<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serahkan SK Hutan Adat, Jokowi: Semuanya Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan</title><description>Jokowi mengungkapkan bahwa SK yang diberikan untuk perhutanan sosial sebanyak 514 ribu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769682/serahkan-sk-hutan-adat-jokowi-semuanya-dimanfaatkan-untuk-kesejahteraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769682/serahkan-sk-hutan-adat-jokowi-semuanya-dimanfaatkan-untuk-kesejahteraan"/><item><title>Serahkan SK Hutan Adat, Jokowi: Semuanya Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769682/serahkan-sk-hutan-adat-jokowi-semuanya-dimanfaatkan-untuk-kesejahteraan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/22/337/2769682/serahkan-sk-hutan-adat-jokowi-semuanya-dimanfaatkan-untuk-kesejahteraan</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2023 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/22/337/2769682/serahkan-sk-hutan-adat-jokowi-semuanya-dimanfaatkan-untuk-kesejahteraan-UIiwVRRYKp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/22/337/2769682/serahkan-sk-hutan-adat-jokowi-semuanya-dimanfaatkan-untuk-kesejahteraan-UIiwVRRYKp.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi8xLzE2MzE3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial, Hutan Adat dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) kepada masyarakat secara simbolis di  Wisata Hutan Bambu, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (23/2).
Jokowi mengungkapkan bahwa SK yang diberikan untuk perhutanan sosial sebanyak 514 ribu. &quot;Jadi SK perhutanan sosial yang diserahterimakan pada hari ini berjumlah 514 SK untuk 59 ribu KK dan seluas lahan 321 ribu hektar. Kemudian juga diserahkan 19 SK hutan adat, tadi juga di sini langsung kita serahkan seluas 77.000 hektar. Dan SK TORA 46 SK,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/2/2023).
Usai memberikan SK, Jokowi pun meminta kepada para penerima SK agar tidak menelantarkan lahan mereka. Dengan adanya SK, kata Jokowi, para penerima bisa lebih produktif lagi dalam memaksimalkan lahannya.
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Curhat Indonesia Terlalu Jawasentris, Ingin Adanya Pemerataan Pembangunan
&quot;Semuanya agar dimanfaatkan untuk kesejahteraan kita semuannya. Harus produktif, karena kita berikan itu agar lahan-lahan semua yang kita miliki itu produktif, jangan ditelantarkan. Titipan saya hanya itu,&quot; kata Jokowi.
Baca juga:&amp;nbsp;Tinjau Proyek Jalan Tol IKN, Jokowi Targetkan Rampung Akhir 2024
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berdialog dengan beberapa perwakilan penerima SK yang hadir. Salah satunya adalah Saifudin, pria yang memiliki rencana untuk mengelola lahan yang telah diberikan pemerintah menjadi kawasan edukasi alam.
&amp;ldquo;Sekarang kita kelola di sini sering kali dibuat kemah atau camping untuk pengetahuan,&amp;rdquo; ucap Saifudin.Saifudin melihat kondisi Kota Balikpapan yang nantinya akan menjadi kota besar sebagai sebuah peluang untuk meneruskan idenya sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
&amp;ldquo;Apalagi di wilayah Balikpapan pak, ini nanti jadi kota besar terasnya ibu kota notabene-nya nanti pasti itu pak, makanya kita buat wisata di situ pak yang sekarang setiap satu bulan sekali atau dua kali pasti ada anak camping persami, dari SD sampai SMP,&amp;rdquo; jelasnya.
Lebih lanjut, Saifudin juga menjelaskan pemanfaatan lahan sebagai kawasan wisata edukasi alam yang dinilai tetap dapat memberikan keuntungan meskipun dikelola secara swadaya.
&amp;ldquo;Income-nya dia ada swadaya atau kita penyewaan ada gazebo-gazebo, sama kita menjaga di situ, menjaga anak-anak, ada nanti setiap anak ada tarif Rp5.000 atau Rp4.000,&amp;rdquo; kata Saifudin.
