<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Pemilu 2024, Sekjen DMI Tegaskan Masjid Harus Bebas dari Politik Praktis</title><description>Imam Addaruqutni menegaskan bahwa masjid-masjid di Indonesia harus bersih dari atribut kepartaian.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/13/337/2764325/jelang-pemilu-2024-sekjen-dmi-tegaskan-masjid-harus-bebas-dari-politik-praktis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/13/337/2764325/jelang-pemilu-2024-sekjen-dmi-tegaskan-masjid-harus-bebas-dari-politik-praktis"/><item><title>Jelang Pemilu 2024, Sekjen DMI Tegaskan Masjid Harus Bebas dari Politik Praktis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/13/337/2764325/jelang-pemilu-2024-sekjen-dmi-tegaskan-masjid-harus-bebas-dari-politik-praktis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/13/337/2764325/jelang-pemilu-2024-sekjen-dmi-tegaskan-masjid-harus-bebas-dari-politik-praktis</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2023 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/13/337/2764325/jelang-pemilu-2024-sekjen-dmi-tegaskan-masjid-harus-bebas-dari-politik-praktis-1BsSf6pvLP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Nur Khabibi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/13/337/2764325/jelang-pemilu-2024-sekjen-dmi-tegaskan-masjid-harus-bebas-dari-politik-praktis-1BsSf6pvLP.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Nur Khabibi</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Dewan Madjid Indonesia (DMI), Imam Addaruqutni menegaskan bahwa masjid-masjid di Indonesia harus bersih dari atribut kepartaian.

Hal itu disampikan Imam Addaruqutni setelah menggelar pertemuan dengan Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Abdul Khaliq Ahmad, Senin (13/2/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pengacara Tuding Hakim dalam Tekanan saat Bacakan Vonis Mati Sambo
&quot;Masjid juga harus bersih dari semua atribut-atribut kepartaian atau tokoh calon baik itu Capres-Cawapres sehingga masjid tetap harus milik semua dan juga meng-entertaint semua anak bangsa demi persatuan dan kesatuan,&quot; di Kantor DMI, Matraman, Jakarta Pusat.

Untuk memastikan hal tersbut berjalan, dia menyebutkan pihaknya akan membuat edaran kepada seluruh masjid dan pengurusnya. Menurutnya, menjaga masjid dari politik praktis sangat penting karena masjid merupakan tempat untuk menyatukan umat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pengacara Korban Pengendara Fortuner Arogan Harap Pelaku Tak Hanya Dikenakan Pasal Pengrusakan
&quot;DMI dalam waktu dekat insyaallah akan mengeluarkan juga edaran ke seluruh pengurus DMI juga ke masjid-masjid agar masjid yang ditegaskan juga sebagai jami' tempat yang menyatukan bahkan sering disebut sebagai masjid jami', masjid itu menyatukan, maka masjid harus bersih dari semua kepentingan-kepentingan politik partisan,&quot; ujarnya.

&quot;Juga kami sampaikan kepada mubaligh para da'i untuk tidak mengembuskan satu wacana tentang kepentingan politik praktis atau partisan,&quot; tambahnya.

Dia pun mengimbau para da'i agar tidak menyampaikan pesan-pesan yang provokatif tentang adanya gelaran Pemilu 2024 mendatang. Sudah seharusnya mubaligh, sambungnya, memberikan edukasi kepada jamaahnya.

&quot;Harus menekankan tentang edukatif misalnya menyampaikan ajaran nasional ini yang namanya Pemilu ini harus kita sukseskan dengan hadir semua ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) bagi yang telah mencapai ketentuan UU untuk melakukan pemilihan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Dewan Madjid Indonesia (DMI), Imam Addaruqutni menegaskan bahwa masjid-masjid di Indonesia harus bersih dari atribut kepartaian.

Hal itu disampikan Imam Addaruqutni setelah menggelar pertemuan dengan Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Abdul Khaliq Ahmad, Senin (13/2/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pengacara Tuding Hakim dalam Tekanan saat Bacakan Vonis Mati Sambo
&quot;Masjid juga harus bersih dari semua atribut-atribut kepartaian atau tokoh calon baik itu Capres-Cawapres sehingga masjid tetap harus milik semua dan juga meng-entertaint semua anak bangsa demi persatuan dan kesatuan,&quot; di Kantor DMI, Matraman, Jakarta Pusat.

Untuk memastikan hal tersbut berjalan, dia menyebutkan pihaknya akan membuat edaran kepada seluruh masjid dan pengurusnya. Menurutnya, menjaga masjid dari politik praktis sangat penting karena masjid merupakan tempat untuk menyatukan umat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pengacara Korban Pengendara Fortuner Arogan Harap Pelaku Tak Hanya Dikenakan Pasal Pengrusakan
&quot;DMI dalam waktu dekat insyaallah akan mengeluarkan juga edaran ke seluruh pengurus DMI juga ke masjid-masjid agar masjid yang ditegaskan juga sebagai jami' tempat yang menyatukan bahkan sering disebut sebagai masjid jami', masjid itu menyatukan, maka masjid harus bersih dari semua kepentingan-kepentingan politik partisan,&quot; ujarnya.

&quot;Juga kami sampaikan kepada mubaligh para da'i untuk tidak mengembuskan satu wacana tentang kepentingan politik praktis atau partisan,&quot; tambahnya.

Dia pun mengimbau para da'i agar tidak menyampaikan pesan-pesan yang provokatif tentang adanya gelaran Pemilu 2024 mendatang. Sudah seharusnya mubaligh, sambungnya, memberikan edukasi kepada jamaahnya.

&quot;Harus menekankan tentang edukatif misalnya menyampaikan ajaran nasional ini yang namanya Pemilu ini harus kita sukseskan dengan hadir semua ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) bagi yang telah mencapai ketentuan UU untuk melakukan pemilihan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
