<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Minta Peran Pemuda Kembangkan UMKM Beradaptasi di Era Digital</title><description>Peluang tersebut dapat dirasakan baik secara individu hingga jangkauan makro.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2766470/dpr-minta-peran-pemuda-kembangkan-umkm-beradaptasi-di-era-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2766470/dpr-minta-peran-pemuda-kembangkan-umkm-beradaptasi-di-era-digital"/><item><title>DPR Minta Peran Pemuda Kembangkan UMKM Beradaptasi di Era Digital</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2766470/dpr-minta-peran-pemuda-kembangkan-umkm-beradaptasi-di-era-digital</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/16/337/2766470/dpr-minta-peran-pemuda-kembangkan-umkm-beradaptasi-di-era-digital</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 23:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rafika Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/337/2766470/dpr-minta-peran-pemuda-kembangkan-umkm-beradaptasi-ke-digital-mwy2HDqKvP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/337/2766470/dpr-minta-peran-pemuda-kembangkan-umkm-beradaptasi-ke-digital-mwy2HDqKvP.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang cukup signifikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Semua sektor yang ada harus tanggap dan adaptif untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19, baik tantangannya maupun peluangnya, termasuk UMKM.
&quot;Infrastruktur TIK dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah,&quot; ujar Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan dalam webinar bertajuk Ngobrol bareng Legislator bertajuk, Generasi Pemuda Peduli UMKM, Kamis (16/2/2023).
(Baca juga: Ditolak Demokrat dan PKS, Baleg DPR Bawa Perppu Ciptaker ke Paripurna)
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Dave Akbarsyah Fikarno Laksono mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung utama dari perekonomian Indonesia dengan sumbangsih hampir 30% serta pembukaan lapangan pekerjaan hingga 65%.
Dikatakannya, UMKM dalam pengembangannya menciptakan berbagai peluang serta masa depan bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut dapat dirasakan baik secara individu hingga jangkauan makro.

&quot;UMKM mampu membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan keterampilan individu, memberikan peluang masyarakat untuk dapat menjalankan bisnis, mendorong serta mengembangkan inovasi, hingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi negara,&quot; katanya.
Atas dasar itu, lanjutnya, perlu adanya dukungan peran pemuda  untuk mengembangkan UMKM dalam beradaptasi ke dalam sistem digitalisasi yang ada di masyarakat saat ini.
Di sisi lain, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kreativitas dan Inovasi Milenial Alia Noor Ayu Laksono mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menghambat perkembangan UMKM di Indonesia, seperti kurangnya dukungan finansial, pengetahuan para pelaku, hingga regulasi peraturan terkait UMKM.&quot;Dalam mendukung hal tersebut, para pelaku UMKM perlu memiliki set-skills UMKM yang meliputi kemampuan dalam mengembangkan strategi pemasaran, memahami potensi pasar, menciptakan produk yang inovatif dan berkualitas, hingga mampu berkoordinasi serta bekerjasama dengan lembaga yang berkepentingan,&quot; ujarnya.
UMKM berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Maka dari itu, adanya implementasi digitalisasi UMKM merupakan hal yang penting untuk diutamakan saat ini.
Seminar itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk peduli dan turut berkontribusi terhadap pengembangan UMKM di Indonesia serta dapat memanfaatkan infrastruktur TIK pada dunia perekonomian, khususnya di sektor UMKM.Dukungan semua pihak, mulai dari pemuda Indonesia hingga pemerintah berpengaruh besar dalam mengembangkan UMKM.&amp;nbsp;
Peningkatan set-skills para pelaku UMKM juga diperlukan agar mereka mampu mengembangkan bisnisnya guna memajukan perekonomian Indonesia dan menciptakan masa depan yang cerah bagi generasi muda.
Pembicara lainnya yaitu, Direktur PT IndoAgro Julio Jekonia Resowijoy menambahkan, pemilik usaha dapat mengoptimalkan bahan baku yang mudah untuk digunakan, menentukan segmentasi pasar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang cukup signifikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Semua sektor yang ada harus tanggap dan adaptif untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19, baik tantangannya maupun peluangnya, termasuk UMKM.
&quot;Infrastruktur TIK dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah,&quot; ujar Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan dalam webinar bertajuk Ngobrol bareng Legislator bertajuk, Generasi Pemuda Peduli UMKM, Kamis (16/2/2023).
(Baca juga: Ditolak Demokrat dan PKS, Baleg DPR Bawa Perppu Ciptaker ke Paripurna)
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Dave Akbarsyah Fikarno Laksono mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung utama dari perekonomian Indonesia dengan sumbangsih hampir 30% serta pembukaan lapangan pekerjaan hingga 65%.
Dikatakannya, UMKM dalam pengembangannya menciptakan berbagai peluang serta masa depan bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut dapat dirasakan baik secara individu hingga jangkauan makro.

&quot;UMKM mampu membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan keterampilan individu, memberikan peluang masyarakat untuk dapat menjalankan bisnis, mendorong serta mengembangkan inovasi, hingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi negara,&quot; katanya.
Atas dasar itu, lanjutnya, perlu adanya dukungan peran pemuda  untuk mengembangkan UMKM dalam beradaptasi ke dalam sistem digitalisasi yang ada di masyarakat saat ini.
Di sisi lain, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kreativitas dan Inovasi Milenial Alia Noor Ayu Laksono mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menghambat perkembangan UMKM di Indonesia, seperti kurangnya dukungan finansial, pengetahuan para pelaku, hingga regulasi peraturan terkait UMKM.&quot;Dalam mendukung hal tersebut, para pelaku UMKM perlu memiliki set-skills UMKM yang meliputi kemampuan dalam mengembangkan strategi pemasaran, memahami potensi pasar, menciptakan produk yang inovatif dan berkualitas, hingga mampu berkoordinasi serta bekerjasama dengan lembaga yang berkepentingan,&quot; ujarnya.
UMKM berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Maka dari itu, adanya implementasi digitalisasi UMKM merupakan hal yang penting untuk diutamakan saat ini.
Seminar itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk peduli dan turut berkontribusi terhadap pengembangan UMKM di Indonesia serta dapat memanfaatkan infrastruktur TIK pada dunia perekonomian, khususnya di sektor UMKM.Dukungan semua pihak, mulai dari pemuda Indonesia hingga pemerintah berpengaruh besar dalam mengembangkan UMKM.&amp;nbsp;
Peningkatan set-skills para pelaku UMKM juga diperlukan agar mereka mampu mengembangkan bisnisnya guna memajukan perekonomian Indonesia dan menciptakan masa depan yang cerah bagi generasi muda.
Pembicara lainnya yaitu, Direktur PT IndoAgro Julio Jekonia Resowijoy menambahkan, pemilik usaha dapat mengoptimalkan bahan baku yang mudah untuk digunakan, menentukan segmentasi pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
