<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laporan Penyelidik Ungkap Pesawat Yeti Airlines Kehilangan Tenaga, Pilot Serahkan Kendali Sebelum Jatuh</title><description>Penyelidik memiliki tenggat waktu hingga akhir Februari untuk menyerahkan laporan akhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2765953/laporan-penyelidik-ungkap-pesawat-yeti-airlines-kehilangan-tenaga-pilot-serahkan-kendali-sebelum-jatuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2765953/laporan-penyelidik-ungkap-pesawat-yeti-airlines-kehilangan-tenaga-pilot-serahkan-kendali-sebelum-jatuh"/><item><title>Laporan Penyelidik Ungkap Pesawat Yeti Airlines Kehilangan Tenaga, Pilot Serahkan Kendali Sebelum Jatuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2765953/laporan-penyelidik-ungkap-pesawat-yeti-airlines-kehilangan-tenaga-pilot-serahkan-kendali-sebelum-jatuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2765953/laporan-penyelidik-ungkap-pesawat-yeti-airlines-kehilangan-tenaga-pilot-serahkan-kendali-sebelum-jatuh</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/18/2765953/laporan-penyelidik-ungkap-pesawat-yeti-airlines-kehilangan-tenaga-pilot-serahkan-kendali-sebelum-jatuh-GqvgHyTWx8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota tim penyelidik memeriksa puing pesawat Yeti Air yang jatuh di Pokhara, Nepal, 18 Januari 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/18/2765953/laporan-penyelidik-ungkap-pesawat-yeti-airlines-kehilangan-tenaga-pilot-serahkan-kendali-sebelum-jatuh-GqvgHyTWx8.jpg</image><title>Anggota tim penyelidik memeriksa puing pesawat Yeti Air yang jatuh di Pokhara, Nepal, 18 Januari 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNy8xLzE2MDkyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KATHMANDU - Pilot pesawat Yeti Airlines yang jatuh di Nepal bulan mengatakan sebelum kecelakaan bahwa tidak ada daya dari mesin pesawat, demikian diungkap dalam laporan penyelidikan awal yang dirilis Rabu, (15/2/2023). Kecelakaan itu menewaskan semua orang di dalamnya dan merupakan musibah udara terburuk di Nepal dalam tiga dekade.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Penumpang Siarkan Langsung Detik-Detik Terakhir Pesawat Yeti Airlines yang Jatuh di Nepal

Pesawat ATR 72 bermesin ganda itu jatuh sesaat sebelum mendarat di kota wisata Pokhra pada 15 Januari dengan membawa 72 orang termasuk dua bayi, empat anggota awak, dan 10 warga negara asing. Tim penyelamat menemukan 71 mayat, dengan satu orang yang belum ditemukan diperkirakan tewas.
Laporan itu mengatakan pilot yang menerbangkan pesawat menyerahkan kendali kepada pilot yang memantau sebelum jatuh.
Informasi dalam laporan awal dapat berubah saat penyelidikan berlangsung, demikian kata laporan tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kotak Hitam Pesawat Yeti Airlines yang Jatuh di Nepal Berhasil Ditemukan

Panel penyelidik memiliki waktu hingga akhir Februari untuk menyerahkan laporan akhirnya.
Awal bulan ini, panel mengatakan analisis perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan menunjukkan baling-baling kedua mesin menjadi  &quot;feather in the base leg of descending.&quot;.
Pakar penerbangan K.B. Limbu kemudian mengatakan bahwa baling-baling yang menjadi &amp;ldquo;feather&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;bulu&amp;rdquo; berarti &quot;tidak ada daya dorong&quot; di mesin, atau tidak menghasilkan tenaga apa pun.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNy8xLzE2MDkyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KATHMANDU - Pilot pesawat Yeti Airlines yang jatuh di Nepal bulan mengatakan sebelum kecelakaan bahwa tidak ada daya dari mesin pesawat, demikian diungkap dalam laporan penyelidikan awal yang dirilis Rabu, (15/2/2023). Kecelakaan itu menewaskan semua orang di dalamnya dan merupakan musibah udara terburuk di Nepal dalam tiga dekade.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Penumpang Siarkan Langsung Detik-Detik Terakhir Pesawat Yeti Airlines yang Jatuh di Nepal

Pesawat ATR 72 bermesin ganda itu jatuh sesaat sebelum mendarat di kota wisata Pokhra pada 15 Januari dengan membawa 72 orang termasuk dua bayi, empat anggota awak, dan 10 warga negara asing. Tim penyelamat menemukan 71 mayat, dengan satu orang yang belum ditemukan diperkirakan tewas.
Laporan itu mengatakan pilot yang menerbangkan pesawat menyerahkan kendali kepada pilot yang memantau sebelum jatuh.
Informasi dalam laporan awal dapat berubah saat penyelidikan berlangsung, demikian kata laporan tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kotak Hitam Pesawat Yeti Airlines yang Jatuh di Nepal Berhasil Ditemukan

Panel penyelidik memiliki waktu hingga akhir Februari untuk menyerahkan laporan akhirnya.
Awal bulan ini, panel mengatakan analisis perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan menunjukkan baling-baling kedua mesin menjadi  &quot;feather in the base leg of descending.&quot;.
Pakar penerbangan K.B. Limbu kemudian mengatakan bahwa baling-baling yang menjadi &amp;ldquo;feather&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;bulu&amp;rdquo; berarti &quot;tidak ada daya dorong&quot; di mesin, atau tidak menghasilkan tenaga apa pun.
</content:encoded></item></channel></rss>
