<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profesor Australia dan 2 Orang Lainnya Dibebaskan dari Penyanderaan Gerombolan Bersenjata Papua Nugini</title><description>Profesor itu dan timnya disendera di daerah terpencil Papua Nugini pekan lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/26/18/2771542/profesor-australia-dan-2-orang-lainnya-dibebaskan-dari-penyanderaan-gerombolan-bersenjata-papua-nugini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/26/18/2771542/profesor-australia-dan-2-orang-lainnya-dibebaskan-dari-penyanderaan-gerombolan-bersenjata-papua-nugini"/><item><title>Profesor Australia dan 2 Orang Lainnya Dibebaskan dari Penyanderaan Gerombolan Bersenjata Papua Nugini</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/26/18/2771542/profesor-australia-dan-2-orang-lainnya-dibebaskan-dari-penyanderaan-gerombolan-bersenjata-papua-nugini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/26/18/2771542/profesor-australia-dan-2-orang-lainnya-dibebaskan-dari-penyanderaan-gerombolan-bersenjata-papua-nugini</guid><pubDate>Minggu 26 Februari 2023 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/26/18/2771542/profesor-australia-dan-2-orang-lainnya-dibebaskan-dari-penyanderaan-gerombolan-bersenjata-papua-nugini-v0ZaLuntdk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/26/18/2771542/profesor-australia-dan-2-orang-lainnya-dibebaskan-dari-penyanderaan-gerombolan-bersenjata-papua-nugini-v0ZaLuntdk.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>SYDNEY - Seorang profesor Australia, yang disandera  selama seminggu oleh gerombolan bersenjata di bagian terpencil Papua Nugini, telah dibebaskan bersama dengan dua rekan warga lokalnya, demikian diwartakan Australian Broadcasting Corporation melaporkan pada Minggu, (26/2/2023).
Sekelompok peneliti arkeologi, termasuk profesor yang bekerja untuk sebuah universitas Australia, dua mahasiswa pasca sarjana Universitas Papua Nugini, dan seorang koordinator program disandera pada Minggu, (19/2/2023) lalu oleh pria yang menuntut uang tebusan, kata para pejabat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Profesor Australia dan Beberapa Mahasiswa Disandera di Dataran Tinggi PNG, Pelaku Minta Tebusan

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang laporan pembebasan tim di negara Kepulauan Pasifik itu, demikian diwartakan Reuters.
Kelompok tersebut sedang dalam perjalanan ke desa terpencil Fogoma'iu di wilayah Gunung Bosavi, dekat perbatasan Dataran Tinggi Selatan dan provinsi Hela ketika mereka ditangkap.
Pembebasan ketiganya akan mengakhiri negosiasi berhari-hari dan operasi keamanan yang melibatkan polisi dan personel pertahanan Papua Nugini, dalam konsultasi dengan pemerintah Australia dan Selandia Baru, menurut ABC.
BACA JUGA:&amp;nbsp;KKB Terdesak, Minta Barter Senjata dengan Pilot Susi Air

Profesor itu adalah penduduk Australia dan warga negara Selandia Baru. Reuters belum menyebutkan nama anggota grup tersebut karena sensitivitas situasi.
Seorang sandera wanita, juga salah satu dari ketiganya, dibebaskan lebih awal. Saat itu, polisi Papua Nugini mengatakan mereka sedang mengupayakan &quot;resolusi damai&quot; untuk situasi tersebut.</description><content:encoded>SYDNEY - Seorang profesor Australia, yang disandera  selama seminggu oleh gerombolan bersenjata di bagian terpencil Papua Nugini, telah dibebaskan bersama dengan dua rekan warga lokalnya, demikian diwartakan Australian Broadcasting Corporation melaporkan pada Minggu, (26/2/2023).
Sekelompok peneliti arkeologi, termasuk profesor yang bekerja untuk sebuah universitas Australia, dua mahasiswa pasca sarjana Universitas Papua Nugini, dan seorang koordinator program disandera pada Minggu, (19/2/2023) lalu oleh pria yang menuntut uang tebusan, kata para pejabat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Profesor Australia dan Beberapa Mahasiswa Disandera di Dataran Tinggi PNG, Pelaku Minta Tebusan

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang laporan pembebasan tim di negara Kepulauan Pasifik itu, demikian diwartakan Reuters.
Kelompok tersebut sedang dalam perjalanan ke desa terpencil Fogoma'iu di wilayah Gunung Bosavi, dekat perbatasan Dataran Tinggi Selatan dan provinsi Hela ketika mereka ditangkap.
Pembebasan ketiganya akan mengakhiri negosiasi berhari-hari dan operasi keamanan yang melibatkan polisi dan personel pertahanan Papua Nugini, dalam konsultasi dengan pemerintah Australia dan Selandia Baru, menurut ABC.
BACA JUGA:&amp;nbsp;KKB Terdesak, Minta Barter Senjata dengan Pilot Susi Air

Profesor itu adalah penduduk Australia dan warga negara Selandia Baru. Reuters belum menyebutkan nama anggota grup tersebut karena sensitivitas situasi.
Seorang sandera wanita, juga salah satu dari ketiganya, dibebaskan lebih awal. Saat itu, polisi Papua Nugini mengatakan mereka sedang mengupayakan &quot;resolusi damai&quot; untuk situasi tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
