah Reruntuhan
Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,8 di Turki selatan dan Suriah menewaskan hampir 8.000 orang. Saat tim penyelamat mencari korban jiwa melalui bangunan yang runtuh, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keadaan darurat tiga bulan di 10 wilayah.
Gempa besar, salah satu yang terbesar di daerah rawan gempa dalam satu abad terakhir, memicu kekhawatiran akan bencana kemanusiaan baru di wilayah yang tegang akibat perang, pengungsian, dan kesulitan ekonomi.Ratusan petugas penyelamat masih mencari melalui puing-puing dan puing-puing, berusaha menggali korban selamat, meski suhu sangat dingin. Menurut pihak berwenang, korban tewas akibat gempa dan gempa susulan diperkirakan akan meningkat. Suhu dangkal dan hujan salju lebat melanda Turki dan Suriah.
Di daerah yang dikuasai pemberontak, dilaporkan masih ada ratusan keluarga yang terkubur di bawah reruntuhan.
Orang-orang mengatakan bahwa ribuan bangunan telah runtuh di area yang luas yang membentang dari kota Aleppo dan Hama di Suriah hingga kota Diyarbakir di Turki, yang berjarak lebih dari 330 kilometer ke arah timur laut.</description><content:encoded>SURIAH &amp;ndash; Sebuah foto seorang gadis kecil yang berusaha melindungi adiknya dari reruntuhan puing akibat gempa dahsyat magnitudo 7,8 mengguncang Turki hingga Suriah mendadak viral di platform media sosial (medsos).
Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bernama Mohamad Safa mengunggah foto anak-anak itu ke Twitter dengan klaim bahwa mereka telah berada di bawah puing-puing reruntuhan selama lebih dari 17 jam.
&quot;Gadis berusia 7 tahun yang meletakkan tangannya di atas kepala adik laki-lakinya untuk melindunginya saat mereka berada di bawah reruntuhan selama 17 jam telah berhasil selamat. Saya tidak melihat ada yang berbagi. Jika dia mati, semua orang akan berbagi! Bagikan! positif,&quot; cuit Safa.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Kuasa Menahan Tangis, Sang Ayah Menyaksikan RS Runtuh dengan Anaknya di Dalam Akibat Gempa Dahsyat Turki
Safa pun terus memberikan update terbaru tentang kondisi kedua anak tersebut.
Dia membagikan cuitan jika kedua kakak beradik itu berhasil diselamatkan dan saat ini berada di tempat aman.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tak Hanya Manusia, Anjing Pelacak Pun Ikut Dikirim dari Sejumlah Negara untuk Bantu Cari Korban Gempa yang Terkubur di Bawah Reruntuhan
Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,8 di Turki selatan dan Suriah menewaskan hampir 8.000 orang. Saat tim penyelamat mencari korban jiwa melalui bangunan yang runtuh, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keadaan darurat tiga bulan di 10 wilayah.
Gempa besar, salah satu yang terbesar di daerah rawan gempa dalam satu abad terakhir, memicu kekhawatiran akan bencana kemanusiaan baru di wilayah yang tegang akibat perang, pengungsian, dan kesulitan ekonomi.Ratusan petugas penyelamat masih mencari melalui puing-puing dan puing-puing, berusaha menggali korban selamat, meski suhu sangat dingin. Menurut pihak berwenang, korban tewas akibat gempa dan gempa susulan diperkirakan akan meningkat. Suhu dangkal dan hujan salju lebat melanda Turki dan Suriah.
Di daerah yang dikuasai pemberontak, dilaporkan masih ada ratusan keluarga yang terkubur di bawah reruntuhan.
Orang-orang mengatakan bahwa ribuan bangunan telah runtuh di area yang luas yang membentang dari kota Aleppo dan Hama di Suriah hingga kota Diyarbakir di Turki, yang berjarak lebih dari 330 kilometer ke arah timur laut.</content:encoded></item></channel></rss>
