<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kunjungan Mendadak ke Ukraina, Menkeu AS Beri Bantuan Rp19 Triliun dan Peringatkan China Jangan Pasok Senjata ke Rusia</title><description>Dalam kesempatan itu, Yellen juga mengulangi pesan Presiden AS Joe Biden.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/28/18/2772617/kunjungan-mendadak-ke-ukraina-menkeu-as-beri-bantuan-rp19-triliun-dan-peringatkan-china-jangan-pasok-senjata-ke-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/02/28/18/2772617/kunjungan-mendadak-ke-ukraina-menkeu-as-beri-bantuan-rp19-triliun-dan-peringatkan-china-jangan-pasok-senjata-ke-rusia"/><item><title>Kunjungan Mendadak ke Ukraina, Menkeu AS Beri Bantuan Rp19 Triliun dan Peringatkan China Jangan Pasok Senjata ke Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/02/28/18/2772617/kunjungan-mendadak-ke-ukraina-menkeu-as-beri-bantuan-rp19-triliun-dan-peringatkan-china-jangan-pasok-senjata-ke-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/02/28/18/2772617/kunjungan-mendadak-ke-ukraina-menkeu-as-beri-bantuan-rp19-triliun-dan-peringatkan-china-jangan-pasok-senjata-ke-rusia</guid><pubDate>Selasa 28 Februari 2023 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/28/18/2772617/kunjungan-mendadak-ke-ukraina-menkeu-as-beri-bantuan-rp19-triliun-dan-peringatkan-china-jangan-pasok-senjata-ke-rusia-us7DH793vh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu AS Janet Yellen mengunjungi Ukraina secara mendadak (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/28/18/2772617/kunjungan-mendadak-ke-ukraina-menkeu-as-beri-bantuan-rp19-triliun-dan-peringatkan-china-jangan-pasok-senjata-ke-rusia-us7DH793vh.jpg</image><title>Menkeu AS Janet Yellen mengunjungi Ukraina secara mendadak (Foto: AFP)</title></images><description>Ukraina &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv, Ukraina pada Senin (27/2/2023). Pada kunjungan itu, dia mengumumkan transfer terbaru sebesar USD1,25 miliar (Rp19 triliun) dalam bantuan ekonomi dan anggaran ke Ukraina.
Dalam kesempatan itu, Yellen juga mengulangi pesan Presiden AS Joe Biden yang diumumkan  selama kunjungannya ke Kyiv minggu lalu. Kala itu Biden menegaskan Washington akan mendukung Ukraina selama diperlukan untuk memenangkan perang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perang Masih Berkecamuk, Presiden Ukraina: Situasi di Bahkmut Memburuk
Berbicara kepada CNN, Yellen menambahkan bahwa sementara ekonomi Rusia belum tertekuk di bawah sanksi besar yang dikenakan pada Rusia oleh kekuatan Barat, dia memperkirakan ekonomi Rusia akan tumbuh lebih lemah dari waktu ke waktu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Banyak Negara Pasok Senjata ke Ukraina, Rusia Peringatkan Bisa Picu Bencana Nuklir Global
Dia juga menyatakan bahwa kemampuan Rusia untuk mengisi kembali peralatan militer yang dihancurkan dalam serangan terhadap Ukraina secara bertahap akan terancam.
Dia menambahkan bahwa setiap langkah dari China untuk memasok persenjataan semacam itu ke Rusia akan menimbulkan konsekuensi &quot;parah&quot;.

&quot;Kami telah sangat jelas bahwa kami tidak akan mentolerir pelanggaran sistematis oleh negara mana pun atas sanksi yang telah kami terapkan yang dimaksudkan untuk mencabut akses Rusia ke peralatan militer untuk mengobarkan perang ini,&quot; katanya.
&quot;Dan kami sudah sangat jelas dengan pemerintah China dan telah menjelaskan kepada perusahaan dan lembaga keuangan China bahwa konsekuensi dari pelanggaran sanksi itu akan sangat berat,&amp;rdquo; lanjutnya.



Pekan lalu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan China sedang mempertimbangkan untuk memasok senjata dan amunisi ke Rusia. Beijing membantah keras klaim tersebut.



Pertemuan antara diplomat top China, Wang Yi, dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pekan lalu tampaknya menjadi indikasi hubungan dekat China dengan Rusia.

</description><content:encoded>Ukraina &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv, Ukraina pada Senin (27/2/2023). Pada kunjungan itu, dia mengumumkan transfer terbaru sebesar USD1,25 miliar (Rp19 triliun) dalam bantuan ekonomi dan anggaran ke Ukraina.
Dalam kesempatan itu, Yellen juga mengulangi pesan Presiden AS Joe Biden yang diumumkan  selama kunjungannya ke Kyiv minggu lalu. Kala itu Biden menegaskan Washington akan mendukung Ukraina selama diperlukan untuk memenangkan perang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perang Masih Berkecamuk, Presiden Ukraina: Situasi di Bahkmut Memburuk
Berbicara kepada CNN, Yellen menambahkan bahwa sementara ekonomi Rusia belum tertekuk di bawah sanksi besar yang dikenakan pada Rusia oleh kekuatan Barat, dia memperkirakan ekonomi Rusia akan tumbuh lebih lemah dari waktu ke waktu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Banyak Negara Pasok Senjata ke Ukraina, Rusia Peringatkan Bisa Picu Bencana Nuklir Global
Dia juga menyatakan bahwa kemampuan Rusia untuk mengisi kembali peralatan militer yang dihancurkan dalam serangan terhadap Ukraina secara bertahap akan terancam.
Dia menambahkan bahwa setiap langkah dari China untuk memasok persenjataan semacam itu ke Rusia akan menimbulkan konsekuensi &quot;parah&quot;.

&quot;Kami telah sangat jelas bahwa kami tidak akan mentolerir pelanggaran sistematis oleh negara mana pun atas sanksi yang telah kami terapkan yang dimaksudkan untuk mencabut akses Rusia ke peralatan militer untuk mengobarkan perang ini,&quot; katanya.
&quot;Dan kami sudah sangat jelas dengan pemerintah China dan telah menjelaskan kepada perusahaan dan lembaga keuangan China bahwa konsekuensi dari pelanggaran sanksi itu akan sangat berat,&amp;rdquo; lanjutnya.



Pekan lalu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan China sedang mempertimbangkan untuk memasok senjata dan amunisi ke Rusia. Beijing membantah keras klaim tersebut.



Pertemuan antara diplomat top China, Wang Yi, dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pekan lalu tampaknya menjadi indikasi hubungan dekat China dengan Rusia.

</content:encoded></item></channel></rss>
