<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Sebut Pilot Susi Air Disandera KKB, Utamakan Cara Persuasif</title><description>Pemerintah mengakui pilot Susi Air disandera KKB dan mengutamakan cara persuasif untuk menyelamatkannya.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/14/337/2764956/pemerintah-sebut-pilot-susi-air-disandera-kkb-utamakan-cara-persuasif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/14/337/2764956/pemerintah-sebut-pilot-susi-air-disandera-kkb-utamakan-cara-persuasif"/><item><title>Pemerintah Sebut Pilot Susi Air Disandera KKB, Utamakan Cara Persuasif</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/14/337/2764956/pemerintah-sebut-pilot-susi-air-disandera-kkb-utamakan-cara-persuasif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/14/337/2764956/pemerintah-sebut-pilot-susi-air-disandera-kkb-utamakan-cara-persuasif</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2023 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/14/337/2764956/pemerintah-sebut-pilot-susi-air-disandera-kkb-utamakan-cara-persuasif-SXqsy9ovRe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam Mahfud MD. (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/14/337/2764956/pemerintah-sebut-pilot-susi-air-disandera-kkb-utamakan-cara-persuasif-SXqsy9ovRe.jpg</image><title>Menko Polhukam Mahfud MD. (Dok Okezone)</title></images><description>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengakui Kapten Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens, disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

&quot;Sampai hari ini masih terjadi penyanderaan oleh sekelompok orang KKB di Papua, yang masih menyandera Kapten Pilot Philips Mark Mehrtens yang belom di lepas,&quot; ujar Mahfud dalam keterangannya, Selasa (14/2/2023).

Mahfud menyebutkan, pemerintah telah memiliki langkah untuk menyelamatkan pilot tersebut. Langkah itu dengan melakukan pendekatan secara persuasif dan berkomunikasi dengan pemerintah Selandia Baru.

&quot;Untuk melakukan penyelematan terhadap sandera dengan pendekatan-pendekatan yang sifatnya persuasif karena yang diutamakan adalah keselamatan sandera,&quot; tuturnya.

&quot;Kedua, pemerintah Republik Indonesia terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Selandia Baru untuk memantau dan mengakselerasi penanganan pembebasan sandera Philps Mark Merthens,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:Pilot Susi Air Kapten Phillips Bakar Batu dan Belajar Menembak di Markas Teroris KKB

Mahfud melanjutkan, penyanderaan terhadap warga sipil, dengan alasan apapun, tidak dapat diterima. Karena itu, upaya persuasif menjadi pedoman utama demi keselamatan sandera.

&quot;Tetapi pemerintah tidak menutup upaya lain. Pemerintah ingin menegaskan bahwa Papua adalah bagian sah dari NKRI baik menurut konstitusi maupun menurut hukum internasional maupun menurut fakta yang sekarang sedang berlangsung,&quot; tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Juru Bicara Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sebby Sembom mengatakan, Kapten Phillips Max Marthen saat ini sudah keluar dari Distrik Paro dan dalam kondisi sehat.

Pentolan teroris KKB ini menyebut Kapten Phillips telah berbaur dengan kelompok kriminal bersenjata teroris dan mengikuti budaya mereka seperti bakar batu dan bermain di kali serta belajar menembak di markas besar TPNPB.

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri membenarkan bahwa warga berkebangsaan Selandia Baru itu saat ini bersama KKB pimpinan Egianus Kogoya di Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
</description><content:encoded>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengakui Kapten Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens, disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

&quot;Sampai hari ini masih terjadi penyanderaan oleh sekelompok orang KKB di Papua, yang masih menyandera Kapten Pilot Philips Mark Mehrtens yang belom di lepas,&quot; ujar Mahfud dalam keterangannya, Selasa (14/2/2023).

Mahfud menyebutkan, pemerintah telah memiliki langkah untuk menyelamatkan pilot tersebut. Langkah itu dengan melakukan pendekatan secara persuasif dan berkomunikasi dengan pemerintah Selandia Baru.

&quot;Untuk melakukan penyelematan terhadap sandera dengan pendekatan-pendekatan yang sifatnya persuasif karena yang diutamakan adalah keselamatan sandera,&quot; tuturnya.

&quot;Kedua, pemerintah Republik Indonesia terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Selandia Baru untuk memantau dan mengakselerasi penanganan pembebasan sandera Philps Mark Merthens,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:Pilot Susi Air Kapten Phillips Bakar Batu dan Belajar Menembak di Markas Teroris KKB

Mahfud melanjutkan, penyanderaan terhadap warga sipil, dengan alasan apapun, tidak dapat diterima. Karena itu, upaya persuasif menjadi pedoman utama demi keselamatan sandera.

&quot;Tetapi pemerintah tidak menutup upaya lain. Pemerintah ingin menegaskan bahwa Papua adalah bagian sah dari NKRI baik menurut konstitusi maupun menurut hukum internasional maupun menurut fakta yang sekarang sedang berlangsung,&quot; tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Juru Bicara Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sebby Sembom mengatakan, Kapten Phillips Max Marthen saat ini sudah keluar dari Distrik Paro dan dalam kondisi sehat.

Pentolan teroris KKB ini menyebut Kapten Phillips telah berbaur dengan kelompok kriminal bersenjata teroris dan mengikuti budaya mereka seperti bakar batu dan bermain di kali serta belajar menembak di markas besar TPNPB.

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri membenarkan bahwa warga berkebangsaan Selandia Baru itu saat ini bersama KKB pimpinan Egianus Kogoya di Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
</content:encoded></item></channel></rss>
