<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gegara Terpesona Kecantikan Roro Hoyi, Amangkurat I Gantung Adipati Surabaya   </title><description>Roro Hoyi atau Roro Oyi adalah perempuan keturunan Tionghoa yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/11/337/2763247/gegara-terpesona-kecantikan-roro-hoyi-amangkurat-i-gantung-adipati-surabaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/11/337/2763247/gegara-terpesona-kecantikan-roro-hoyi-amangkurat-i-gantung-adipati-surabaya"/><item><title>Gegara Terpesona Kecantikan Roro Hoyi, Amangkurat I Gantung Adipati Surabaya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/11/337/2763247/gegara-terpesona-kecantikan-roro-hoyi-amangkurat-i-gantung-adipati-surabaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/11/337/2763247/gegara-terpesona-kecantikan-roro-hoyi-amangkurat-i-gantung-adipati-surabaya</guid><pubDate>Sabtu 11 Februari 2023 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/11/337/2763247/gegara-terpesona-kecantikan-roro-hoyi-amangkurat-i-gantung-adipati-surabaya-NWsWS7jy5d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Amangkurat I (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/11/337/2763247/gegara-terpesona-kecantikan-roro-hoyi-amangkurat-i-gantung-adipati-surabaya-NWsWS7jy5d.jpg</image><title>Raja Amangkurat I (foto: dok ist)</title></images><description>TRAGEDI berdarah yang disebabkan pesona kecantikan seorang perempuan bernama Roro Hoyi, mewarnai perjalanan kekuasaan Amangkurat I (1646-1677) dalam memimpin Kerajaan Mataram.

Roro Hoyi atau Roro Oyi adalah perempuan keturunan Tionghoa yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Kecantikan Roro Hoyi telah membuat Amangkurat I gelap mata. Putra Sultan Agung Hanyokrokusumo itu bahkan sampai tega menghabisi keluarganya sendiri.

Pangeran Pekik, adipati Surabaya yang merupakan paman Amangkurat I, salah satu anggota keluarga yang dieksekusi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kekejaman Sultan Amangkurat I Berujung Hancurnya Kerajaan Mataram
Siapa Roro Hoyi? Ia adalah anak Tumenggung Ki Mangunjaya, punggawa Mataram yang dipercaya menjaga wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Ki Mangunjaya seorang keturunan Tionghoa yang dulunya bernama Ma Oen. Ia seorang pedagang yang tekun berniaga di kawasan pelabuhan Surabaya.

Ma Oen dikenal bersosok ramah dan menyenangkan. Tapi yang paling menonjol adalah kemampuannya menjaga keamanan kawasan pelabuhan Surabaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kisah Jatuhnya Keraton Plered Mataram dan Trunojoyo Ditikam Amangkurat II
Hal itu yang membuat Ma Oen memiliki kedekatan dengan Pangeran Pekik, Adipati Surabaya, bawahan Kerajaan Mataram.

Pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma (ayah Amangkurat I), Ma Oen ikut berjasa dalam operasi militer menaklukkan Giri Kedaton (Gresik) di bawah pimpinan Pangeran Pekik.

&amp;ldquo;Sebagai balas jasa, Pangeran Pekik mengangkat Ma Oen sebagai demang dan menjadikannya penguasa Banyuwangi,&amp;rdquo; demikian yang tertulis dalam buku Sejarah Nusantara yang Disembunyikan (2019).

Sebagai penguasa Banyuwangi, Ma Oen dianugerahi nama baru, yakni Mangunjaya. Ia menikahi seorang perempuan Jawa di mana kemudian dianugerahi anak perempuan yang diberi nama Roro Hoyi.

Hoyi memesona sejak kecil. Pada saat menginjak usia remaja, kulit terang, mata sipit serta alis halus melengkung gadis berwajah rupawan itu menjadi buah bibir. Kabar tentang pesona itu sampai ke telinga Amangkurat I.

Raja Mataram itu pun terpikat dan ingin memperistrinya. Roro Hoyi pun diboyong ke keraton Mataram. Namun karena dianggap belum cukup dewasa, Roro Hoyi lebih dulu dititipkan kepada Bei Wirorejo.

Hoyi mendapat pelajaran etika. Ia diajari bagaimana menerapkan laku unggah-ungguh di lingkungan keraton Mataram.

Masalah timbul ketika Pangeran Tejaningrat, putra Amangkurat I diam-diam juga menaruh hati kepada Roro Hoyi. Ia ingin memperistrinya. Namun begitu tahu Hoyi adalah calon istri ayahnya, niatnya diurungkan.

Akibatnya Tejaningrat jatuh sakit. Tahu hal itu Pangeran Pekik merasa iba. Ia tidak tega melihat cucunya sakit gara-gara asmara yang tidak terlaksana. Diam-diam ia kawinkan Tejaningrat dengan Roro Hoyi.

&amp;ldquo;Mengingat Tejaningrat adalah anak Amangkurat I sendiri, Pangeran Pekik menduga jika Amangkurat I akan maklum dengan pernikahan Tejaningrat dan Roro Hoyi&amp;rdquo;.

Pangeran Pekik salah besar. Amangkurat I yang murka justru menuduhnya telah melakukan persekongkolan untuk merongrong tahta Mataram. Akibatnya Pangeran Pekik dihukum gantung di alun-alun hingga tewas.

Begitu juga dengan Bekel Bei Wirorejo, pengasuh Roro Hoyi juga digantung sampai mati. Sementara Tejaningrat putranya mendapat hukuman menghabisi Roro Hoyi.

