<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari ke-20 Pilot Susi Air Belum Ditemukan, Panglima TNI: KKB Bercampur dengan Masyarakat!</title><description>Pasukan elite gabungan TNI-Polri itu berhasil menyekat pergerakan kelompok teroris Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772212/hari-ke-20-pilot-susi-air-belum-ditemukan-panglima-tni-kkb-bercampur-dengan-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772212/hari-ke-20-pilot-susi-air-belum-ditemukan-panglima-tni-kkb-bercampur-dengan-masyarakat"/><item><title>Hari ke-20 Pilot Susi Air Belum Ditemukan, Panglima TNI: KKB Bercampur dengan Masyarakat!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772212/hari-ke-20-pilot-susi-air-belum-ditemukan-panglima-tni-kkb-bercampur-dengan-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772212/hari-ke-20-pilot-susi-air-belum-ditemukan-panglima-tni-kkb-bercampur-dengan-masyarakat</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2023 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/27/337/2772212/hari-ke-20-pilot-susi-air-belum-ditemukan-panglima-tni-kkb-bercampur-dengan-masyarakat-VAqXmyake0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KKB Teroris Sandera Pilot Susi Air</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/27/337/2772212/hari-ke-20-pilot-susi-air-belum-ditemukan-panglima-tni-kkb-bercampur-dengan-masyarakat-VAqXmyake0.jpg</image><title>KKB Teroris Sandera Pilot Susi Air</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi8xLzE2MzEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Satgas Operasi Damai Cartenz yang dipimpin Brigjen JO Sembiring terus melakukan pencarian&amp;nbsp;Pilot pesawat Susi Air, Kapten Philips Marks Merthens dengan menyisir belantara Papua yang telah memasuki hari ke-20.

Pasukan elite gabungan TNI-Polri itu berhasil menyekat pergerakan kelompok teroris Papua tersebut sehingga tidak bisa bergerak bebas.
&amp;nbsp;(Baca juga: Hari ke-20 Pilot Susi Air Disandera, Strategi Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan Bikin KKB Terdesak)

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, proses penyelamatan pilot asal Selandia Baru itu, kata Yudo, harus sangat hati-hati. Sebab, dalam situasi saat ini, kelompok teror tersebut menyatu dengan masyarakat.

&quot;Jadi pilot masih tetap kita usahakan dicari. Karena tentunya di dalam situasi seperti ini mereka ini kan bercampur dengan masyarakat, sehingga TNI juga harus hati-hati di dalam melaksanakan tugasnya untuk menyelamatkan itu,&quot; kata Yudo kepada wartawan, di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2023).

Yudo mengatakan, pihaknya terus mengupayakan dan tidak menargetkan kapan penyelamatan pilot harus selesai dilaksanakan. Sebab kondisi di lapangan, kata Yudo, menyebabkan pihaknya tidak bisa langsung melakukan tindakan.

&quot;Ya tentunya kita enggak ada target. Wong ini tadi lho, di lapangannya tidak mudah langsung di suatu tempat yang bisa diambil langsung, kan tidak,&quot; katanya.
Yudo menegaskan, jika kelompok kriminal tersebut sering kali berlindung di antara warga, terutama anak-anak. Sehingga, pihaknya harus melakukan langkah terukur agar masyarakat tidak menjadi korban.



&quot;Itu tadi, mereka berlindung selalu dengan masyarakat, malah dengan anak anak. Ini yang akan kita pisahkan. Sedapat mungkin kita laksanakan secara persuasif. Kita tidak mau masyarakat jadi korban karena itu,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi8xLzE2MzEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Satgas Operasi Damai Cartenz yang dipimpin Brigjen JO Sembiring terus melakukan pencarian&amp;nbsp;Pilot pesawat Susi Air, Kapten Philips Marks Merthens dengan menyisir belantara Papua yang telah memasuki hari ke-20.

Pasukan elite gabungan TNI-Polri itu berhasil menyekat pergerakan kelompok teroris Papua tersebut sehingga tidak bisa bergerak bebas.
&amp;nbsp;(Baca juga: Hari ke-20 Pilot Susi Air Disandera, Strategi Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan Bikin KKB Terdesak)

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, proses penyelamatan pilot asal Selandia Baru itu, kata Yudo, harus sangat hati-hati. Sebab, dalam situasi saat ini, kelompok teror tersebut menyatu dengan masyarakat.

&quot;Jadi pilot masih tetap kita usahakan dicari. Karena tentunya di dalam situasi seperti ini mereka ini kan bercampur dengan masyarakat, sehingga TNI juga harus hati-hati di dalam melaksanakan tugasnya untuk menyelamatkan itu,&quot; kata Yudo kepada wartawan, di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2023).

Yudo mengatakan, pihaknya terus mengupayakan dan tidak menargetkan kapan penyelamatan pilot harus selesai dilaksanakan. Sebab kondisi di lapangan, kata Yudo, menyebabkan pihaknya tidak bisa langsung melakukan tindakan.

&quot;Ya tentunya kita enggak ada target. Wong ini tadi lho, di lapangannya tidak mudah langsung di suatu tempat yang bisa diambil langsung, kan tidak,&quot; katanya.
Yudo menegaskan, jika kelompok kriminal tersebut sering kali berlindung di antara warga, terutama anak-anak. Sehingga, pihaknya harus melakukan langkah terukur agar masyarakat tidak menjadi korban.



&quot;Itu tadi, mereka berlindung selalu dengan masyarakat, malah dengan anak anak. Ini yang akan kita pisahkan. Sedapat mungkin kita laksanakan secara persuasif. Kita tidak mau masyarakat jadi korban karena itu,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
