<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu RI: Sekira 500 WNI Terdampak Gempa Turki</title><description>Sebanyak 120 WNI telah dievakuasi dari daerah gempa pada tahap pertama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764721/menlu-ri-sekira-500-wni-terdampak-gempa-turki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764721/menlu-ri-sekira-500-wni-terdampak-gempa-turki"/><item><title>Menlu RI: Sekira 500 WNI Terdampak Gempa Turki</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764721/menlu-ri-sekira-500-wni-terdampak-gempa-turki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/14/18/2764721/menlu-ri-sekira-500-wni-terdampak-gempa-turki</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2023 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/14/18/2764721/menlu-ri-sekira-500-wni-terdampak-gempa-turki-AizhRSFUCh.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi. (Foto: Dok. Kemlu RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/14/18/2764721/menlu-ri-sekira-500-wni-terdampak-gempa-turki-AizhRSFUCh.JPG</image><title>Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi. (Foto: Dok. Kemlu RI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS8xLzE2MjUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang diperkirakan terdampak gempa bumi di Turki adalah sekira 500 orang.
&amp;ldquo;Sebanyak 123 orang telah dievakuasi pada tahap pertama, termasuk dua warga negara Malaysia dan satu warga negara Myanmar,&amp;rdquo; kata Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara daring melalui akun YouTube Kementerian Luar Negeri RI, Senin, (13/2/2023).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Dukung Koordinasi Bantuan dan Perlindungan WNI, Menlu Perintahkan Dubes RI Berkantor di Wilayah Gempa Turki

Sementara delapan orang yang terdiri dari lima WNI dan tiga warga negara Filipina sedang dalam proses evakuasi tahap kedua, ujar Retno sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Akibat gempa bumi di Turki, dua WNI meninggal dunia, yaitu seorang ibu dan anak. Keduanya telah dimakamkan di Kahramanmaras sesuai permintaan keluarga.
Kemudian, 10 orang yang mengalami luka berat telah dirawat di rumah sakit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Dua WNI Korban Tewas Gempa Turki Dimakamkan di Kahramanmaras

Menlu RI mengatakan bahwa sejak gempa terjadi, duta besar RI di Ankara sudah langsung bergerak dan berkomunikasi dengan otoritas Turki.
&amp;ldquo;Indonesia adalah perwakilan asing pertama yang mengevakuasi warganya sendiri di Turki,&amp;rdquo; kata Retno.
KBRI Ankara juga menyalurkan 189 paket bantuan logistik untuk WNI.

Sementara itu di Suriah, tidak ada WNI yang terdampak gempa, tetapi tim KBRI Damaskus terus dan akan tetap memantau perkembangan di lapangan.
&amp;ldquo;Dubes RI Damaskus juga terus melakukan koordinasi dengan otoritas Suriah untuk tujuan yang sama, yaitu mendapatkan informasi mengenai bantuan yang diperlukan dan juga mengenai keselamatan para WNI kita,&amp;rdquo; tutur Retno.
Dia memastikan bahwa komunikasi tingkat menteri terus dilakukan, khususnya antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dengan Turki dan Suriah, guna membahas penanganan pascagempa.
&amp;ldquo;Dan setiap perkembangan terus kami laporkan kepada Bapak Presiden (Joko Widodo),&amp;rdquo; kata Retno.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS8xLzE2MjUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang diperkirakan terdampak gempa bumi di Turki adalah sekira 500 orang.
&amp;ldquo;Sebanyak 123 orang telah dievakuasi pada tahap pertama, termasuk dua warga negara Malaysia dan satu warga negara Myanmar,&amp;rdquo; kata Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara daring melalui akun YouTube Kementerian Luar Negeri RI, Senin, (13/2/2023).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Dukung Koordinasi Bantuan dan Perlindungan WNI, Menlu Perintahkan Dubes RI Berkantor di Wilayah Gempa Turki

Sementara delapan orang yang terdiri dari lima WNI dan tiga warga negara Filipina sedang dalam proses evakuasi tahap kedua, ujar Retno sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Akibat gempa bumi di Turki, dua WNI meninggal dunia, yaitu seorang ibu dan anak. Keduanya telah dimakamkan di Kahramanmaras sesuai permintaan keluarga.
Kemudian, 10 orang yang mengalami luka berat telah dirawat di rumah sakit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Dua WNI Korban Tewas Gempa Turki Dimakamkan di Kahramanmaras

Menlu RI mengatakan bahwa sejak gempa terjadi, duta besar RI di Ankara sudah langsung bergerak dan berkomunikasi dengan otoritas Turki.
&amp;ldquo;Indonesia adalah perwakilan asing pertama yang mengevakuasi warganya sendiri di Turki,&amp;rdquo; kata Retno.
KBRI Ankara juga menyalurkan 189 paket bantuan logistik untuk WNI.

Sementara itu di Suriah, tidak ada WNI yang terdampak gempa, tetapi tim KBRI Damaskus terus dan akan tetap memantau perkembangan di lapangan.
&amp;ldquo;Dubes RI Damaskus juga terus melakukan koordinasi dengan otoritas Suriah untuk tujuan yang sama, yaitu mendapatkan informasi mengenai bantuan yang diperlukan dan juga mengenai keselamatan para WNI kita,&amp;rdquo; tutur Retno.
Dia memastikan bahwa komunikasi tingkat menteri terus dilakukan, khususnya antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dengan Turki dan Suriah, guna membahas penanganan pascagempa.
&amp;ldquo;Dan setiap perkembangan terus kami laporkan kepada Bapak Presiden (Joko Widodo),&amp;rdquo; kata Retno.</content:encoded></item></channel></rss>
