<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Ojol Tolak ERP di Balai Kota, Dishub DKI: Aspirasi Kami Terima untuk Perbaikan Layanan</title><description>Pengemudi ojek online (ojol) melaukan demo di depan Balai Kota DKI Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/08/338/2761334/demo-ojol-tolak-erp-di-balai-kota-dishub-dki-aspirasi-kami-terima-untuk-perbaikan-layanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/08/338/2761334/demo-ojol-tolak-erp-di-balai-kota-dishub-dki-aspirasi-kami-terima-untuk-perbaikan-layanan"/><item><title>Demo Ojol Tolak ERP di Balai Kota, Dishub DKI: Aspirasi Kami Terima untuk Perbaikan Layanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/08/338/2761334/demo-ojol-tolak-erp-di-balai-kota-dishub-dki-aspirasi-kami-terima-untuk-perbaikan-layanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/08/338/2761334/demo-ojol-tolak-erp-di-balai-kota-dishub-dki-aspirasi-kami-terima-untuk-perbaikan-layanan</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/338/2761334/demo-ojol-tolak-erp-di-balai-kota-dishub-dki-aspirasi-kami-terima-untuk-perbaikan-layanan-kMxlicZvAl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ojol demo di depan Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/338/2761334/demo-ojol-tolak-erp-di-balai-kota-dishub-dki-aspirasi-kami-terima-untuk-perbaikan-layanan-kMxlicZvAl.jpg</image><title>Ojol demo di depan Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC8xLzE2MjI3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) melaukan demo di depan Balai Kota DKI Jakarta. Aksi ini dilakukan terkait kebijakan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

&quot;Jadi kami dari Dishub tentu mendengarkan aspirasi dari rekan-rekan ojol yang menyampaikan aspirasi di depan apa yang mereka akan sampaikan kami terima tentu untuk keseluruhannya dalam rangka perbaikan layanan transportasi di Jakarta,&quot; kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada awak media di Balai Kota, Rabu (8/2/2023).

BACA JUGA:Sopir Fortuner Berpelat Dinas Polri Tabrak Pemotor di Rawamangun Ternyata Mantu Polisi


BACA JUGA:Ribuan Ojol Geruduk Kantor Pj Gubernur Heru Tolak ERP, Lalin Macet Parah

Ratusan massa ojek online (ojol) menggeruduk Balai Kota, Jakarta Pusat. Adapun tuntutan mereka yakni menolak kebijakan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP)..

Pantauan MNC Portal Indonesia dilokasi pada Rabu (8/2/2023) siang ratusan pengemudi ojol memadati dan memblokade depan gerbang Kantor Balai Kota Jakarta atau tepatnya Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat mengarah ke Patung Kuda. Terpantau massa pengemudi ojol juga membawa atribut bendera serta spanduk dalam aksi tersebut.

&quot;Tolak Tolak Tolak ERP sekarang juga!&quot; ungkap orator diatas mobil komando.

&quot;Datang kemari kita ngapain teman-teman?&quot; tutur dia.

&quot;Tolak ERP!&quot; jawab ratusan massa pengemudi ojol.

Kebijakan ERP tercantum dalam Raperda PL2SE yang akan diterapkan setiap hari pukul 05.00-22.00 WIB. Adapun besaran usulan tarif dari Dishub DKI senilai Rp5.000-19.900.

Kebijakan ERP ini diwacanakan akan diterapkan di 25 ruas jalan protokol Ibu Kota. Di mana kebijakan ERP saat ini tengah dalam pembahasan di tingkat DPRD DKI. Namun, dua kali agenda rapat soal ERP selalu ditunda akibat tidak hadirnya perwakilan Pemprov DKI.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC8xLzE2MjI3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) melaukan demo di depan Balai Kota DKI Jakarta. Aksi ini dilakukan terkait kebijakan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

&quot;Jadi kami dari Dishub tentu mendengarkan aspirasi dari rekan-rekan ojol yang menyampaikan aspirasi di depan apa yang mereka akan sampaikan kami terima tentu untuk keseluruhannya dalam rangka perbaikan layanan transportasi di Jakarta,&quot; kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada awak media di Balai Kota, Rabu (8/2/2023).

BACA JUGA:Sopir Fortuner Berpelat Dinas Polri Tabrak Pemotor di Rawamangun Ternyata Mantu Polisi


BACA JUGA:Ribuan Ojol Geruduk Kantor Pj Gubernur Heru Tolak ERP, Lalin Macet Parah

Ratusan massa ojek online (ojol) menggeruduk Balai Kota, Jakarta Pusat. Adapun tuntutan mereka yakni menolak kebijakan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP)..

Pantauan MNC Portal Indonesia dilokasi pada Rabu (8/2/2023) siang ratusan pengemudi ojol memadati dan memblokade depan gerbang Kantor Balai Kota Jakarta atau tepatnya Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat mengarah ke Patung Kuda. Terpantau massa pengemudi ojol juga membawa atribut bendera serta spanduk dalam aksi tersebut.

&quot;Tolak Tolak Tolak ERP sekarang juga!&quot; ungkap orator diatas mobil komando.

&quot;Datang kemari kita ngapain teman-teman?&quot; tutur dia.

&quot;Tolak ERP!&quot; jawab ratusan massa pengemudi ojol.

Kebijakan ERP tercantum dalam Raperda PL2SE yang akan diterapkan setiap hari pukul 05.00-22.00 WIB. Adapun besaran usulan tarif dari Dishub DKI senilai Rp5.000-19.900.

Kebijakan ERP ini diwacanakan akan diterapkan di 25 ruas jalan protokol Ibu Kota. Di mana kebijakan ERP saat ini tengah dalam pembahasan di tingkat DPRD DKI. Namun, dua kali agenda rapat soal ERP selalu ditunda akibat tidak hadirnya perwakilan Pemprov DKI.</content:encoded></item></channel></rss>
