<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Bos Ayam Goreng Kini Yatim Piatu, Ayahnya Meninggal Lebih Dulu karena Covid-19</title><description>Anak bos ayam goreng yang dibunuh karyawannya berinisal A (1,5 tahun) menjadi yatim piatu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/18/338/2767262/anak-bos-ayam-goreng-kini-yatim-piatu-ayahnya-meninggal-lebih-dulu-karena-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/18/338/2767262/anak-bos-ayam-goreng-kini-yatim-piatu-ayahnya-meninggal-lebih-dulu-karena-covid-19"/><item><title>Anak Bos Ayam Goreng Kini Yatim Piatu, Ayahnya Meninggal Lebih Dulu karena Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/18/338/2767262/anak-bos-ayam-goreng-kini-yatim-piatu-ayahnya-meninggal-lebih-dulu-karena-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/18/338/2767262/anak-bos-ayam-goreng-kini-yatim-piatu-ayahnya-meninggal-lebih-dulu-karena-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 18 Februari 2023 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/18/338/2767262/anak-bos-ayam-goreng-kini-yatim-piatu-ayahnya-meninggal-lebih-dulu-karena-covid-19-4p3YtihuXR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/18/338/2767262/anak-bos-ayam-goreng-kini-yatim-piatu-ayahnya-meninggal-lebih-dulu-karena-covid-19-4p3YtihuXR.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Anak bos ayam goreng yang dibunuh karyawannya berinisal A (1,5 tahun) menjadi yatim piatu. Sebab, sebelum ibunya berinisial MIM (29) dibunuh, sang ayah kandung diketahui sudah meninggal sejak ia masih berumur 3 bulan dalam kandungan, karena Covid-19.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawieny Panjiyoga mengatakan ayah kandung korban meninggal karena Covid-19. &quot;Jadi bayi itu pada saat usia 3 bulan itu bapaknya meninggal karena Covid,&quot; ujarnya, Sabtu (18/3/2023).

Adapun suami korban saat ini yang juga menemukan korban tewas bersimbah darah atas nama Febri Noviana merupakan ayah tiri anak A.

Karena kedua orang tuanya sudah meninggal, anak A kemudian diserahkan oleh pihak kepolisian kepada neneknya. &quot;Iya yatim piatu. Diserahkan ke neneknya dan tantenya. Sekarang di tangan neneknya,&quot; ujarnya.

Tersangka pembunuhan wanita berinisial MIM (29), bos ayam goreng di Kabupaten Bekasi, menculik bayi korban berinisial A (1,5). Polisi mengungkap alasan para tersangka menculik anak tersebut.

BACA JUGA:Pelaku Pembunuh Bos Ayam Goreng Culik Anak Korban Lalu Ditinggal di Pos Ronda&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Anak tersebut terus-menerus menangis setelah ibunya dibunuh menggunakan tabung gas. Karena hal itu takut menimbulkan kecurigaan warga sekitar, akhirnya mereka kabur dengan membawa bayi itu.

&quot;Karena anak korban (A) terus menangis, Tersangka HK dan anak MA memutuskan membawa anak korban (A) agar tidak dicurigai dan memancing warga sekitar,&quot; kata Hengki.Rencananya, anak korban akan dibawa ke Yogyakarta untuk dititipkan kepada saudara tersangka. Namun, niat tersebut urung karena ongkos bus tidak cukup. Akhirnya korban ditinggalkan di sebuah pos di wilayah Subang, Jawa Barat, yang jaraknya 150 meter dari lokasi penangkapan tersangka.

&quot;Karena tidak cukup ongkosnya, yang bersangkutan turun di Subang, dan anak diletakkan di pos ronda yang dalam keadaan kosong,&quot; ujarnya.

Hengki menambahkan, selama sekitar 13 jam dalam penguasaan kedua pelaku, anak korban yang baru berusia 1,5 tahun tersebut diberi makan nasi.

&quot;Kami tanyakan, dalam kurun waktu itu, dikasih apa. Ternyata dikasih nasi orek, menurut keterangan yang bersangkutan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anak bos ayam goreng yang dibunuh karyawannya berinisal A (1,5 tahun) menjadi yatim piatu. Sebab, sebelum ibunya berinisial MIM (29) dibunuh, sang ayah kandung diketahui sudah meninggal sejak ia masih berumur 3 bulan dalam kandungan, karena Covid-19.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawieny Panjiyoga mengatakan ayah kandung korban meninggal karena Covid-19. &quot;Jadi bayi itu pada saat usia 3 bulan itu bapaknya meninggal karena Covid,&quot; ujarnya, Sabtu (18/3/2023).

Adapun suami korban saat ini yang juga menemukan korban tewas bersimbah darah atas nama Febri Noviana merupakan ayah tiri anak A.

Karena kedua orang tuanya sudah meninggal, anak A kemudian diserahkan oleh pihak kepolisian kepada neneknya. &quot;Iya yatim piatu. Diserahkan ke neneknya dan tantenya. Sekarang di tangan neneknya,&quot; ujarnya.

Tersangka pembunuhan wanita berinisial MIM (29), bos ayam goreng di Kabupaten Bekasi, menculik bayi korban berinisial A (1,5). Polisi mengungkap alasan para tersangka menculik anak tersebut.

BACA JUGA:Pelaku Pembunuh Bos Ayam Goreng Culik Anak Korban Lalu Ditinggal di Pos Ronda&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Anak tersebut terus-menerus menangis setelah ibunya dibunuh menggunakan tabung gas. Karena hal itu takut menimbulkan kecurigaan warga sekitar, akhirnya mereka kabur dengan membawa bayi itu.

&quot;Karena anak korban (A) terus menangis, Tersangka HK dan anak MA memutuskan membawa anak korban (A) agar tidak dicurigai dan memancing warga sekitar,&quot; kata Hengki.Rencananya, anak korban akan dibawa ke Yogyakarta untuk dititipkan kepada saudara tersangka. Namun, niat tersebut urung karena ongkos bus tidak cukup. Akhirnya korban ditinggalkan di sebuah pos di wilayah Subang, Jawa Barat, yang jaraknya 150 meter dari lokasi penangkapan tersangka.

&quot;Karena tidak cukup ongkosnya, yang bersangkutan turun di Subang, dan anak diletakkan di pos ronda yang dalam keadaan kosong,&quot; ujarnya.

Hengki menambahkan, selama sekitar 13 jam dalam penguasaan kedua pelaku, anak korban yang baru berusia 1,5 tahun tersebut diberi makan nasi.

&quot;Kami tanyakan, dalam kurun waktu itu, dikasih apa. Ternyata dikasih nasi orek, menurut keterangan yang bersangkutan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
