<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>60% Kue Iklan Lari ke Paltform Asing, Jokowi: Ini Menyulitkan Media Konvensional   </title><description>&amp;nbsp;
Di sisi lain juga ada usulan rancangan Perpres tentang tanggung jawab perusahaan platform digital mendukung jurnalisme yang berkualitas.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/09/337/2761786/60-kue-iklan-lari-ke-paltform-asing-jokowi-ini-menyulitkan-media-konvensional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/09/337/2761786/60-kue-iklan-lari-ke-paltform-asing-jokowi-ini-menyulitkan-media-konvensional"/><item><title>60% Kue Iklan Lari ke Paltform Asing, Jokowi: Ini Menyulitkan Media Konvensional   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/09/337/2761786/60-kue-iklan-lari-ke-paltform-asing-jokowi-ini-menyulitkan-media-konvensional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/09/337/2761786/60-kue-iklan-lari-ke-paltform-asing-jokowi-ini-menyulitkan-media-konvensional</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2023 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/09/337/2761786/60-kue-iklan-lari-ke-paltform-asing-jokowi-ini-menyulitkan-media-konvensional-J46ZjiGbdG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi/Foto: MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/09/337/2761786/60-kue-iklan-lari-ke-paltform-asing-jokowi-ini-menyulitkan-media-konvensional-J46ZjiGbdG.jpg</image><title>Presiden Jokowi/Foto: MPI</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy8xLzE2MjIzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Keberlanjutan industri media konvensional, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadapi tantangan berat. Hal tersebut menurutnya bisa terjadi karena sekitar 60 persen belanja iklan telah diambil oleh media digital terutama platform-platform asing.

&quot;Ini sedih loh kita. Sehingga tadi malam saat makan durian saya mengundang beberapa tokoh insan pers untuk berbicara mengenai ini,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2023, Kamis (9/2/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA: Puluhan Saksi Diperiksa, Kejagung Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Korupsi BAKTI Kominfo
Jokowi mengungkapkan, Menkominfo telah mengajukan izin prakarsa mengenai rancangan Perpres tentang kerja sama perusahaan platform digital dengan perusahaan Pers untuk mendukung jurnalisme yang berkualitas.

Di sisi lain juga ada usulan rancangan Perpres tentang tanggung jawab perusahaan platform digital untuk mendukung jurnalisme yang berkualitas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jhonny G Plate Batal Penuhi Pemeriksaan Kejagung, Akan Datang 14 Februari
&quot;Saran saya bertemu, kemudian dalam satu bulan ini harus selesai mengenai Perpres ini. jangan lebih dari satu bulan. Dah. Saya akan ikut nanti dalam beberapa pembahasan mengenai ini,&quot; kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa 60 persen belanja iklan yang diambil oleh media digital terutama platform-platform asing mengakibatkan sumber daya keuangan media konvensional semakin berkurang.

&quot;Sekali lagi sekitar 60% belanja iklan telah diambil oleh media digital terutama platform-plaform asing. Artinya Apa? sumber daya keuangan media konvensional akan semakin berkurang terus. Larinya pasti ke sana dan sebagian sudah mengembangkan diri ke media digital tetapi dominasi platform asing dalam mengambil belanja iklan ini telah menyulitkan media dalam negeri kita,&quot; kata Jokowi.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy8xLzE2MjIzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Keberlanjutan industri media konvensional, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadapi tantangan berat. Hal tersebut menurutnya bisa terjadi karena sekitar 60 persen belanja iklan telah diambil oleh media digital terutama platform-platform asing.

&quot;Ini sedih loh kita. Sehingga tadi malam saat makan durian saya mengundang beberapa tokoh insan pers untuk berbicara mengenai ini,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2023, Kamis (9/2/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA: Puluhan Saksi Diperiksa, Kejagung Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Korupsi BAKTI Kominfo
Jokowi mengungkapkan, Menkominfo telah mengajukan izin prakarsa mengenai rancangan Perpres tentang kerja sama perusahaan platform digital dengan perusahaan Pers untuk mendukung jurnalisme yang berkualitas.

Di sisi lain juga ada usulan rancangan Perpres tentang tanggung jawab perusahaan platform digital untuk mendukung jurnalisme yang berkualitas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jhonny G Plate Batal Penuhi Pemeriksaan Kejagung, Akan Datang 14 Februari
&quot;Saran saya bertemu, kemudian dalam satu bulan ini harus selesai mengenai Perpres ini. jangan lebih dari satu bulan. Dah. Saya akan ikut nanti dalam beberapa pembahasan mengenai ini,&quot; kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa 60 persen belanja iklan yang diambil oleh media digital terutama platform-platform asing mengakibatkan sumber daya keuangan media konvensional semakin berkurang.

&quot;Sekali lagi sekitar 60% belanja iklan telah diambil oleh media digital terutama platform-plaform asing. Artinya Apa? sumber daya keuangan media konvensional akan semakin berkurang terus. Larinya pasti ke sana dan sebagian sudah mengembangkan diri ke media digital tetapi dominasi platform asing dalam mengambil belanja iklan ini telah menyulitkan media dalam negeri kita,&quot; kata Jokowi.



</content:encoded></item></channel></rss>
