<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KKB Teroris Semakin Brutal, Dudung Gunakan Pendekatan Humanis</title><description>Hal tersebut sesuai dengan arahan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/10/337/2762802/kkb-teroris-semakin-brutal-dudung-gunakan-pendekatan-humanis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/10/337/2762802/kkb-teroris-semakin-brutal-dudung-gunakan-pendekatan-humanis"/><item><title>KKB Teroris Semakin Brutal, Dudung Gunakan Pendekatan Humanis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/10/337/2762802/kkb-teroris-semakin-brutal-dudung-gunakan-pendekatan-humanis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/10/337/2762802/kkb-teroris-semakin-brutal-dudung-gunakan-pendekatan-humanis</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/337/2762802/kkb-teroris-semakin-brutal-dudung-gunakan-pendekatan-humanis-lFlpFH6cMZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSAD Jenderal Dudung Abdurachman/MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/337/2762802/kkb-teroris-semakin-brutal-dudung-gunakan-pendekatan-humanis-lFlpFH6cMZ.jpg</image><title>KSAD Jenderal Dudung Abdurachman/MPI</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA  - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman  mengirim pasukan tambahan guna membantu proses pencarian dan evakuasi pilot pesawat Susi Air Kapten Phillips Max Merthen yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.
TNI AD kata Dudung, akan tetap melakukan pendekatan secara humanis namun tetap tegas dengan pelaku teror, termasuk kelompok kriminal bersenjata (KKB). Hal tersebut sesuai dengan arahan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
(Baca juga: Pilot Susi Air Disandera, Jenderal Kopassus Penumpas Teroris Poso Terjun Langsung Gelar Operasi Khusus)
&quot;Pendekatan sih tetap humanis. Tetapi sebetulnya yang bisa menjawab ini adalah kewenangan Mabes TNI. Kalau saya kan hanya mengirim. Tapi yang menggunakan itu adalah Mabes TNI,&quot; kata Dudung saat ditemui usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2023).
&quot;Konsepnya saya lihat Panglima TNI tetap persuasif, humanis, dan tetap tegas terhadap para pelaku teroris,&quot; sambungnya.
Selain membantu pencarian pilot Susi Air, Dudung menjelaskan bahwa pasukan yang berangkat hari ini juga untuk mengejar para pelaku teror. Dia pun akan berangkan ke Bandara Halim Perdanakusumah untuk memberikan moril kepada anggotanya berangkat ke Papua.
&quot;Kira-kira begitulah. Dua-duanya (menyelamatkan sandera dan mengejar pelaku), target itu harus tercapai,&quot; pungkasnya.
Sebelumnya, KKB membenarkan mereka merupakan pelaku dari pembakaran pesawat Susi Air. Mereka juga menyandera awak pesawat. KKB yang melakukan aksi tersebut pimpinan Egianus Kogoya.


Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengungkapkan, Pilot Susi Air Kapten Philips Merthens disandera usai kelompok tersebut membakar pesawat di Bandara Paro, Nduga, Papua.

Pesawat tersebut melayani penerbangan dari Timika-Paro membawa lima orang penumpang termasuk seorang bayi. Lima penumpang pesawat milik Susi Air yaitu Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge,Meita Gwijangge dan Wetina W.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA  - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman  mengirim pasukan tambahan guna membantu proses pencarian dan evakuasi pilot pesawat Susi Air Kapten Phillips Max Merthen yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.
TNI AD kata Dudung, akan tetap melakukan pendekatan secara humanis namun tetap tegas dengan pelaku teror, termasuk kelompok kriminal bersenjata (KKB). Hal tersebut sesuai dengan arahan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
(Baca juga: Pilot Susi Air Disandera, Jenderal Kopassus Penumpas Teroris Poso Terjun Langsung Gelar Operasi Khusus)
&quot;Pendekatan sih tetap humanis. Tetapi sebetulnya yang bisa menjawab ini adalah kewenangan Mabes TNI. Kalau saya kan hanya mengirim. Tapi yang menggunakan itu adalah Mabes TNI,&quot; kata Dudung saat ditemui usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2023).
&quot;Konsepnya saya lihat Panglima TNI tetap persuasif, humanis, dan tetap tegas terhadap para pelaku teroris,&quot; sambungnya.
Selain membantu pencarian pilot Susi Air, Dudung menjelaskan bahwa pasukan yang berangkat hari ini juga untuk mengejar para pelaku teror. Dia pun akan berangkan ke Bandara Halim Perdanakusumah untuk memberikan moril kepada anggotanya berangkat ke Papua.
&quot;Kira-kira begitulah. Dua-duanya (menyelamatkan sandera dan mengejar pelaku), target itu harus tercapai,&quot; pungkasnya.
Sebelumnya, KKB membenarkan mereka merupakan pelaku dari pembakaran pesawat Susi Air. Mereka juga menyandera awak pesawat. KKB yang melakukan aksi tersebut pimpinan Egianus Kogoya.


Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengungkapkan, Pilot Susi Air Kapten Philips Merthens disandera usai kelompok tersebut membakar pesawat di Bandara Paro, Nduga, Papua.

Pesawat tersebut melayani penerbangan dari Timika-Paro membawa lima orang penumpang termasuk seorang bayi. Lima penumpang pesawat milik Susi Air yaitu Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge,Meita Gwijangge dan Wetina W.</content:encoded></item></channel></rss>
