<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Kiai Sunat Motor Pendeta</title><description>Dikutip NU Online, alkisah, ada seorang kiai yang bertetangga dengan pendeta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2765369/humor-gus-dur-ketika-kiai-sunat-motor-pendeta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2765369/humor-gus-dur-ketika-kiai-sunat-motor-pendeta"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Kiai Sunat Motor Pendeta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2765369/humor-gus-dur-ketika-kiai-sunat-motor-pendeta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2765369/humor-gus-dur-ketika-kiai-sunat-motor-pendeta</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/15/337/2765369/humor-gus-dur-ketika-kiai-sunat-motor-pendeta-ppN1KxsqhC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: MJ Pro/ NU Online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/15/337/2765369/humor-gus-dur-ketika-kiai-sunat-motor-pendeta-ppN1KxsqhC.jpg</image><title>Ilustrasi Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: MJ Pro/ NU Online)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari buku kumpulan humor Gus berbahasa Jerman berjudul &amp;lsquo;Lachen mit Gus Dur: Islamischer Humor aus Indonesien&amp;rsquo; dengan penerbit Abera Verlag yang dirilis pada Juni 2005.
Dikutip NU Online, alkisah, ada seorang kiai yang bertetangga dengan pendeta. Kiai&amp;nbsp; itu diketahui memiliki mobil, sedangkan pendeta memiliki sepeda motor. Suatu hari, ketika hujan, pendeta meminjam mobil kiai. Sebelum dikembalikan, pendeta menyuci mobil itu karena penuh dengan kotoran akibat hujan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Angkernya Istana Merdeka
Beberapa hari kemudian, kiai mendapatkan undangan ceramah ke satu rumah penduduk di gang sempit dan tidak dapat diakses dengan mobil. Kiai pun memutuskan meminjam motor pendeta. Setelah pulang, sebelum mengembalikan motor, kiai mengambil gergaji besi dan menggergaji knalpot motor.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?
Pendeta pun heran dan bertanya.
&amp;ldquo;Diapakan motor saya?,&amp;rdquo; tanya pendeta itu.
Dengan enteng kiai itu pun menjawab.&quot;Anda telah membaptis mobil saya sebelum Anda mengembalikannya. Jadi sekarang saya menyunat motor Anda,&amp;rdquo; jawabnya.





Menurut penyunting buku itu, Arndt Graf dan Johanna Pangestian-Harahap, cerita di atas itu sangat lucu sekali. Pada 2010, buku itu baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul &amp;lsquo;Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia&amp;rsquo;.



Graf diketahui sangat bersemangat saat menerbitkan kumpulan humor Gus Dur. Dia adalah seorang profesor di Asia-Afrika Institute dari University of Hamburg. Ia menerbitkan buku kumpulan humor Gus Dur itu untuk orang Jerman.

&quot;Buku ini dijual tidak hanya di Jerman, tetapi terutama di Indonesia untuk wisatawan Jerman,&quot; terangnya.

Profesor Graf berharao cerita-cerita lucu Gus Dur itu bisa membuat tertawa orang Jerman.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari buku kumpulan humor Gus berbahasa Jerman berjudul &amp;lsquo;Lachen mit Gus Dur: Islamischer Humor aus Indonesien&amp;rsquo; dengan penerbit Abera Verlag yang dirilis pada Juni 2005.
Dikutip NU Online, alkisah, ada seorang kiai yang bertetangga dengan pendeta. Kiai&amp;nbsp; itu diketahui memiliki mobil, sedangkan pendeta memiliki sepeda motor. Suatu hari, ketika hujan, pendeta meminjam mobil kiai. Sebelum dikembalikan, pendeta menyuci mobil itu karena penuh dengan kotoran akibat hujan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Angkernya Istana Merdeka
Beberapa hari kemudian, kiai mendapatkan undangan ceramah ke satu rumah penduduk di gang sempit dan tidak dapat diakses dengan mobil. Kiai pun memutuskan meminjam motor pendeta. Setelah pulang, sebelum mengembalikan motor, kiai mengambil gergaji besi dan menggergaji knalpot motor.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?
Pendeta pun heran dan bertanya.
&amp;ldquo;Diapakan motor saya?,&amp;rdquo; tanya pendeta itu.
Dengan enteng kiai itu pun menjawab.&quot;Anda telah membaptis mobil saya sebelum Anda mengembalikannya. Jadi sekarang saya menyunat motor Anda,&amp;rdquo; jawabnya.





Menurut penyunting buku itu, Arndt Graf dan Johanna Pangestian-Harahap, cerita di atas itu sangat lucu sekali. Pada 2010, buku itu baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul &amp;lsquo;Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia&amp;rsquo;.



Graf diketahui sangat bersemangat saat menerbitkan kumpulan humor Gus Dur. Dia adalah seorang profesor di Asia-Afrika Institute dari University of Hamburg. Ia menerbitkan buku kumpulan humor Gus Dur itu untuk orang Jerman.

&quot;Buku ini dijual tidak hanya di Jerman, tetapi terutama di Indonesia untuk wisatawan Jerman,&quot; terangnya.

Profesor Graf berharao cerita-cerita lucu Gus Dur itu bisa membuat tertawa orang Jerman.

</content:encoded></item></channel></rss>
