<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Kirim Bantuan Militer, Selandia Baru Percayakan Penyelamatan Pilot Susi Air kepada Indonesia   </title><description>&amp;nbsp;
Yudo menjelaskan, tidak ada bantuan militer dari pemerintah Selandia Baru dalam proses penyelamatan warga negaranya.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772300/tak-kirim-bantuan-militer-selandia-baru-percayakan-penyelamatan-pilot-susi-air-kepada-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772300/tak-kirim-bantuan-militer-selandia-baru-percayakan-penyelamatan-pilot-susi-air-kepada-indonesia"/><item><title>Tak Kirim Bantuan Militer, Selandia Baru Percayakan Penyelamatan Pilot Susi Air kepada Indonesia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772300/tak-kirim-bantuan-militer-selandia-baru-percayakan-penyelamatan-pilot-susi-air-kepada-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/27/337/2772300/tak-kirim-bantuan-militer-selandia-baru-percayakan-penyelamatan-pilot-susi-air-kepada-indonesia</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2023 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/27/337/2772300/tak-kirim-bantuan-militer-selandia-baru-percayakan-penyelamatan-pilot-susi-air-kepada-indonesia-acIAjbAIy2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilot Susi Air disandera KKB/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/27/337/2772300/tak-kirim-bantuan-militer-selandia-baru-percayakan-penyelamatan-pilot-susi-air-kepada-indonesia-acIAjbAIy2.jpg</image><title>Pilot Susi Air disandera KKB/Foto: Istimewa</title></images><description>

&amp;nbsp;

JAKARTA - Pemerintah Selandia Baru mempercayakan penyelamatan pilot Susi Air, Philips Marks Merthens, yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada Indonesia. Hal tersebut diungkap Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Yudo menjelaskan, tidak ada bantuan militer dari pemerintah Selandia Baru dalam proses penyelamatan warga negaranya. Mereka, kata Yudo, mempercayakan penuh kepada Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bajir Tak Kunjung Surut, Warga Geruduk Kantor Pemasaran Perumahan Puri Nirwana Residence
&quot;Enggak, enggak ada ya (bantuan militer). Dia berada di sana ya minta bantuan kepada kita. Harapannya mereka, pilot ini dapat diselamatkan, dapat diambil dalam keadaan selamat juga,&quot; katanya kepada wartawan, di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2023).
&quot;Ya TNI sama Polri kan yang berada di sana. Tentunya mempercayakan pada pemerintah kita,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Irjen Teddy Gunakan Istilah Galon hingga Sembako untuk Sabu ke Linda Cepu
Saat ini, sambungnya, pihaknya terus berupaya dalam proses penyelamatan pilot asal Selandia Baru tersebut. Kendalanya, kelompok penyandera kerap berpindah-pindah tempat, dan menyatu dengan masyarakat. Sehingga sulit membedakan antara masyarakat sipil dengan anggota KKB.
&quot;Jadi pilot masih tetap kita usahakan dicari. Karena tentunya di dalam situasi seperti ini mereka ini kan bercampur dengan masyarakat, sehingga TNI juga harus hati-hati di dalam melaksanakan tugasnya untuk menyelamatkan itu,&quot; kata Yudo.&quot;Itu tadi, mereka berlindung selalu dengan masyarakat, malah dengan anak-anak. Ini yang akan kita pisahkan. Sedapat mungkin kita laksanakan secara persuasif. Kita tidak mau masyarakat jadi korban karena itu,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Yudo mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan dan mengoptimalkan pasukan yang berada di Papua.
&quot;Kita optimalkan prajurit yang berada di sana, karena yang kita hadapi juga bukan musuh yang tetap, kemudian bisa berhadapan, bukan. Jadi gerombolan yang tempatnya berpindah-pindah dan bersama sama dengan penduduk. Dan ini kan tidak mudah untuk mengambil dari penduduk ini,&quot; katanya.</description><content:encoded>

&amp;nbsp;

JAKARTA - Pemerintah Selandia Baru mempercayakan penyelamatan pilot Susi Air, Philips Marks Merthens, yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada Indonesia. Hal tersebut diungkap Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Yudo menjelaskan, tidak ada bantuan militer dari pemerintah Selandia Baru dalam proses penyelamatan warga negaranya. Mereka, kata Yudo, mempercayakan penuh kepada Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bajir Tak Kunjung Surut, Warga Geruduk Kantor Pemasaran Perumahan Puri Nirwana Residence
&quot;Enggak, enggak ada ya (bantuan militer). Dia berada di sana ya minta bantuan kepada kita. Harapannya mereka, pilot ini dapat diselamatkan, dapat diambil dalam keadaan selamat juga,&quot; katanya kepada wartawan, di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2023).
&quot;Ya TNI sama Polri kan yang berada di sana. Tentunya mempercayakan pada pemerintah kita,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Irjen Teddy Gunakan Istilah Galon hingga Sembako untuk Sabu ke Linda Cepu
Saat ini, sambungnya, pihaknya terus berupaya dalam proses penyelamatan pilot asal Selandia Baru tersebut. Kendalanya, kelompok penyandera kerap berpindah-pindah tempat, dan menyatu dengan masyarakat. Sehingga sulit membedakan antara masyarakat sipil dengan anggota KKB.
&quot;Jadi pilot masih tetap kita usahakan dicari. Karena tentunya di dalam situasi seperti ini mereka ini kan bercampur dengan masyarakat, sehingga TNI juga harus hati-hati di dalam melaksanakan tugasnya untuk menyelamatkan itu,&quot; kata Yudo.&quot;Itu tadi, mereka berlindung selalu dengan masyarakat, malah dengan anak-anak. Ini yang akan kita pisahkan. Sedapat mungkin kita laksanakan secara persuasif. Kita tidak mau masyarakat jadi korban karena itu,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Yudo mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan dan mengoptimalkan pasukan yang berada di Papua.
&quot;Kita optimalkan prajurit yang berada di sana, karena yang kita hadapi juga bukan musuh yang tetap, kemudian bisa berhadapan, bukan. Jadi gerombolan yang tempatnya berpindah-pindah dan bersama sama dengan penduduk. Dan ini kan tidak mudah untuk mengambil dari penduduk ini,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