Mendengar hal tersebut, Presiden memberikan apresiasi dan mendukung ide Saifudin. Presiden menilai hal tersebut merupakan ide yang bagus yang dapat memberikan dampak yang baik bagi anak-anak sehingga dapat mengenal alam lebih dekat.
&amp;ldquo;Oke berarti nanti ada income, bagus, bagus, menarik, jadi anak-anak itu jangan setiap hari pegangnya HP, smartphone, ajak kenal alam,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi8xLzE2MzE3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial, Hutan Adat dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) kepada masyarakat secara simbolis di  Wisata Hutan Bambu, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (23/2).
Jokowi mengungkapkan bahwa SK yang diberikan untuk perhutanan sosial sebanyak 514 ribu. &quot;Jadi SK perhutanan sosial yang diserahterimakan pada hari ini berjumlah 514 SK untuk 59 ribu KK dan seluas lahan 321 ribu hektar. Kemudian juga diserahkan 19 SK hutan adat, tadi juga di sini langsung kita serahkan seluas 77.000 hektar. Dan SK TORA 46 SK,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/2/2023).
Usai memberikan SK, Jokowi pun meminta kepada para penerima SK agar tidak menelantarkan lahan mereka. Dengan adanya SK, kata Jokowi, para penerima bisa lebih produktif lagi dalam memaksimalkan lahannya.
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Curhat Indonesia Terlalu Jawasentris, Ingin Adanya Pemerataan Pembangunan
&quot;Semuanya agar dimanfaatkan untuk kesejahteraan kita semuannya. Harus produktif, karena kita berikan itu agar lahan-lahan semua yang kita miliki itu produktif, jangan ditelantarkan. Titipan saya hanya itu,&quot; kata Jokowi.
Baca juga:&amp;nbsp;Tinjau Proyek Jalan Tol IKN, Jokowi Targetkan Rampung Akhir 2024
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berdialog dengan beberapa perwakilan penerima SK yang hadir. Salah satunya adalah Saifudin, pria yang memiliki rencana untuk mengelola lahan yang telah diberikan pemerintah menjadi kawasan edukasi alam.
&amp;ldquo;Sekarang kita kelola di sini sering kali dibuat kemah atau camping untuk pengetahuan,&amp;rdquo; ucap Saifudin.Saifudin melihat kondisi Kota Balikpapan yang nantinya akan menjadi kota besar sebagai sebuah peluang untuk meneruskan idenya sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
&amp;ldquo;Apalagi di wilayah Balikpapan pak, ini nanti jadi kota besar terasnya ibu kota notabene-nya nanti pasti itu pak, makanya kita buat wisata di situ pak yang sekarang setiap satu bulan sekali atau dua kali pasti ada anak camping persami, dari SD sampai SMP,&amp;rdquo; jelasnya.
Lebih lanjut, Saifudin juga menjelaskan pemanfaatan lahan sebagai kawasan wisata edukasi alam yang dinilai tetap dapat memberikan keuntungan meskipun dikelola secara swadaya.
&amp;ldquo;Income-nya dia ada swadaya atau kita penyewaan ada gazebo-gazebo, sama kita menjaga di situ, menjaga anak-anak, ada nanti setiap anak ada tarif Rp5.000 atau Rp4.000,&amp;rdquo; kata Saifudin.
Mendengar hal tersebut, Presiden memberikan apresiasi dan mendukung ide Saifudin. Presiden menilai hal tersebut merupakan ide yang bagus yang dapat memberikan dampak yang baik bagi anak-anak sehingga dapat mengenal alam lebih dekat.
&amp;ldquo;Oke berarti nanti ada income, bagus, bagus, menarik, jadi anak-anak itu jangan setiap hari pegangnya HP, smartphone, ajak kenal alam,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
</content:encoded></item></channel></rss>
