<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angka Kelahiran Mengkhawatirkan, Kota di Finlandia Bahkan Membayar Warganya Agar Mau Punya Anak   </title><description>Setiap bayi yang baru lahir di Lestij&amp;auml;rvi, salah satu kota terkecil di Finlandia, 'bernilai' &amp;euro;10.000&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764373/angka-kelahiran-mengkhawatirkan-kota-di-finlandia-bahkan-membayar-warganya-agar-mau-punya-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764373/angka-kelahiran-mengkhawatirkan-kota-di-finlandia-bahkan-membayar-warganya-agar-mau-punya-anak"/><item><title>Angka Kelahiran Mengkhawatirkan, Kota di Finlandia Bahkan Membayar Warganya Agar Mau Punya Anak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764373/angka-kelahiran-mengkhawatirkan-kota-di-finlandia-bahkan-membayar-warganya-agar-mau-punya-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764373/angka-kelahiran-mengkhawatirkan-kota-di-finlandia-bahkan-membayar-warganya-agar-mau-punya-anak</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2023 06:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/13/18/2764373/angka-kelahiran-mengkhawatirkan-kota-di-finlandia-bahkan-membayar-warganya-agar-mau-punya-anak-uEVdsSTLng.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/13/18/2764373/angka-kelahiran-mengkhawatirkan-kota-di-finlandia-bahkan-membayar-warganya-agar-mau-punya-anak-uEVdsSTLng.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMy82LzE2MjU3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Setiap bayi yang baru lahir di Lestij&amp;auml;rvi, salah satu kota terkecil di Finlandia, 'bernilai' &amp;euro;10.000 atau setara Rp155,5 juta. Kebijakan ini diambil pemeritahan Kota Lestij&amp;auml;rvi sejak 2013.

Angka itu muncul setelah para pejabat pemerintah Lestij&amp;auml;rvi memutuskan untuk melawan penurunan angka kelahiran dan populasi yang terus menyusut di kota tersebut, di mana hanya satu anak yang dilahirkan pada tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kasus Jari Bayi Terpotong Resmi Damai, Kondisi Anak Terus Membaik
Pemerintah setempat memperkenalkan insentif yang disebut 'bonus bayi'. Melalui skema ini, setiap penduduk yang melahirkan akan berhak mendapat &amp;euro;10.000, dibayar dalam kurun 10 tahun.

Akibatnya, sejak kebijakan itu dibuat, hampir 60 anak lahir di Lestij&amp;auml;rvi. Dibandingkan dengan tujuh tahun sebelumnya di mana hanya 38 anak lahir, bayi-bayi baru ini merupakan pendorong besar bagi kota berpenduduk kurang dari 800 orang ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Putri Dituntut 20 Tahun, Ibunda Yosua: Jangan Ada Lagi Perempuan Tukang Fitnah di Negara Kita
Penerima bonus bayi, Jukka-Pekka Tuikka, 50, dan istrinya Janika, 48, bekerja sebagai pengusaha di industri pertanian. Putri kedua mereka, Janette, lahir pada 2013, tepat pada waktunya untuk mendapatkan julukan lucu: &quot;gadis sepuluh ribu euro&quot;.

&quot;Kami telah merencanakan anak kedua untuk beberapa waktu, namun kami semakin tua,&quot; Tuikka menjelaskan, &quot;jadi saya tidak bisa mengatakan bahwa uang benar-benar memengaruhi keputusan kami untuk memiliki bayi,&quot; katanya dilansir dari BBC, Senin (13/2/2023).

Namun, Tuikka menganggap insentif itu ukuran penting yang menunjukkan bahwa para pemimpin setempat tertarik untuk menawarkan bantuan kepada keluarga.

Tuikka telah menabung sebagian besar &amp;euro;6.000, atau sekitar Rp93 juta, yang diterima keluarganya sejauh ini, dan berencana untuk menggunakannya dengan cara yang menguntungkan mereka di masa depan.

Meski demikian, terlepas dari insentif lokal ini, angka kelahiran nasional Finlandia sedang morat-marit.

Seperti di banyak negara Eropa lainnya, angka kelahiran nasional Finlandia telah menurun secara signifikan dalam dekade terakhir.

Pada 2018, jumlah kelahiran bayi di Finlandia mencapai rekor terendah 1,4 anak per perempuan, jauh di bawah 'tingkat penggantian' sebesar 2,1. Sepuluh tahun sebelumnya, angkanya berada di 1,85.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMy82LzE2MjU3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Setiap bayi yang baru lahir di Lestij&amp;auml;rvi, salah satu kota terkecil di Finlandia, 'bernilai' &amp;euro;10.000 atau setara Rp155,5 juta. Kebijakan ini diambil pemeritahan Kota Lestij&amp;auml;rvi sejak 2013.

Angka itu muncul setelah para pejabat pemerintah Lestij&amp;auml;rvi memutuskan untuk melawan penurunan angka kelahiran dan populasi yang terus menyusut di kota tersebut, di mana hanya satu anak yang dilahirkan pada tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kasus Jari Bayi Terpotong Resmi Damai, Kondisi Anak Terus Membaik
Pemerintah setempat memperkenalkan insentif yang disebut 'bonus bayi'. Melalui skema ini, setiap penduduk yang melahirkan akan berhak mendapat &amp;euro;10.000, dibayar dalam kurun 10 tahun.

Akibatnya, sejak kebijakan itu dibuat, hampir 60 anak lahir di Lestij&amp;auml;rvi. Dibandingkan dengan tujuh tahun sebelumnya di mana hanya 38 anak lahir, bayi-bayi baru ini merupakan pendorong besar bagi kota berpenduduk kurang dari 800 orang ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Putri Dituntut 20 Tahun, Ibunda Yosua: Jangan Ada Lagi Perempuan Tukang Fitnah di Negara Kita
Penerima bonus bayi, Jukka-Pekka Tuikka, 50, dan istrinya Janika, 48, bekerja sebagai pengusaha di industri pertanian. Putri kedua mereka, Janette, lahir pada 2013, tepat pada waktunya untuk mendapatkan julukan lucu: &quot;gadis sepuluh ribu euro&quot;.

&quot;Kami telah merencanakan anak kedua untuk beberapa waktu, namun kami semakin tua,&quot; Tuikka menjelaskan, &quot;jadi saya tidak bisa mengatakan bahwa uang benar-benar memengaruhi keputusan kami untuk memiliki bayi,&quot; katanya dilansir dari BBC, Senin (13/2/2023).

Namun, Tuikka menganggap insentif itu ukuran penting yang menunjukkan bahwa para pemimpin setempat tertarik untuk menawarkan bantuan kepada keluarga.

Tuikka telah menabung sebagian besar &amp;euro;6.000, atau sekitar Rp93 juta, yang diterima keluarganya sejauh ini, dan berencana untuk menggunakannya dengan cara yang menguntungkan mereka di masa depan.

Meski demikian, terlepas dari insentif lokal ini, angka kelahiran nasional Finlandia sedang morat-marit.

Seperti di banyak negara Eropa lainnya, angka kelahiran nasional Finlandia telah menurun secara signifikan dalam dekade terakhir.

Pada 2018, jumlah kelahiran bayi di Finlandia mencapai rekor terendah 1,4 anak per perempuan, jauh di bawah 'tingkat penggantian' sebesar 2,1. Sepuluh tahun sebelumnya, angkanya berada di 1,85.

</content:encoded></item></channel></rss>
