<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Pilu Bayi Yatim Piatu Selamat dari Gempa Dahsyat Turki, Banyak Orang Ingin Adopsi</title><description>Ibu, ayah, dan keempat saudara kandungnya meninggal setelah gempa melanda kota Jindayris.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/11/18/2762620/kisah-pilu-bayi-yatim-piatu-selamat-dari-gempa-dahsyat-turki-banyak-orang-ingin-adopsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/11/18/2762620/kisah-pilu-bayi-yatim-piatu-selamat-dari-gempa-dahsyat-turki-banyak-orang-ingin-adopsi"/><item><title>Kisah Pilu Bayi Yatim Piatu Selamat dari Gempa Dahsyat Turki, Banyak Orang Ingin Adopsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/11/18/2762620/kisah-pilu-bayi-yatim-piatu-selamat-dari-gempa-dahsyat-turki-banyak-orang-ingin-adopsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/11/18/2762620/kisah-pilu-bayi-yatim-piatu-selamat-dari-gempa-dahsyat-turki-banyak-orang-ingin-adopsi</guid><pubDate>Sabtu 11 Februari 2023 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/18/2762620/kisah-pilu-bayi-yatim-piatu-selamat-dari-gempa-dahsyat-turki-banyak-orang-ingin-adopsi-JD9TbijS1i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa dahsyat M7,8 mengguncang Turki (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/18/2762620/kisah-pilu-bayi-yatim-piatu-selamat-dari-gempa-dahsyat-turki-banyak-orang-ingin-adopsi-JD9TbijS1i.jpg</image><title>Gempa dahsyat M7,8 mengguncang Turki (Foto: Reuters)</title></images><description>
TURKI &amp;ndash; Gempa dahsyat magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki hingga Suriah yang terjadi pada Senin (6/2/2023) terus menyisakan kisah sedih dan pedih.
Salah satunya adalah seorang bayi yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan puing-puing bangunan yang runtuh di Suriah barat laut
Saat diselamatkan, bayi Aya - yang berarti keajaiban dalam bahasa Arab - masih terhubung dengan ibunya melalui tali pusarnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Demi Bertahan Hidup, Korban Selamat Gempa Turki Berjuang Melawan Cuaca Dingin dan Berebut Makanan
Ibu, ayah, dan keempat saudara kandungnya meninggal setelah gempa melanda kota Jindayris. Aya sekarang di rumah sakit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bocah 5 Tahun Diselamatkan dari Reruntuhan Puing 72 Jam Usai Gempa Turki, Mengaku Belum Dapat Pemeriksaan Medis
Sebelumnya, video penyelamatan Aya viral di media sosial. Rekaman menunjukkan seorang pria berlari dari puing-puing bangunan yang runtuh, menggendong bayi yang tertutup debu. Khalil al-Suwadi, seorang kerabat jauh, yang ada di sana ketika dia ditarik ke tempat aman, membawa bayi yang baru lahir itu ke Dr Marouf di kota Afrin, Suriah.


&quot;Dia tiba pada hari Senin dalam keadaan yang sangat buruk, dia mengalami benjolan, memar, dia kedinginan dan hampir tidak bernapas,&quot; kata Hani Marouf, dokter anak yang merawatnya, dikutip BBC. namun sekarang dia dalam kondisi stabil.

Setelah ditemukan, ribuan orang di seluruh dunia berduyun-duyun menawarkan diri untuk mengadopsi bayi mungil itu.

&amp;nbsp;BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Ribuan Orang di Seluruh Dunia Tawarkan Adopsi Bayi Yatim Piatu yang Ditarik Hidup-Hidup dari Reruntuhan Puing Gempa Turki </description><content:encoded>
TURKI &amp;ndash; Gempa dahsyat magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki hingga Suriah yang terjadi pada Senin (6/2/2023) terus menyisakan kisah sedih dan pedih.
Salah satunya adalah seorang bayi yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan puing-puing bangunan yang runtuh di Suriah barat laut
Saat diselamatkan, bayi Aya - yang berarti keajaiban dalam bahasa Arab - masih terhubung dengan ibunya melalui tali pusarnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Demi Bertahan Hidup, Korban Selamat Gempa Turki Berjuang Melawan Cuaca Dingin dan Berebut Makanan
Ibu, ayah, dan keempat saudara kandungnya meninggal setelah gempa melanda kota Jindayris. Aya sekarang di rumah sakit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bocah 5 Tahun Diselamatkan dari Reruntuhan Puing 72 Jam Usai Gempa Turki, Mengaku Belum Dapat Pemeriksaan Medis
Sebelumnya, video penyelamatan Aya viral di media sosial. Rekaman menunjukkan seorang pria berlari dari puing-puing bangunan yang runtuh, menggendong bayi yang tertutup debu. Khalil al-Suwadi, seorang kerabat jauh, yang ada di sana ketika dia ditarik ke tempat aman, membawa bayi yang baru lahir itu ke Dr Marouf di kota Afrin, Suriah.


&quot;Dia tiba pada hari Senin dalam keadaan yang sangat buruk, dia mengalami benjolan, memar, dia kedinginan dan hampir tidak bernapas,&quot; kata Hani Marouf, dokter anak yang merawatnya, dikutip BBC. namun sekarang dia dalam kondisi stabil.

Setelah ditemukan, ribuan orang di seluruh dunia berduyun-duyun menawarkan diri untuk mengadopsi bayi mungil itu.

&amp;nbsp;BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Ribuan Orang di Seluruh Dunia Tawarkan Adopsi Bayi Yatim Piatu yang Ditarik Hidup-Hidup dari Reruntuhan Puing Gempa Turki </content:encoded></item></channel></rss>
