<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Perang Ukraina, NATO Minta Anggaran Pertahanan yang Lebih Besar</title><description>Sekutu-sekutu NATO sebelumnya pada 2014 sepakat membelanjakan 2 persen dari PDB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2766305/imbas-perang-ukraina-nato-minta-anggaran-pertahanan-yang-lebih-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2766305/imbas-perang-ukraina-nato-minta-anggaran-pertahanan-yang-lebih-besar"/><item><title>Imbas Perang Ukraina, NATO Minta Anggaran Pertahanan yang Lebih Besar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2766305/imbas-perang-ukraina-nato-minta-anggaran-pertahanan-yang-lebih-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/16/18/2766305/imbas-perang-ukraina-nato-minta-anggaran-pertahanan-yang-lebih-besar</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/18/2766305/imbas-perang-ukraina-nato-minta-anggaran-pertahanan-yang-lebih-besar-D4G5VWOanR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: Antara/Xinhua)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/18/2766305/imbas-perang-ukraina-nato-minta-anggaran-pertahanan-yang-lebih-besar-D4G5VWOanR.jpg</image><title>Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: Antara/Xinhua)</title></images><description>BRUSSELS &amp;ndash; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg pada Rabu (15/2/2023) mengatakan negara-negara anggota harus berkomitmen untuk membelanjakan sedikitnya 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka untuk pertahanan pada tahun depan.
Dia menyampaikan hal itu kepada wartawan menyusul pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussel untuk membahas isu-isu utama terkait keamanan.

&quot;Semakin banyak negara kini membelanjakan sedikitnya 2 persen dari PDB mereka untuk pertahanan. Dan 2022 menjadi tahun kedelapan secara berturut-turut peningkatan belanja pertahanan oleh para sekutu Eropa serta Kanada. Dengan investasi tambahan senilai USD350 miliar, tren ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun ini. Namun, masih banyak hal yang harus dilakukan,&quot; terangnya, dikutip Antara.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pimpinan NATO Segera Tinggalkan Jabatan pada Oktober 2023, Spekulasi Suksesi Kepemimpinan Bermunculan
Sekutu-sekutu NATO sebelumnya pada 2014 sepakat membelanjakan 2 persen dari PDB mereka untuk pertahanan pada 2024.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Jelang KTT G7, Jepang dan NATO Janji Tetap Lanjutkan Sanksi Bagi Rusia Atas Perang Ukraina&amp;nbsp;
Stoltenberg menyampaikan bahwa aliansi itu telah menyepakati perlunya kerja sama erat dengan industri pertahanan untuk meningkatkan kapasitas industri mengingat Ukraina, negara yang disokong dengan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menghabiskan sangat banyak amunisi dan menipiskan persediaan para negara sekutu (NATO).

Dia juga mengatakan bahwa para menteri pertahanan NATO akan membahas tentang keamanan infrastruktur bawah laut yang krusial menyusul sabotase terhadap jalur pipa Nord Stream.
Stoltenberg mengumumkan pembentukan Sel Koordinasi Infrastruktur Bawah Laut yang Sangat Penting (Critical Undersea Infrastructure Coordination Cell) di kantor pusat NATO.



Dalam sejumlah laporan pers, Angkatan Laut Amerika Serikat dituding atas keterlibatan dalam serangan pada September tahun lalu terhadap jalur pipa gas Nord Stream di zona ekonomi eksklusif Swedia dan Denmark di bawah Laut Baltik, yang dibangun untuk mengalirkan gas alam dari Rusia ke Jerman.



Wartawan investigasi AS Seymour Hersh dalam beberapa hari terakhir menuding para penyelam Angkatan Laut AS meledakkan bahan peledak di bawah jalur pipa tersebut dalam latihan maritim Operasi Baltik 2022 NATO.



</description><content:encoded>BRUSSELS &amp;ndash; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg pada Rabu (15/2/2023) mengatakan negara-negara anggota harus berkomitmen untuk membelanjakan sedikitnya 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka untuk pertahanan pada tahun depan.
Dia menyampaikan hal itu kepada wartawan menyusul pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussel untuk membahas isu-isu utama terkait keamanan.

&quot;Semakin banyak negara kini membelanjakan sedikitnya 2 persen dari PDB mereka untuk pertahanan. Dan 2022 menjadi tahun kedelapan secara berturut-turut peningkatan belanja pertahanan oleh para sekutu Eropa serta Kanada. Dengan investasi tambahan senilai USD350 miliar, tren ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun ini. Namun, masih banyak hal yang harus dilakukan,&quot; terangnya, dikutip Antara.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pimpinan NATO Segera Tinggalkan Jabatan pada Oktober 2023, Spekulasi Suksesi Kepemimpinan Bermunculan
Sekutu-sekutu NATO sebelumnya pada 2014 sepakat membelanjakan 2 persen dari PDB mereka untuk pertahanan pada 2024.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Jelang KTT G7, Jepang dan NATO Janji Tetap Lanjutkan Sanksi Bagi Rusia Atas Perang Ukraina&amp;nbsp;
Stoltenberg menyampaikan bahwa aliansi itu telah menyepakati perlunya kerja sama erat dengan industri pertahanan untuk meningkatkan kapasitas industri mengingat Ukraina, negara yang disokong dengan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menghabiskan sangat banyak amunisi dan menipiskan persediaan para negara sekutu (NATO).

Dia juga mengatakan bahwa para menteri pertahanan NATO akan membahas tentang keamanan infrastruktur bawah laut yang krusial menyusul sabotase terhadap jalur pipa Nord Stream.
Stoltenberg mengumumkan pembentukan Sel Koordinasi Infrastruktur Bawah Laut yang Sangat Penting (Critical Undersea Infrastructure Coordination Cell) di kantor pusat NATO.



Dalam sejumlah laporan pers, Angkatan Laut Amerika Serikat dituding atas keterlibatan dalam serangan pada September tahun lalu terhadap jalur pipa gas Nord Stream di zona ekonomi eksklusif Swedia dan Denmark di bawah Laut Baltik, yang dibangun untuk mengalirkan gas alam dari Rusia ke Jerman.



Wartawan investigasi AS Seymour Hersh dalam beberapa hari terakhir menuding para penyelam Angkatan Laut AS meledakkan bahan peledak di bawah jalur pipa tersebut dalam latihan maritim Operasi Baltik 2022 NATO.



</content:encoded></item></channel></rss>