Tejaningrat tak kuasa menolak perintah raja yang notabene ayah kandungnya. Gadis yang dicintainya itu tewas di tangannya. Sejak peristiwa itu, Tejaningrat diangkat menjadi Adipati Anom.

Amangkurat I merupakan Raja Mataram yang menjadi sekutu kompeni Belanda. Pemerintahannya diwarnai banyak pemberontakan. Yang paling besar adalah pemberontakan Trunojoyo, di mana Amangkurat I sampai keluar istana.

Amangkurat I meninggal dunia dalam pelarian di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Ia mendapat julukan sebagai Sunan Tegalarum atau Tegalwangi.

</description><content:encoded>TRAGEDI berdarah yang disebabkan pesona kecantikan seorang perempuan bernama Roro Hoyi, mewarnai perjalanan kekuasaan Amangkurat I (1646-1677) dalam memimpin Kerajaan Mataram.

Roro Hoyi atau Roro Oyi adalah perempuan keturunan Tionghoa yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Kecantikan Roro Hoyi telah membuat Amangkurat I gelap mata. Putra Sultan Agung Hanyokrokusumo itu bahkan sampai tega menghabisi keluarganya sendiri.

Pangeran Pekik, adipati Surabaya yang merupakan paman Amangkurat I, salah satu anggota keluarga yang dieksekusi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kekejaman Sultan Amangkurat I Berujung Hancurnya Kerajaan Mataram
Siapa Roro Hoyi? Ia adalah anak Tumenggung Ki Mangunjaya, punggawa Mataram yang dipercaya menjaga wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Ki Mangunjaya seorang keturunan Tionghoa yang dulunya bernama Ma Oen. Ia seorang pedagang yang tekun berniaga di kawasan pelabuhan Surabaya.

Ma Oen dikenal bersosok ramah dan menyenangkan. Tapi yang paling menonjol adalah kemampuannya menjaga keamanan kawasan pelabuhan Surabaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kisah Jatuhnya Keraton Plered Mataram dan Trunojoyo Ditikam Amangkurat II
Hal itu yang membuat Ma Oen memiliki kedekatan dengan Pangeran Pekik, Adipati Surabaya, bawahan Kerajaan Mataram.

Pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma (ayah Amangkurat I), Ma Oen ikut berjasa dalam operasi militer menaklukkan Giri Kedaton (Gresik) di bawah pimpinan Pangeran Pekik.

&amp;ldquo;Sebagai balas jasa, Pangeran Pekik mengangkat Ma Oen sebagai demang dan menjadikannya penguasa Banyuwangi,&amp;rdquo; demikian yang tertulis dalam buku Sejarah Nusantara yang Disembunyikan (2019).

Sebagai penguasa Banyuwangi, Ma Oen dianugerahi nama baru, yakni Mangunjaya. Ia menikahi seorang perempuan Jawa di mana kemudian dianugerahi anak perempuan yang diberi nama Roro Hoyi.

Hoyi memesona sejak kecil. Pada saat menginjak usia remaja, kulit terang, mata sipit serta alis halus melengkung gadis berwajah rupawan itu menjadi buah bibir. Kabar tentang pesona itu sampai ke telinga Amangkurat I.

Raja Mataram itu pun terpikat dan ingin memperistrinya. Roro Hoyi pun diboyong ke keraton Mataram. Namun karena dianggap belum cukup dewasa, Roro Hoyi lebih dulu dititipkan kepada Bei Wirorejo.

Hoyi mendapat pelajaran etika. Ia diajari bagaimana menerapkan laku unggah-ungguh di lingkungan keraton Mataram.

Masalah timbul ketika Pangeran Tejaningrat, putra Amangkurat I diam-diam juga menaruh hati kepada Roro Hoyi. Ia ingin memperistrinya. Namun begitu tahu Hoyi adalah calon istri ayahnya, niatnya diurungkan.

Akibatnya Tejaningrat jatuh sakit. Tahu hal itu Pangeran Pekik merasa iba. Ia tidak tega melihat cucunya sakit gara-gara asmara yang tidak terlaksana. Diam-diam ia kawinkan Tejaningrat dengan Roro Hoyi.

&amp;ldquo;Mengingat Tejaningrat adalah anak Amangkurat I sendiri, Pangeran Pekik menduga jika Amangkurat I akan maklum dengan pernikahan Tejaningrat dan Roro Hoyi&amp;rdquo;.

Pangeran Pekik salah besar. Amangkurat I yang murka justru menuduhnya telah melakukan persekongkolan untuk merongrong tahta Mataram. Akibatnya Pangeran Pekik dihukum gantung di alun-alun hingga tewas.

Begitu juga dengan Bekel Bei Wirorejo, pengasuh Roro Hoyi juga digantung sampai mati. Sementara Tejaningrat putranya mendapat hukuman menghabisi Roro Hoyi.

Tejaningrat tak kuasa menolak perintah raja yang notabene ayah kandungnya. Gadis yang dicintainya itu tewas di tangannya. Sejak peristiwa itu, Tejaningrat diangkat menjadi Adipati Anom.

Amangkurat I merupakan Raja Mataram yang menjadi sekutu kompeni Belanda. Pemerintahannya diwarnai banyak pemberontakan. Yang paling besar adalah pemberontakan Trunojoyo, di mana Amangkurat I sampai keluar istana.

Amangkurat I meninggal dunia dalam pelarian di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Ia mendapat julukan sebagai Sunan Tegalarum atau Tegalwangi.

</content:encoded></item></channel></rss>
