<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mario Dandy Satrio Bukan Lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang </title><description>Mario Dandy juga dikeluarkan dari kampusnya, Universitas Prasetiya Mulya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/24/337/2770668/mario-dandy-satrio-bukan-lulusan-sma-taruna-nusantara-magelang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/24/337/2770668/mario-dandy-satrio-bukan-lulusan-sma-taruna-nusantara-magelang"/><item><title>Mario Dandy Satrio Bukan Lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/24/337/2770668/mario-dandy-satrio-bukan-lulusan-sma-taruna-nusantara-magelang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/24/337/2770668/mario-dandy-satrio-bukan-lulusan-sma-taruna-nusantara-magelang</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2023 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/24/337/2770668/mario-dandy-satrio-bukan-lulusan-sma-taruna-nusantara-magelang-5fbYwRF7Is.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mario Dandy Satrio (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/24/337/2770668/mario-dandy-satrio-bukan-lulusan-sma-taruna-nusantara-magelang-5fbYwRF7Is.jpg</image><title>Mario Dandy Satrio (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNC8xLzE2MzI3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - SMA Taruna Nusantara Magelang mengklarifisikasi soal kabar Mario Dandy Satrio (MDS), pelaku penganiayaan anak petinggi GP Ansor merupakan lulusan dari sekolahnya.
Kepala Humas SMA Taruna Nusantara Cecep Iskandar menyatakan bahwa Mario Dendy hanya bersekolah sampai kelas XI. Sehingga Mario Dandy tak sampai menamatkan studinya di SMA Taruna Nusantara Magelang.
Mario Dandy pindah sekolah dari SMA Taruna Nusantara Magelang sesuai Surat Keterangan Pindah Sekolah No.Sket/566/VII/2021 pada 5 Juli 2021.
&quot;Yang bersangkutan pernah bersekolah di sekolah kami sampai dengan kelas XI, tetapi kemudian pindah sekolah dari SMA Taruna Nusantara Magelang sesuai Surat Keterangan Pindah Sekolah No.Sket/566/VII/2021 tanggal 5 Juli 2021,&quot; ujarnya, Jumat (24/2/2023).
Diketahui, Mario Dandy Satrio merupakan anak dari Rafael Alun Trisambodo (RAT) sebagai Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Jakarta Selatan.
Baca juga:&amp;nbsp;Universitas Prasetiya Mulya Kecam Aksi Pengeroyokan Mario Dandy Satrio ke Santri hingga Koma
Dia mengeroyok dan menganiaya David, seorang anak petinggi GP Ansor, hingga koma. Mario Dandy kini sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Jaksel.
Mario Dandy juga dikeluarkan dari kampusnya, Universitas Prasetiya Mulya.
Baca juga:&amp;nbsp;Merekam Pengeroyokan David, Agnes Pacar Cantik Mario Bisa Ikut TerjeratPernyataan Universitas Prasetiya Mulya tersebut diunggah dalam akun Instagram resmi @prasmul dan ditandatangani olehRektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman S Simandjuntak. Dalam unggahan disebutkan Mario dikeluarkan melalui keputusan dalam rapat pimpinan.
&quot;Rapat pimpinan Universitas Prasetiya Mulya memutuskan untuk mengeluarkan tersangka saudara Mario Dandy Satriyo dari Universitas Prasetiya Mulya terhitung sejak tanggal 23 Februari 2023,&quot; tulis pernyataan resmi dikutip, Jumat (24/2/2023).
Pihak kampus juga mengecam keras kasus penganiayaan yang menghebohkan masyarakat tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNC8xLzE2MzI3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - SMA Taruna Nusantara Magelang mengklarifisikasi soal kabar Mario Dandy Satrio (MDS), pelaku penganiayaan anak petinggi GP Ansor merupakan lulusan dari sekolahnya.
Kepala Humas SMA Taruna Nusantara Cecep Iskandar menyatakan bahwa Mario Dendy hanya bersekolah sampai kelas XI. Sehingga Mario Dandy tak sampai menamatkan studinya di SMA Taruna Nusantara Magelang.
Mario Dandy pindah sekolah dari SMA Taruna Nusantara Magelang sesuai Surat Keterangan Pindah Sekolah No.Sket/566/VII/2021 pada 5 Juli 2021.
&quot;Yang bersangkutan pernah bersekolah di sekolah kami sampai dengan kelas XI, tetapi kemudian pindah sekolah dari SMA Taruna Nusantara Magelang sesuai Surat Keterangan Pindah Sekolah No.Sket/566/VII/2021 tanggal 5 Juli 2021,&quot; ujarnya, Jumat (24/2/2023).
Diketahui, Mario Dandy Satrio merupakan anak dari Rafael Alun Trisambodo (RAT) sebagai Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Jakarta Selatan.
Baca juga:&amp;nbsp;Universitas Prasetiya Mulya Kecam Aksi Pengeroyokan Mario Dandy Satrio ke Santri hingga Koma
Dia mengeroyok dan menganiaya David, seorang anak petinggi GP Ansor, hingga koma. Mario Dandy kini sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Jaksel.
Mario Dandy juga dikeluarkan dari kampusnya, Universitas Prasetiya Mulya.
Baca juga:&amp;nbsp;Merekam Pengeroyokan David, Agnes Pacar Cantik Mario Bisa Ikut TerjeratPernyataan Universitas Prasetiya Mulya tersebut diunggah dalam akun Instagram resmi @prasmul dan ditandatangani olehRektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman S Simandjuntak. Dalam unggahan disebutkan Mario dikeluarkan melalui keputusan dalam rapat pimpinan.
&quot;Rapat pimpinan Universitas Prasetiya Mulya memutuskan untuk mengeluarkan tersangka saudara Mario Dandy Satriyo dari Universitas Prasetiya Mulya terhitung sejak tanggal 23 Februari 2023,&quot; tulis pernyataan resmi dikutip, Jumat (24/2/2023).
Pihak kampus juga mengecam keras kasus penganiayaan yang menghebohkan masyarakat tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
