<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Korupsi Helikopter, Kurnia Saleh Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp17 Miliar</title><description>Putusan itu disahkan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu 22 Februari 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769559/kasus-korupsi-helikopter-kurnia-saleh-divonis-10-tahun-penjara-dan-denda-rp17-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769559/kasus-korupsi-helikopter-kurnia-saleh-divonis-10-tahun-penjara-dan-denda-rp17-miliar"/><item><title>Kasus Korupsi Helikopter, Kurnia Saleh Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp17 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769559/kasus-korupsi-helikopter-kurnia-saleh-divonis-10-tahun-penjara-dan-denda-rp17-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769559/kasus-korupsi-helikopter-kurnia-saleh-divonis-10-tahun-penjara-dan-denda-rp17-miliar</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2023 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/22/337/2769559/kasus-korupsi-helikopter-kurnia-saleh-divonis-10-tahun-penjara-dan-denda-rp17-miliar-emGxsa5oVt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kurnia Saleh (Foto: Bachtiar Rojab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/22/337/2769559/kasus-korupsi-helikopter-kurnia-saleh-divonis-10-tahun-penjara-dan-denda-rp17-miliar-emGxsa5oVt.jpg</image><title>Kurnia Saleh (Foto: Bachtiar Rojab)</title></images><description>JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis terdakwa korupsi helikopter, bos Diratama Jaya Mandiri, John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh selama 10 tahun penjara. Selain itu, ia juga didenda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.
Majelis Hakim menyatakan Irfan terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait pembelian Helikopter Agusta Westland (AW)-101 yang merugikan keuangan negara Rp17,22 miliar.

&quot;Menyatakan terdakwa John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,&quot; ujar Ketua Majelis Hakim Djuyamto dalam putusannya.
BACA JUGA:KPK Siap Hadapi Praperadilan yang Diajukan Tersangka Korupsi Benih Bawang di NTT&amp;nbsp;
Putusan itu disahkan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu 22 Februari 2023.

Irfan juga dituntut membayar uang pengganti Rp17,22 miliar. Irfan harus membayar selambat-lambatnya sebulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Djuyamto mengatakan, jika Irfan tidak mampu mengembalikan uang tersebut dalam jangka satu bulan. Maka, Jaksa bakal menyita harta bendanya.

&quot;Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama dua tahun,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Mahfud MD: Penyebab Indeks Persepsi Korupsi Anjlok Akibat Sektor Birokrasi Pelayanan Publik&amp;nbsp;Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menuntut Bos PT Diratama Jaya Mandiri, John Irfan Lewat alias Irfan Kurnia Saleh agar dihukum 15 tahun penjara. Selain pidana penjara, Irfan Kurnia Saleh juga dituntut untuk membayar denda Rp1 subsidair enam bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, JPU meyakini Irfan Kurnia Saleh terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama telah melakukan tindak pidana korupsi.

Irfan dianggap merugikan keuangan negara Rp738,9 miliar terkait pengadaan Helikopter angkut AW-101 di TNI-AU tahun 2016.

&quot;Menyatakan terdakwa John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi,&quot; kata Jaksa KPK, Arif Suhermanto saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 30 Januari 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis terdakwa korupsi helikopter, bos Diratama Jaya Mandiri, John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh selama 10 tahun penjara. Selain itu, ia juga didenda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.
Majelis Hakim menyatakan Irfan terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait pembelian Helikopter Agusta Westland (AW)-101 yang merugikan keuangan negara Rp17,22 miliar.

&quot;Menyatakan terdakwa John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,&quot; ujar Ketua Majelis Hakim Djuyamto dalam putusannya.
BACA JUGA:KPK Siap Hadapi Praperadilan yang Diajukan Tersangka Korupsi Benih Bawang di NTT&amp;nbsp;
Putusan itu disahkan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu 22 Februari 2023.

Irfan juga dituntut membayar uang pengganti Rp17,22 miliar. Irfan harus membayar selambat-lambatnya sebulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Djuyamto mengatakan, jika Irfan tidak mampu mengembalikan uang tersebut dalam jangka satu bulan. Maka, Jaksa bakal menyita harta bendanya.

&quot;Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama dua tahun,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Mahfud MD: Penyebab Indeks Persepsi Korupsi Anjlok Akibat Sektor Birokrasi Pelayanan Publik&amp;nbsp;Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menuntut Bos PT Diratama Jaya Mandiri, John Irfan Lewat alias Irfan Kurnia Saleh agar dihukum 15 tahun penjara. Selain pidana penjara, Irfan Kurnia Saleh juga dituntut untuk membayar denda Rp1 subsidair enam bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, JPU meyakini Irfan Kurnia Saleh terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama telah melakukan tindak pidana korupsi.

Irfan dianggap merugikan keuangan negara Rp738,9 miliar terkait pengadaan Helikopter angkut AW-101 di TNI-AU tahun 2016.

&quot;Menyatakan terdakwa John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi,&quot; kata Jaksa KPK, Arif Suhermanto saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 30 Januari 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
