<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB: Al-Qaeda Diam-Diam Punya Pemimpin Baru Usai AS Bunuh Pemimpinnya Sekitar 6 Bulan Lalu</title><description>Saif al-Adel menjadi pemimpin de facto al-Qaeda, mewakili berlanjutnya pimpinan sekarang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/15/18/2765484/pbb-al-qaeda-diam-diam-punya-pemimpin-baru-usai-as-bunuh-pemimpinnya-sekitar-6-bulan-lalu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/15/18/2765484/pbb-al-qaeda-diam-diam-punya-pemimpin-baru-usai-as-bunuh-pemimpinnya-sekitar-6-bulan-lalu"/><item><title>PBB: Al-Qaeda Diam-Diam Punya Pemimpin Baru Usai AS Bunuh Pemimpinnya Sekitar 6 Bulan Lalu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/15/18/2765484/pbb-al-qaeda-diam-diam-punya-pemimpin-baru-usai-as-bunuh-pemimpinnya-sekitar-6-bulan-lalu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/15/18/2765484/pbb-al-qaeda-diam-diam-punya-pemimpin-baru-usai-as-bunuh-pemimpinnya-sekitar-6-bulan-lalu</guid><pubDate>Rabu 15 Februari 2023 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/15/18/2765484/pbb-al-qaeda-diam-diam-punya-pemimpin-baru-usai-as-bunuh-pemimpinnya-sekitar-6-bulan-lalu-3GOlVszMfk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PBB sebut Al Qaeda diam-diam punya pemimpin baru (Foto: FBI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/15/18/2765484/pbb-al-qaeda-diam-diam-punya-pemimpin-baru-usai-as-bunuh-pemimpinnya-sekitar-6-bulan-lalu-3GOlVszMfk.jpg</image><title>PBB sebut Al Qaeda diam-diam punya pemimpin baru (Foto: FBI)</title></images><description>NEW YORK - Lebih dari enam bulan setelah Amerika Serikat (AS) membunuh pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri dalam serangan udara di Kabul, Afghanistan, kepemimpinan kelompok teror itu secara diam-diam tampaknya beralih ke penerusnya di Iran.

Sebuah laporan baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berdasarkan intelijen negara anggotanya menyimpulkan, Saif al-Adel menjadi pemimpin de facto al-Qaeda, mewakili berlanjutnya pimpinan sekarang.

Al-Qaeda sendiri diam tentang status kepemimpinannya, setelah serangan 31 Juli yang menewaskan al-Zawahiri, namun laporan itu menunjukkan dua alasan mengapa mereka diam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Osama bin Laden Uji Senjata Kimia pada Anjing Peliharaan, Bawa Anaknya ke Kamp Pelatihan Teroris
&amp;ldquo;Kepemimpinan Al-Adel tidak bisa diumumkan karena al-Qaeda mempertimbangkan keprihatinan Taliban Afghanistan yang tidak mengakui kematian [Ayman] al-Zawahiri di Kabul dan kehadiran (al-Adel) di Republik Islam Iran,&amp;rdquo; kata laporan itu, dikutip VOA.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Kritik Piala Dunia 2022 di Qatar, Al Qaeda: Membawa Orang Tak Bermoral dan Homoseksual
&amp;ldquo;Lokasi keberadaannya menimbulkan pertanyaan yang berkaitan dengan ambisi al-Qaeda untuk memaksakan kepemimpinan sebuah gerakan global dalam menghadapi tantangan-tantangan, termasuk dari saingannya, kelompok teroris ISIS,&amp;rdquo; tambah laporan itu.

Sementara itu, badan intelijen Barat, termasuk Amerika, telah lama menganggap al-Adel kemungkinan sebagai penerus al-Zawahiri. AS menggambarkan mantan perwira pasukan khusus Mesir itu sebagai komandan yang andal dengan pengalaman operasional yang luas di berbagai lokasi.

</description><content:encoded>NEW YORK - Lebih dari enam bulan setelah Amerika Serikat (AS) membunuh pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri dalam serangan udara di Kabul, Afghanistan, kepemimpinan kelompok teror itu secara diam-diam tampaknya beralih ke penerusnya di Iran.

Sebuah laporan baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berdasarkan intelijen negara anggotanya menyimpulkan, Saif al-Adel menjadi pemimpin de facto al-Qaeda, mewakili berlanjutnya pimpinan sekarang.

Al-Qaeda sendiri diam tentang status kepemimpinannya, setelah serangan 31 Juli yang menewaskan al-Zawahiri, namun laporan itu menunjukkan dua alasan mengapa mereka diam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Osama bin Laden Uji Senjata Kimia pada Anjing Peliharaan, Bawa Anaknya ke Kamp Pelatihan Teroris
&amp;ldquo;Kepemimpinan Al-Adel tidak bisa diumumkan karena al-Qaeda mempertimbangkan keprihatinan Taliban Afghanistan yang tidak mengakui kematian [Ayman] al-Zawahiri di Kabul dan kehadiran (al-Adel) di Republik Islam Iran,&amp;rdquo; kata laporan itu, dikutip VOA.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Kritik Piala Dunia 2022 di Qatar, Al Qaeda: Membawa Orang Tak Bermoral dan Homoseksual
&amp;ldquo;Lokasi keberadaannya menimbulkan pertanyaan yang berkaitan dengan ambisi al-Qaeda untuk memaksakan kepemimpinan sebuah gerakan global dalam menghadapi tantangan-tantangan, termasuk dari saingannya, kelompok teroris ISIS,&amp;rdquo; tambah laporan itu.

Sementara itu, badan intelijen Barat, termasuk Amerika, telah lama menganggap al-Adel kemungkinan sebagai penerus al-Zawahiri. AS menggambarkan mantan perwira pasukan khusus Mesir itu sebagai komandan yang andal dengan pengalaman operasional yang luas di berbagai lokasi.

</content:encoded></item></channel></rss>
