<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Bawah Kekuasaan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran Punya 3 Pasukan Elite</title><description>Prabu Siliwangi yang memiliki nama asli Sri Baduga Maharaja, yang begitu cemerlang dengan memiliki 3 pasukan elite.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769143/di-bawah-kekuasaan-prabu-siliwangi-kerajaan-pajajaran-punya-3-pasukan-elite</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769143/di-bawah-kekuasaan-prabu-siliwangi-kerajaan-pajajaran-punya-3-pasukan-elite"/><item><title>Di Bawah Kekuasaan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran Punya 3 Pasukan Elite</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769143/di-bawah-kekuasaan-prabu-siliwangi-kerajaan-pajajaran-punya-3-pasukan-elite</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769143/di-bawah-kekuasaan-prabu-siliwangi-kerajaan-pajajaran-punya-3-pasukan-elite</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2023 06:56 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/22/337/2769143/di-bawah-kekuasaan-prabu-siliwangi-kerajaan-pajajaran-punya-3-pasukan-elite-0XlwOqRJh6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Prabu Siliwangi (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/22/337/2769143/di-bawah-kekuasaan-prabu-siliwangi-kerajaan-pajajaran-punya-3-pasukan-elite-0XlwOqRJh6.jpg</image><title>Ilustrasi Prabu Siliwangi (Foto : Istimewa)</title></images><description>PRABU Siliwangi membawa Kerajaan Pajajaran menjadi disegani dan begitu kuat di Nusantara. Dari strategi pertahanan sendiri, Prabu Siliwangi yang memiliki nama asli Sri Baduga Maharaja, yang begitu cemerlang dengan memiliki 3 pasukan elite.

Dikutip dari buku &quot;Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran&quot; tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, Prabu Siliwangi memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda Karesian sebagai bentuk aturan negara dengan menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab tersebut.

Bahkan, kitab Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda.

Sri Baduga Maharaja juga memiliki sistem teknis yang bagus, ia membentuk satuan tentara yang kuat. Tentara ini membuat negara Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran disegani oleh siapa pun. Pada Carita Parahyangan menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kesatuan tentara kerajaan.

Satuan tentara mulai bayangkara yang bertugas sebagai penjaga keamanan, kemudian prajurit pamarang yang ahli dalam memainkan pedang, dan pamanah, artinya pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah.

BACA JUGA:Awal Mula Prabu Siliwangi yang Ternyata Bukan Nama Resmi Raja, Begini Kisahnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tiga prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit. Di bawah satu komando tersebut, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Kendati memiliki prajurit yang mahir berperang, menariknya di era Prabu Siliwangi terkenal tidak pernah berperang. Tetapi kehebatan pasukannya dikenal di seluruh kerajaan di nusantara. Ketangguhan prajurit Pajajaran teruji di era Prabu Surawisesa setelah Prabu Siliwangi mangkat.Carita Parahyangan mengisahkan di masa pemerintahan Surawisesa tercatat melakukan serangan 15 kali selama menjabat sebagai raja di Pajajaran. Sebagai usaha meningkatkan pertahanan dan keamanan, Prabu Siliwangi juga pernah melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa Portugis saat menduduki Malaka pada tahun 1511 Masehi.

Koalisi ini semakin harmonis semenjak tanggal 21 Agustus 1522 Masehi, telah disepakati bersama untuk menjalin hubungan bidang militer. Perjanjian ini menerangkan Portugis akan membantu Kerajaan Pajajaran dan siap mengerahkan seluruh kekuatan, jika terjadi perselisihan dengan kerajaan mana pun.

Sebagai imbalannya, pihak Portugis meminta izin mendirikan benteng di Bandar Banten, dan diberi hak untuk mendapatkan 1.000 karung merica.</description><content:encoded>PRABU Siliwangi membawa Kerajaan Pajajaran menjadi disegani dan begitu kuat di Nusantara. Dari strategi pertahanan sendiri, Prabu Siliwangi yang memiliki nama asli Sri Baduga Maharaja, yang begitu cemerlang dengan memiliki 3 pasukan elite.

Dikutip dari buku &quot;Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran&quot; tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, Prabu Siliwangi memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda Karesian sebagai bentuk aturan negara dengan menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab tersebut.

Bahkan, kitab Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda.

Sri Baduga Maharaja juga memiliki sistem teknis yang bagus, ia membentuk satuan tentara yang kuat. Tentara ini membuat negara Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran disegani oleh siapa pun. Pada Carita Parahyangan menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kesatuan tentara kerajaan.

Satuan tentara mulai bayangkara yang bertugas sebagai penjaga keamanan, kemudian prajurit pamarang yang ahli dalam memainkan pedang, dan pamanah, artinya pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah.

BACA JUGA:Awal Mula Prabu Siliwangi yang Ternyata Bukan Nama Resmi Raja, Begini Kisahnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tiga prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit. Di bawah satu komando tersebut, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Kendati memiliki prajurit yang mahir berperang, menariknya di era Prabu Siliwangi terkenal tidak pernah berperang. Tetapi kehebatan pasukannya dikenal di seluruh kerajaan di nusantara. Ketangguhan prajurit Pajajaran teruji di era Prabu Surawisesa setelah Prabu Siliwangi mangkat.Carita Parahyangan mengisahkan di masa pemerintahan Surawisesa tercatat melakukan serangan 15 kali selama menjabat sebagai raja di Pajajaran. Sebagai usaha meningkatkan pertahanan dan keamanan, Prabu Siliwangi juga pernah melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa Portugis saat menduduki Malaka pada tahun 1511 Masehi.

Koalisi ini semakin harmonis semenjak tanggal 21 Agustus 1522 Masehi, telah disepakati bersama untuk menjalin hubungan bidang militer. Perjanjian ini menerangkan Portugis akan membantu Kerajaan Pajajaran dan siap mengerahkan seluruh kekuatan, jika terjadi perselisihan dengan kerajaan mana pun.

Sebagai imbalannya, pihak Portugis meminta izin mendirikan benteng di Bandar Banten, dan diberi hak untuk mendapatkan 1.000 karung merica.</content:encoded></item></channel></rss>
